Bermain Air Soft Gun

                                      BERMAIN AIR SOFT GUN

                                 
Airsoft merupakan jenis olahraga atau permainan yang menggambarkan seperti militer dengan menggunakan senjata api mainan atau replika senjata api yang disebut air soft gun. Menurut informasi dari Wikipedia Indonesia, bahwa airsoft gun pada awalnya dimainkan di negara Sakura sekitar tahun 70-an. Dikarenakan untuk memiliki senjata api di Jepang sangat sulit bahkan tidak mungkin, karena peraturan kepemilikan senjata api sangat ketat. Sehingga para pencinta senjata api berusaha mencari alternatif yang diperbolehkan oleh aturan untuk menyalurkan hobi mereka. Sampai sekarang permainan air soft gun sangat populer di Jepang, bahkan merambah sampai negara tetangga dan akhirnya sampai juga ke Indonesia.


 Sebagai Hobi

Permainan airsoftgun njadikan sebagai olahraga yang sekaligus sebagai hobi, tidak sembarang orang yang bergabung dalam olahraga ini, karena membutuhkan biaya tinggi. Yang ikut dalam kegiatan ini biasanya dari kelompok ekonomi mapan atau hobi berat, karena peralatannya mahal, namun tidak mesti seperti itu. Baik senjata replika maupun pakaian rompi ala militer. Permainannya seperti menggambarkan pada perang gerilya di dalam hutan, dengan pakaian ala militer baik seragam, rompi, topi sapatu dan yang lain. Kalau saya mengamati persis seperti perang gerilya di hutan atau di wilayah pedalaman.

Mulai Populer
Permainan ini sekarang sudah populer sampai di beberapa negara, seperti China, Korea Selatan Hongkong, Macau, Filipina bahkan sudah merambah sampai ke Amerika Serikat, Kanada dan  merambah sampai Eropa seperti Jerman, nggris, Swis, Perancis, Polandia, Swedia. Ada negara tertentu permainan air soft gun dianggap ilegal, sehingga yang hobi berat harus pergi ke negara lain untuk menyalurkan hobinya.

Pengaman Diri

Permainan air soft gun perlu dilengkapi dengan alat pengaman diri seperti helm, sepatu, kacamata, rompi. Maksudnya agar dalam bermain tidak cedera karena permainan ini saling tembak sungguhpun pelurunya bukan logam tapi plastik bulat dan padat, namun bila mengenai bisa terluka juga. Ukuran peluru berdiameter 6 mm.

 

Airsoftgun / airsoft gun memang diciptakan untuk memenuhi hasrat pecinta senjata (positif) sehingga mereka mengalami dan dapat menembakkan senjata yang relatif aman untuk pengguna secara perorangan. Permainan ini memang membutuhkan aturan atau sejenis kode etik, agar permainan ini tidak merugikan kelompok atau orang lain. Karena hobi bermain air soft gun memang tergolong hobi yang unik, dibanding dengan olah raga yang lain. Karena menggunakan peralatan seperti tentara yang akan perang dimedan tempur, dan harganya juga tidak murah. Sehingga setiap individu yang bergabung dalam komunitas ini mesti sudah memahami aturan yang berlaku dalam kelompoknya dan mereka sangat komitmen dengan groupnya.

Demikian informasi sekilas tentang air soft gun semoga bermanfaat.


Surat Terbuka Ir BASUKI TJAHAJA PURNAMA

                           


Surat terbuka ini saya tulis seperti aslinya, sengaja saya share ke pembaca agar diketahui banyak orang, karena menurut saya surat ini sangat baik untuk kita renungkan.  Dan di bagian belakang ada Renungan yang ditulis oleh beliau, sebagai warga biasa saya tertarik untuk menyampaikan ke pembaca, dan saya tidak ada hubungan saudara dengan beliau dan saya bukan warga Jakarta, sehingga tidak berkaitan dengan Pilkada. Sungguhpun Pilkada sudah selesai dan dipastikan Beliau tidak terpilih lagi, namun banyak hal yang telah ditorehkan bagi pemerintahan DKI. Ada yang berpendapat DKI hanya membutuhkan Pak Ahok, terserah apa yang disampaikan namun yang pasti beliau sudah tidak terpilih lagi.
Secara umum memang mengikut Kristus bukan perkara mudah di negeri tempat saya dilahirkan, karena sering disebut sebagai orang kafir, menurut pengertiaan Kamus orang kafir adalah orang yang tidak mengenal Allah. Disebut apalah tidak masalah karena mereka tidak pernah mengerti apa yang mereka perbuat.  Saya justru khawatir akan ada bencana apa lagi di Indonesia ini.
Menjadi pengikut Kristus adalah perkara iman sehingga tidak perlu diperdebatkan, karena Pengikut Kristus tetap percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat. 
SURAT TERBUKA 
Lima tahun menjadi orang keturunan dan menjadi Kristen di negeri yang besar ini, bukanlah perkara mudah. Apalagi menjadi seorang Gubernur dengan status minoritas dari lahir.
Selama 5 tahun menjadi pelayan publik, diri ini tidak pernah menikmati gelimangan harta  layaknya pejabat-pejabat yang sudah-sudah. Jangankan harta, sedikit rasa hormat pun saya tidak dapat, malah caci maki, sumpah serapah, bahkan ancaman pembunuhan yang saya dapat.
Apa yang sudah saya lakukan ? Apakah saya menindas mereka ? Apakah saya membunuh mereka ?
Saya hanya menjalankan amanah yang diberikan kepada saya dan memastikan semua orang mendapatkan porsi yang adil untuk hidup di kota ini. Selama lima tahun ini juga ada hal-hal yang aneh, ketika saya menegur para pencuri, saya dituduh kasar.
Ketika saya menindak para mafia, saya dituduh kong - kalikong dengan pengusaha. Aneh…!
Saya juga manusia biasa layaknya Anda, mempunyai kekurangan. Jika nanti saya tidak terpilih lagi, ya sudahlah, toh itu juga hak mereka untuk mendapatkan orang yang lebih baik dari saya, yang terpenting, saya sudah menjalankan tanggung jawab saya sebagai warga negara.
Jikalau hakim nanti memutuskan saya bersalah dan dipenjara, ya saya harus menjalani hukuman saya. Jika semua sudah selesai, mungkin saya akan meninggalkan negeri ini mencari penghidupan yang baru di luar, mungkin orang luar lebih menghargai kerja dan usaha saya, walaupun sedikit, tetapi tak apalah, yang terpenting mereka menