Usaha Mendatangkan Trafik Blog

Usaha Mendatangkan Trafik Blog

Usaha Mendatangkan Traffik itu wajib bagi pemilik blog, karena memiliki blog pada awalnya tidak terpikirkan tentang kehadiran pengunjung blog, karena pertama punya blog dan mampu mengisinya dengan artikel itu sudah merupakan kepuasan dan kebanggan tersendiri. Tetapi dalam perjalanan waktu karena pada dasarnya manusia itu terus berkembang nalarnya dan tidak ada puasnya. Akhirnya kepikiran juga tentang cara mendatangkan pengunjung. Pada awal menulis artikel dan ternyata dapat muncul di halaman pertama pencarian dan artikelnya bertengger di rangking satu yang merupakan top 10 google senangnya luar biasa. Hampir setiap saat blognya selalu di buka dan dicermati ternyata bisa juga muncul di halaman pertama, lho kok bisa.

Cara mendatangkan trafik versi saya :

1. Buatlah artikel yang unik

Artikel unik menurut saya adalah artikel yang dibuat sendiri dan tidak ada pesaingnya, selain itu artikel ini banyak dibutuhkan oleh para pembaca, mereka membutuhkan informasi dari tulisan ini. Menurut pengalaman bisa juga tulisan ini tidak melalui riset, namun setelah ditulis ternyata banyak peminatnya untuk membaca karena mereka butuh informasi ini. Tetapi memang sebaiknya menulis artikel harus melalui riset kata kunci, sehingga artikelnya SEO Friendly.


2. Artikel pasti bukan hasil copi paste

Merupakan hasil penelitian di lapangan, bukan dari riset kata kunci. Pada awal saya menulis artikel yang langsung bertengger di halaman pertama, memang saya lakukan penelitian di lapangan, karena bekerja di lingkungan pendidikan, maka pada waktu tugas keliling ke sekolah hampir seluruh kecamatan se-kabupaten. Ditemukan data tentang tenaga kependidikan yang layak ditulis untuk sebuah artikel. Ternyata betul artikel itu muncul di halaman pertama pencarian di urut satu, dan terus bertengger sampai berbulan- bulan., yaitu tentang Harapan Guru Wiyata Bakti.


3. Artikel berisi masalah yang banyak di minati pembaca

Artikel yang dibuat dan langsung muncul di pencarian memang merupakan  permasalahan yang dialami tenaga kerja  di lingkungan pekerjaan, yang sekaligus merupakan masalah nasional dan belum ada yang mengangkat dalam blog. Bisa juga  merupakan keberuntungan atau kebetulan, sehingga artikelnya selalu terindek oleh  mesin pencarian.

4. Berkomitmen dengan Penggunaan Ejaan Baku

Kemampuan menulis tidak mesti harus memiliki pendidikan yang tinggi, walaupun pendidikan tinggi dapat memengaruhi kemampuan menulis. Tahun 80-an tulisan saya pernah dimuat di Harian Nasional di Jakarta yang distribusinya sampai ke seluruh Indonesia, dan ada juga yang di muat di beberapa Buletin setingkat Provinsi, saat itu saya lulusan setingkat SMA. Ini adalah bukti bahwa pendidikan tidak berhubungan langsung dengan kemampuan menulis. Tetapi memang ejaan sangat disoroti dalam setiap artikel yang masuk ke redaktur media, karena artikel yang tidak dimuat pasti ada komentar terutama penggunaan ejaan, penggunaan diksi atau pilihan kata dan kontek makna kalimat. Sehingga aturan tatatulis atau ejaan tetap harus diperhatikan.

5. Artikel merupakan pengalaman langsung

Setiap orang memiliki pengalaman dan sudut pandang yang berbeda, sungguhpun beberapa orang menulis tentang satu objek yang sama, namun hasilnya akan berbeda. Karena mereka memiliki kemampuan sudut pandang dan intuisi yang berbeda, kemampuan menulis yang berbeda, termasuk cara memilih diksi atau pilihan kata dan gaya kepenulisan juga tidak sama. Terbukti bahwa tulisan yang  dialami penulis secara langsung dengan diskripsi yang runtut, akan membuat pembaca menjadi jelas tentang hasil tulisannya. Perbedaan diskripsi ini disebut sebagai tulisan unik yang tidak dimiliki oleh orang lain. Ahli pendidikan ada yang pernah mengatakan bahwa pengalaman langsung sebaiknya di tulis agar orang lain dapat menikmatinya., baik sebagai pengetahuan maupun sebagai referensi.

6. Blog memenuhi harapan google

Menurut saya mesin pencarian itu sudah dirancang sedemikian canggih, sehingga memiliki kemampuan untuk mendeteksi blog di suruh dunia yang jumlahnya jutaan. Persyaratan blog yang umum kita kenal adalah memiliki menu artikel populer atau popular post, arsip, recent post, recent comment, categories, dan lain-lain. Selain itu blog menjadi sangat menarik, karena tampilan bersih, menyenangkan dan membuat pembaca menjadi betah berlama-lama di blog termasuk mesin robot. Menurut saya blog tidak terlalu banyak asesoris dan barangkali iklan yang menutupi artikel, sehingga sangat mengganggu pembaca dan mungkin juga mesin telusur, itu hanya perkiraan, namun tidak selalu demikian.

7. Kemampuan mengunjungi blog lain/ blogwalking

Blogwalking maksudnya adalah berkunjung ke blog lain untuk membaca artikel, dan usahakan rank blog yang dikunjungi memiliki alexa rank yang baik, diatas alexa rank yang kita punya. Sungguhpun berkunjung ke blog lain itu bebas dan sah-sah saja sesuai kebutuhan pembaca. Setelah anda berkunjung dan membaca artikelnya, maka diharapkan Anda memberikan komentar, dan tinggalkan jejak yang merupakan nama blog Anda. Barangkali jejak ini akan bermanfaat bagi kita karena diantara pengunjung yang memberikan komentar tahu alamat blog kita dan akan mereka bila tertarik maka akan berkunjung lagi. Dan perlu dipahami sungguhpun berkomentar itu hak pribadi, namun etika berkomentar harus selalu menjadi pertimbangan, komentar itu harus sopan, dan tidak mengandung sara karena kita hidup dalam negara yang pluralis, tidak menyudutkan perorangan dan kelompok tertentu, walaupun faktanya ada komentar yang tidak layak, dan itu akan menjadi bukti karakter orang yang memberikan komentar.

8. Selalu  perbaiki dan di edit blog


Blog yang kita miliki setelah diisi dengan artikel yang baik, barangkali banyak pengunjung yang mendatangi blog, dan ada komentar yang perlu ditanggapi, juga perlunya memperbaiki atau mengedit tulisan yang ada di blok kita secara berkala. Sehingga terkesan blog yang kita miliki itu terawat dengan baik, dan pengunjung akan merasa nyaman dengan perawatan yang terus kita lakukan, karena itu perlu editing bila sudah masuk online, termasuk lay out, atau tata letak huruf dan kata, bisa juga menjadi kacau, karena itu perlunya editing. Mengedit tulisan di blog untuk artikel baru, itu tidak mudah namun bisa dilakukan, karena tiap template memiliki karakter yang berbeda. Ini pengalaman dari beberapa blog yang saya miliki, sehingga untuk mempublikasikan artikel baru setelah muncul di blog, kalimat atau sejumlah kata menjadi tidak teratur, ada kata yang berjarak beberapa spasi yang harus diperbaiki dan tulisannya tidak rapih, karena itu perlu editing yang membutuhkan waktu lama. Yang sering lupa dari perhatian kita adalah merapikan artikel, usahakan artikel dalam tampilan blog itu rapih, di margin kanan dan kiri, caranya artikel di blok dan klik justify supaya artikel rata kiri dan kanan, seperti artikel yang sedang Anda baca ini.

Semoga Bermanfaat !





Tuntutan Menulis Artikel di Blog

Tuntutan Menulis Artikel di Blog

Banyak pengalaman yang didapatkan selama bekerja di lingkungan pendidikan, pengalaman itu sengaja saya tulis agar orang lain dapat mengetahui dan barangkali bermanfaat bagi Pembaca, bagi yang tidak membutuhkan informasi ini abaikan saja. 
Banyak suka dan duka sebagai Pendidik, karena mendidik anak bangsa itu memang sangat idealis karena masa depan negeri ini ada di tangan generasi muda yang kita didik saat ini. Namun juga ada orang tua murid yang kadang tidak pernah mengerti tentang makna pendidikan, sehingga bila putranya membandel di sekolah dan diingatkan oleh Guru, sering tidak dapat menerimanya. Bahkan saat ini Guru yang mendisiplinkan peserta didik, justru di permasalahkan sampai lembaga hukum. Memang pemerintah perlu membuat aturan tentang Perlindungan Hukum bagi Guru yang sedang melaksanakan tugas pekerjaannya. 

Karena generasi muda kita harus terdidik dengan baik agar menjadi generasi muda yang bermasa depan. Tantangan Pendidikan sudah barang tentu banyak antara lain sekolah kekurangan Guru yang jumlahnya banyak dan sampai artikel ini saya tulis belum terpecahkan. Perubahan kurikulum yang harus menyesuaikan lagi. Penggantian buku ajar yang memberatkan wali murid dan masih banyak lagi. Kemampuan membaca dan menulis yang masih rendah termasuk Para Guru. Banyak Guru yang suka membaca namun tidak mampu menulis, walaupun ada juga guru yang tidak senang membaca, pasti menghadapi kesulitan untuk menulis. Karena penulis yang baik pasti diawali dengan menjadi pembaca yang baik. Sesulit apapun suatu permasalahan bila mau belajar pasti dapat diselesaikan juga. Salah satu persyaratan naik pangkat Guru adalah mampu membuat karya ilmiah, dan itu tidak mudah karena tugas Guru untuk mengajar bukan sebagai peneliti. Sehingga karena suatu aturan yang harus dihadapi terpaksa membuat karya tulis yang bukan asli tulisan sendiri alias karya tulis bodong. 


Ide Membuat Blog Pribadi

Blog ini saya buat dengan melalui perenungan yang mendalam, karena idealisme pribadi bahwa Guru harus mampu menulis, yang diawali dengan kemauan  membaca secara intensif. Sehingga melalui blog ini menjadi pintu awal agar teman  mau membaca artikel blog ini sebagai titik awal untuk memiliki blog pribadi. Dengan demikian mereka akan terbeban untuk menulis secara rutin yang disalurkan melalui blog pribadi. Anda bisa membuat blog pribadi yang gratisan, panduan di internet cukup banyak atau anda dapat membaca artikel tentang Membuat Blog Gratis Blogspot. co.id.
Bila blog berbayar dengan dot.com, dot net atau yang lain harus membeli domain dan membayar hosting serta pajak tahunan. Itu agak ribet namun bila blogspot.co.id itu tidak ada pajak tahunan, dan alexa rank juga bisa baik,  termasuk bisa menjadi publisher iklan yang bisa mendatangkan uang. 

Tuntutan  Menulis di Blog

Tulisan ini sebagai motivasi bagi siapapun yang memiliki blog sehingga ada tuntutan untuk menulis, dan menulis artikel di blog juga supaya memenuhi persyaratan, agar artikel mudah terindek oleh mesin google. Menulis pada awalnya mengalami kesulitan termasuk  para  nesbie dan peminat blog. Karena itu saya tidak terpengaruh dengan tulisan atau artikel lain, walaupun aku suka membaca artikel di blog lain melalui blogwalking. Pengalaman itu menjadi pedoman karena ada tertulis “ Experience is the best teacher” Pengalaman adalah Guru yang baik, guru yang baik yaitu Guru yang memiliki banyak pengalaman. Sebagai Pengajar saya juga menyarankan kepada mahasiswa agar memiliki blog, sebagai tempat menyalurkan tulisan dan juga dituntut untuk menulis di blog, yang akhirnya menjadi terbiasa menulis yang diawali dengan banyak membaca.

Saya membuat blog dari belajar mandiri dan tidak ada master yang mengajarinya, hanya bermodalkan nekad dan ketekunan, yang akhirnya menemukan teori baru yaitu, “ Bila mau belajar pasti bisa.”  Pada dasarnya tidak ada orang bodoh, yang ada karena mereka belum menemukan cara untuk menjadi pintar. Cara untuk menjadi pintar tentu mau mengerjakan  melalui belajar. Belajar itu dapat menemui kesalahan dan kegagalan, dan bila belajar jangan takut salah, bila takut salah maka selamanya tidak akan pernah belajar dan pasti tidak akan pernah bisa mengerjakannya. Artikel ini sengaja saya tulis untuk memberikan motivasi, bahwa bila mau belajar pasti walaupun lambat  akan menjadi pintar. 

Semoga Bermanfaat !


Motivasi Ngeblog

Motivasi Ngeblog

Motivasi Ngeblog, pasti dimiliki oleh semua orang yang mempunyai  blog. Karena motivasi ngeblog itu berbeda satu dengan yang lain.  Motivasi adalah suatu dorongan yang timbul dari dalam hati, yang dilakukan oleh seseorang secara sadar, atau kadang tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Atau juga secara kejiwaaan bahwa motivasi adalah bentuk usaha yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, secara sadar yang tergerak untuk melakukan sesuatu karena ingin mencapai suatu tujuan yang dikehendakinya untuk mendapatkan kepuasan atas perbuatannya itu, termasuk membuat blog. Pada artikel terdahulu telah ditulis tentang Cara  Membuat Blog Gratis Blogspot.co.id.

Pengertian ngeblog secara sederhana adalah memiliki, mengelola blog, atau membuat sebagai bagian dalam hidupnya. Banyak motivasi yang timbul dari ngeblog ini, ada yang sekedar untuk mengisi waktu luang, mengisi kegiatan sebagai kesenangan atau hobi atau agar tidak pikun, menyalurkan isi hati sebagai buku harian, menekuni sebagai keahlian atau memiliki blog untuk mendapatkan profit. Yang terakhir ini yang diingini para blogger, sungguhpun kadang hanya di angan, karena untuk mencapainya ternyata tidak mudah. Menjadi blogger pasti mempunyai tujuan antara lain untuk mendapatkan kepuasan. Menjadi blogger untuk mendapatkan kepuasan berupa profit dari blognya juga sah-sah saja, walaupun nyatanya juga tidak mudah untuk meraihnya, karena banyak syarat yang mesti dilengkapinya. Secara umum bila diamati motivasinya adalah sebagai kesenangan, karena menjadi blogger itu membutuhkan waktu khusus untuk menulis artikel, bila bukan kesenangan buat apa menulis.

Memiliki Blog

Pada mulanya kadang tidak pernah terpikirkan untuk memiliki blog pribadi, namun dengan waktu yang tersedia untuk membuka komputer, sehingga termotivasi ingin memiliki blog sendiri. Dengan memanfaatkan internet gratis di tempat kerja, sehingga bisa browsing dan  menemukan informasi. Salah satu yang menginspirasi untuk menulis adalah karena sering membaca. Dari situlah terpikir, untuk mencoba menulis dan ingin menyalurkan tulisan di blog sendiri walaupun yang gratisan.

Kesimpulan

Motivasi itu penting dalam meraih suatu harapan dan cita-cita, disampaikan bahwa bila Anda ingin memiliki sesuatu maka bermimpilah dulu, supaya cita-cita itu dapat tercapai. Sebagai orang beriman, ingat amanat dalam Matius 7 : 7 demikian firman-Nya: Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Selain kita berusaha juga jangan lupa berdoa kepada Tuhan sebab doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan akan besar kuasanya (Yak. 5 : 16). Termasuk dalam membuat blog, dan menjadi blogger pasti akan sukses, bila terus berusaha dan meminta kepada Tuhan dan jangan lupa berdoa, pada saatnya Tuhan akan menjawab. Maka berusahalan terus pada suatu saat pasti bisa di raih. 

Semoga Bermanfaat !

Pekan Pendidikan Kristen 2016 Telah Berakhir

Pekan Pendidikan Kristen 2016 Telah Berakhir

Pekan Pendidikan Kristen 2016 telah berakhir, bukan berarti karya pelayanan sudah selesai. Masih banyak Pekerjaan Rumah yang harus kita selesaikan, dan banyak hal yang bisa kita petik dari penyelenggaraan Pekan Pendidikan Kristen ini. Dalam penyelenggaraan telah dilaksanakan beberapa kegiatan di lingkungan Sekolah dan Gereja se-Sinode GKJ – GKI Jawa Tengah, materi dan jadwal dari Lembaga Perencanaan dan Pembinaan Pendidikan Sinode (LP3S) yang berkantor di Jalan Soekarno-Hatta Salatiga dulu SPG Kristen Widyatama Salatiga. 

Pekan Pendidikan Kristen ( Pepenkris) pada dasarnya adalah tradisi yang telah disepakati oleh para perintis karya kesaksian dan pelayanan pendidikan Kristen yang menyebar di lingkungan Gereja Kristen Jawa dan Gereja Kristen Indonesia  se Sinode Wilayah Jawa Tengah. Secara historis Pepenkris berpijak dari terbentuknya Persatoean Perkoempoelan – perkoempoelan Sekolah Kristen ( PPSK)  pada tanggal 12 Juli 1950 yang saat itu para pengurus Sekolah Kristen se Sinode GKJ dan GKI se Sinode Wilayah Jawa Tengah datang dari berbagai daerah berkumpul dan bersidang di Balai Pertemuan Jalan Tuntang 36 Salatiga.

Dalam perjalanan waktu pada sidangnya tanggal 1 September 1956 kata “Persatoean” di ganti dengan “Perserikatan “ dan pada sidang tersebut diputuskan dan dipilih pengurus harian yang terdiri dari Ketua, Penulis dan dilengkapi Seksi-seksi. Terbentuknya PPSK merupakan tonggak sejarah perjalanan karya pendidikan di lingkungan sinode GKJ dan GKI Wilayah Jawa Tengah. untuk mengenang maka diciptakan tradisi Pepenkris yang dilaksanakan oleh gereja-gereja dan Sekolah-sekolah Kristen di lingkungan Sinode GKJ dan Sinode GKI wilayah Jawa Tengah.

Pada mulanya Pepenkris dilaksanakan sekitar tanggal  12 Juli sesuai dengan tanggal lahirnya, namun banyak sekolah yang mengusulkan agar kegiatan Pepenkris dilaksanakan bulan Agustus bersamaan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia, agar tidak mengganggu kalender akademik, namun juga tidak boleh bergeser dari kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan pekan pendidikan Kristen. Mulai tahun 2003 Pekan Pendidikan Kristen ditetapkan sebagai kegiatan resmi dalam kalender Gerejawi. Hal ini berdasarkan pertimbangan mengenai makin pentingnya kebersamaan seluruh warga gereja dalam mengembangkan pendidikan Kristen.

Pada hakekatnya pekan pendidikan Kristen merupakan momen khusus yang sengaja diciptakan bagi kita warga gereja untuk mawas diri mengenai karya kesaksian dan pelayanan di bidang pendidikan. Tema Pekan Pendidikan Kristen Tahun 2016 adalah “Mensyukuri Keragaman dan Menghargai Perbedaan”, melalui tema ini kita diingatkan bahwa setiap keluarga Kristen memiliki kewajiban untuk mendukung keberadaan sekolah-sekolah Kristen, baik berupa dana, daya dan doa. Sehingga keberadaan sekolah Kristen tetap ada dan menjadi berkat bagi kita semua. 
Kita harus senantiasa dapat menghidupi, menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan semangat mensyukuri keragaman dan mampu menghargai perbedaan, sehingga peserta didik atau anak-anak kita generasi muda gereja dan kita semua dapat membiasakan diri bersikap dan berpandangan positif terhadap keberagaman dalam masyarakat. Kita harus mampu hidup bersama dengan berbagai perbedaan, karena sering keberagaman terusik dengan munculnya kelompok tertentu dalam masyarakat.

Pendidikan merupakan proses membimbing anak agar tumbuh menjadi dewasa yang penuh tanggungjawab. Anak yang tumbuh dewasa mesti dapat membedakan yang baik dan yang tidak baik, mereka dapat memilah dan memilih mana yang baik bagi dirinya maupun yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat dan agama. Sebagai warga jemaat mesti memiliki banyak harapan kepada putra-putrinya, agar memiliki masa depan yang baik. Pekan Pendidikan Kristen bukan hanya milik Gereja yang memiliki sekolah-sekolah Kristen, tetapi milik kita bersama baik yang memiliki sekolah Kristen maupun yang tidak memiliki Sekolah Kristen. 

Sebagai Badan Pengurus Sekolah Kristen kita bersyukur sebab yang dimaksudkan para perintis karya pelayanan dan kesaksian sudah terjawab, sungguhpun ada kekurangan di sana-sini itu wajar-wajar saja. Akan tetapi kita terus berjuang menuju kesempurnaan sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan. Perjuangan itu antara lain, perlunya kesadaran bahwa kita memiliki tanggungjawab tentang keberlanjutan Sekolah Kristen dengan mengirim putra-putrinya untuk mengisi bangku kosong di sekolah-sekolah Kristen. Sungguhpun banyak sekolah Kristen yang siswanya melimpah hingga 300 lebih, namun tidak menutup kemungkinan ada yang siswanya sedikit. Kami sangat bersyukur warga gereja memiliki kepedulian untuk mengirim putra-putrinya untuk dididik di sekolah Kristen, yang mestinya diawali oleh pemimpin umat, penatua dan yang lain paling tidak untuk Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Dasar yaitu SD dan SMP, sungguhpun ada yang tidak pernah mengerti kekurangan yang dialami sekolah Kristen. Sebagai Badan Pengurus kadang merasa sendirian dalam karya pelayanan tidak ada yang menemani, kecuali Tuhan yang selalu mendampingi. Banyak yang mampu dan memiliki potensi untuk ikut ambil bagian, namun katanya tidak memiliki waktu yang cukup. Terima kasih karena dukungan doa selalu disampaikan, dan dukungan dana dari Gerja-Gereja yang memiliki berkat lebih.

Terima kasih melalui Pekan Pendidikan Kristen kita diingatkan bahwa Gereja memiliki tanggungjawab yang besar tentang keberlangsungan sekolah-sekolah Kristen, bentuk tanggungjawab dapat berupa dukungan doa dan persembahan sebagai bentuk bantuan dana pelayanan untuk para Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang ada di sekolah. Tidak semua sekolah mampu menghidupi diri sendiri, namun bersyukur karena kebersamaan kita menjadikan kita dapat ada sampai saat ini.

Semoga Bermanfaat Tuhan Memberkati !

Penulis : Drs. Yulianto. M.Pd.K Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen tinggal di Jawa Tengah.
Bacaan : Pedoman Pepenkris 2016 dan Pengalaman Pribadi.


Cara Memasang Statistik Pengunjung

Cara Memasang Statistik Pengunjung

Pemilik blog atau website akan selalu berharap agar pengunjungnya banyak, karena itu senantiasa berusaha dengan berbagai cara agar blog memiliki trafik yang tinggi. Salah satu usaha untuk dapat mengetahui jumlah pengunjung maka perlu mengerti Cara Memasang Statistik Pengunjung, agar mendapat banyak pengunjung maka blog harus muncul di pencarian, sehingga pengunjung akan mengenal blog atau artikel anda lewat mesin pencarian. Namun usaha ini juga tidaklah mudah karena itu diperlukan antara lain artikel SEO, template yang menarik bagi mesin robot dan masih banyak lagi yang harus diperjuangkan oleh pemilik blog. Pendek kata pemilik blog akan bangga bila blognya banyak pengunjung. Namun bila belum muncul dalam mesin pencarian tidaklah resah tetaplah menulis dan menulis.

Setelah kita Membuat Blog Gratis Blogspot.co.id, maka untuk mengetahui jumlah pengunjung maka diperlukan statistik yang mencatat jumlah kehadiran setiap pengunjung. Google sudah menyiapkan statistik tersebut bagi pemilik blog. Artikel ini saya tujukan bagi blogger pemula, karena kenyataannya masih banyak yang tidak tahu harus berbuat apa tentang blog yang dibuatnya. Juga karena malu bertanya kepada yang sudah memahami tentang sekitar ngeblog. Kemampuan ngeblog kadang dimiliki oleh orang-orang biasa yang terus belajar sehingga memiliki ketrampilan bidang ini. 

Marilah saya pandu untuk untuk mengetahui jumlah pengunjung, statistik ini merupakan salah satu dari sekian banyak versi jumlah pengunjung dan akan saya pandu satu persatu.

Langah-langkahnya sebagai berikut;
1. Masuk ke akun blogger anda.
2. Klik tata letak.
3. Klik tambah gadget


4. Klik statistik blog, lihat gambar dalam lingkaran merah.




5. Maka akan terbuka seperti gambar yang ada lingkaran merah, klik tanda titik di depannya.
6. Maka akan muncul di blog anda.
7. Selanjutnya sesuaikan dengan posisi atau tata letak yang dikehendaki.
8. Selesai.
9. Gampang !



Kenangan Menjadi Guru di Pelosok

Kenangan Menjadi Guru di Pelosok 


Kenangan Menjadi Guru di Pelosok, merupakan kisah nyata yang sengaja ditulis sebagai bahan renungan barangkali bermanfaat, karena peristiwanya terjadi empat puluh tahun yang lalu dan mestinya suasana sekarang sudah jauh berubah.  Menjadi Guru Pegawai Negeri Sipil merupakan mimpi kebanyakan lulusan Sekolah Guru sampai saat itu. Masyarakat umumnya menganggap bahwa menjadi PNS itu sebuah pilihan yang sangat diharapkan. Beruntung saat itu pemerintah orde baru mengangkat derajat Guru dengan sangat luar biasa, peningkatan kesejahteraan Guru sangat diperhatikan, karena selama itu memang gaji Guru tidak layak sehingga banyak guru yang nyambi ngojek hanya untuk memenuhi kebutuhan harian. Sehingga banyak pemuda kita yang tidak tertarik menjadi Guru.

Guru Inpres

Pemerintah orde baru dibawah Presiden Soeharto, dengan program Repelita jangka pendek sampai jangka panjang, telah memrogramkan perbaikan dan pembaharuan diberbagai sektor termasuk pendidikan. Sehingga pemerintah mengangkat Guru secara massal, artinya sekali mengangkat jumlahnya sampai belasan ribu Guru, saat itu disebut Guru Inpres artinya diangkat secara massal melalui Instruksi Presiden, seangkatan Guru Inpres 2 Tahun 1977 saat itu jumlahnya sampai 16-17 ribu Guru sekali mengangkat menjadi Guru Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Seingat saya para Guru ditempatkan menyebar seluruh Jawa Tengah karena saya ada di Jawa Tengah. Lulusan Sekolah Pendidikan Guru yang kuotanya lebih ada di daerah  Yogyakarta dan sekitarnya. Karena saat itu di wilayah ini memiliki Sekolah Pendidikan Guru yang jumlahnya lumayan banyak. Karena lulusannya tidak seluruhnya terserap di daerah sendiri, sehingga di kirim menyebar keluar kabupaten yang membutuhkan. 

Ditugaskan di Pelosok

Perasaan gembira saat mendapat berita bahwa lulus menjadi Guru Calon Pegawai Negeri Sipil, sehingga pada saatnya harus mengenalkan diri ke sekolah yang tertulis dalam Surat Tugas, melalui Kantor Dinas Pendidikan Ranting Kecamatan saat itu. Ternyata yang mendapat tugas sebagai Guru Inpres tidak sendirian, sehingga pada saat tunjuk muka dapat bertemu dengan teman yang lain termasuk dengan Kepala Sekolahnya. Pada hari yang ditentukan secara bersama-sama berangkat menuju Sekolah tempat tugas baru, lokasinya ada di pelosok pegunungan, dan tidak ada kendaraan yang bisa sampai lokasi. Satu-satunya cara hanya berjalan kaki, langkah demi langkah dilalui dan ternyata waktu perjalanan sudah menunjukkan 3 jam perjalanan, dan belum sampai di lokasi. Berangkat dari rumah Kepala Sekolah jam 05.00 pagi, karena harus menginap supaya bisa berangkat bersama berjalan kaki. Tak terbayangkan bahwa sepanjang perjalanan tidak ada penjual air minum kemasan, karena waktu itu minuman kemasan belum di produksi. Bila dahaga bisa dengan cuci tangan dan kaki di pancuran sambil menenggak air pancuran.



Belum Memiliki Sekolah

Beberapa teman Guru Inpres ditempatkan dalam satu sekolah, ada kesepakatan yang tidak tertulis bahwa Guru laki-laki ditempatkan di pelosok desa dan pegunungan, sedangkan Guru perempuan di tempatkan di daerah dataran rendah yang dapat dijangkau kendaraan. Sepeda motor saat itu merupakan kendaraan utama yang harganya mahal, sehingga tidak semua Guru mampu membelinya. 
Hari berganti hari yang akhirnya ada tawaran bahwa di desa sebelah yang jaraknya 2 jam perjalanan, membutuhkan Guru Inpres. Karena tidak ada satupun yang bersedia maka harus  siap ditempatkan di sana tetapi bukan untuk selamanya, sungguhpun Surat Tugas tidak menyebutnya di desa itu. Akhirnya pada hari yang sudah ditentukan diantar ke salah satu desa yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan, melewati hutan dengan kondisi jalan  setapak berbatu naik turun jurang yang mengasyikkan dan melelahkan. Desa yang dituju terlihat dengan jelas di depan mata, namun setelah dituju dengan berjalan kaki membutuhkan waktu lama. Desa tersebut belum ada sekolah, keterangan dari Kepala Desa bahwa pernah berdiri kelompok belajar yang nantinya menjadi Sekolah Dasar namun Guru yang ada tidak betah sehingga meninggalkan desa dan siswa diterlantarkan. Karena itu pada saat aku datang disambut warga desa dengan suka cita dan terpancar di wajahnya yang penuh harapan, sungguhpun mereka belum percaya, dan khawatir bahwa Guru akan meninggalkan mereka lagi.

Diharapkan Warga

Informasi dari warga desa mengatakan tentang siswa diterlantarkan karena Guru tidak kerasan, membuat  janji dalam hati untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan Sekolah Dasar yang tidak pernah ada, akan ada karena aku ada di sana. Hari yang ditentukan siswa datang berkumpul di balai desa untuk sekolah, betapa terkejutnya karena ternyata jumlahnya cukup banyak mencapai 71 ( baca tujuh puluh satu ) anak, dan yang paling tua usianya sudah 17 tahun, ukuran yang tidak wajar untuk siswa kelas 1 baru. Mereka tidak memakai alas kaki, pakaiannya beragam pada saat datang pertama kali, dan bangunan ruang kelas belum ada. Ruang pendidikan ada di salah satu gudang dekat balai desa yang tidak memiliki pintu. Ada beberapa meja dan bangku siswa yang dibuat oleh orang tua murid, sehingga sekolah dapat berjalan dalam kondisi darurat. Belum ada buku sekolah, papan tulis dan almari buku, serta alat tulis. Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan diisi dengan menyanyi dan motivasi.

ilustrasi
Mengajar Sendirian 

Keputusan untuk bersedia mengajar di desa itu membawa resiko menjadikan  sebagai Guru tunggal yang merangkap Penjaga Sekolah, Guru dan Kepala Sekolah. Belum memiliki fasilitas yang dibutuhkan lazimnya sebagai sekolah pada umumnya. Pembelajaran berjalan dengan ceramah setiap hari dan memperkenalkan huruf dalam papan tulis seadanya dengan bantuan kapur tulis Sekolah tetangga. Olah raga diisi dengan berjalan tanpa alas kaki menyusuri desa, yang menjadi tontonan warga sepanjang  jalan yang di lalui. Memang desa menjadi heboh dengan adanya Sekolah Baru yang belum memiliki nama. Aku bangga dengan semangat warga yang begitu hebat untuk segera memiliki bangunan permanen, sehingga hampir setiap hari warga desa  hadir di balai desa untuk berbincang dengan Guru Baru.  Memang saya mengalami banyak perubahan untuk tinggal di pelosok karena tugas menjadi Guru, antara lain makanan pokok  bukan nasi, namun dari bahan ketela pohon yang diolah seperti nasi, sayuran yang ada berasal dari hutan seperti, daun singkong, daun melinjo, dan tanaman hasil hutan, jamur hutan dan hasil perburuan di hutan seperti burung, ikan hasil tangkapan warga yang dikirimkan khusus untuk Guru Baru. Tidak ada toilet dan kamar mandi, sehingga harus mengikuti kebiasaan warga untuk mandi di pancuran dari bambu, bersama warga atau nunggu untuk bergantian.

Penghargaan Pemerintah

Sejak adanya sekolah baru yang tak bernama, maka kegiatan pemuda dan masyarakat meningkat cukup signifikan. Kami bersama perangkat desa menggerakkan pemuda desa, yang rata-rata sudah menikah dalam usia muda. Kegiatan demi kegiatan terus bergulir yang saling membantu peningkatan sumber daya manusia desa. Sehingga desa mendapat penghargaan berupa satu mesin jahit merk Butterfly. Mereka tidak dapat mengoperasikannya, beruntung saya sebagai Guru baru sudah terbiasa menggunakan mesin jahit, mereka saya latih bergantian,  yang sudah pintar melatih teman yang lain yang akhirnya semua dapat mengoperasikan mesin jahit, sungguhpun bila membeli benang jahit harus berjalan kurang lebih 2-3 jam ke kota. Masyarakat juga boleh bersyukur karena pemerintah desa berlangganan harian Berita Yudha, yang diambil seminggu sekali bahkan sampai 1 atau 2 mingggu. Mengambilnya di kantor kecamatan, koran ini sebagai hiburan dan sekaligus bacaan, karena saya bertempat tinggal di rumah Kepala Desa saat itu. Dalam tahun ketiga pemerintah desa mendapat penghargaan pemerintah karena dalam pemilihan umum tahun 1977 mendapat suara terbanyak dengan meraih 100 % untuk golongan tertentu, sehingga Departeman Penerangan saat itu memberikan hadiah berupa televisi hitam putih 17 inci dengan mesin generator Yamaha EF 1400 untuk penerangan komplek kepala desa dan untuk menghidupkan televisi. Sayangnya bahan bakarnya bensin murni sehingga memberatkan juga bagi pemerintah desa, karena membelinya cukup jauh dengan berjalan kaki sekitar 2-3 jam perjalanan.

Guru Baru dan Gedung Baru

Dengan prestasi gemilang melalui Pemilu meraih angka 100% untuk partai pemerintah, maka  ada hadiah berupa Gedung Baru dan Perumahan Guru, tambahan  guru baru  dari sekolah terdekat dan Kepala Sekolah, sehingga tenaga pengajar cukup mantap selain hadirnya Kepala Sekolah sebagai penangung jawab. Semangat warga yang luar biasa dibawah komando Kepala Desa layak untuk mendapat apresiasi pemerintah. Keputusan pemerintah memberikan hadiah Gedung Sekolah Baru sungguh tepat dikala mereka sangat haus pendidikan. Sehingga dalam keputusan desa, untuk menyediakan lokasi tanah untuk sekolah langsung mendapat respon masyarakat dengan suara bulat. Desa menyediakan lahan tanah dan batu kali untuk fondasi gedung langsung dapat diwujudkan. Material bangunan dikirim lewat pemborong bangunan namun tidak sampai lokasi bangunan, karena jalan hanya untuk pejalan kaki bukan kendaraan bermotor. Sehingga warga desa bergotong royong mengangkut batu-bata, genteng, semen dengan berjalan kaki, setiap hari baik bapak, ibu, pemuda remaja dan anak-anak ikut bekerja bakti sampai selesainya bangunan. Material kayu didapatkan dari lokasi bangunan, sehingga menjadi lancar. Selesainya bangunan dengan hadirnya Guru baru dan Kepala Sekolah baru menjadikan desa menjadi banyak perubahan, yang selama ini sepi tidak ada kegiatan pendidikan.

Sekitar setahun hadirnya Guru baru, ternyata mereka ada yang dimutasi mendekat rumah, padahal saya yang sudah ada sejak awal tidak pernah dipikirkan untuk mutasi. Zaman dulu sudah ada yang namanya KKN karena dia putra pejabat, sehingga dalam waktu singkat bisa di mutasi ketempat yang lebih nyaman. Peristiwa ini menjadikan iri bagi Guru lain yang lebih lama namun tidak mendapat mutasi. Kondisi ini yang manjadikan sekolah kurang kondusif, sungguhpun itu tidak boleh terjadi, namun kita ini masih manusia yang tidak bisa melepaskan kemanusiannya.

Sumber Inspirasi

Empat tahun saya manjadi Guru di Pelosok, adalah sebuah pengalaman, sayangnya saya tidak memiliki data foto karena saat itu saya tidak memiliki kamera untuk merekam data. Di sela-sela kesendirian dengan menikmati sepinya daerah pelosok, kadang terdengar gemericik air pancuran dan bunyi burung yang dapat menjadi hiburan bagi saya. Sembari membaca koran Berita Yudha langganan pemerintah desa, itulah yang menemaniku setiap saat. Aku bersyukur saat itu saya menuliskan Pengalaman Menjadi Guru di Pelosok yang saya kirimkan di harian nasional di Jakarta dan di muat  untuk konsumsi nasional. Aku berbangga tulisan itu bertengger di sana, dan ternyata saya juga menuliskan di buletin regional setingkat Provinsi juga bisa ditertbitkan. Aku semakin yakin bahwa saya mampu membuat artikel sungguhpun aku ada di pelosok. Pengalaman adalah guru yang baik, agar pengalaman itu dapat dinikmati orang lain, sebaiknya pengalaman itu di tulis sehingga dapat dibaca orang lain. Artikel ini saya tulis agar dapat di baca oleh Para Guru dan siapa saja yang menemukan artikel ini agar dapat menjadi inspirasi mereka. Karena itu sebaiknya Guru Membiasakan Menulis Aktifitas Pendidikan sehingga pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. 

Selamat Tinggal

Pada saatnya saya harus pindah meninggalkan desa tempat aku mengajar di Pelosok, karena aku harus pindah untuk berkumpul dengan keluarga.  Saya pindah ke kabupaten lain karena keluarga saya ada di sana. Pada saat aku minta pamit, banyak ibu dan anak-anak menangis tidak mau ditinggalkan, maunya saya ada di desa terus, tetapi itu tidak mungkin. Dalam kegalauan warga menangis aku sembunyi dan keluar untuk pergi berjalan kaki untuk meninggalkan desa itu. Tidak ada istilah perpisahan dan pemberian kenang-kenangan karena itu tidak mungkin. Bukan ucapan selamat jalan, tapi aku berucap selamat tinggal kepada warga desa. 

Selamat Tinggal ! Tuhan memberkati !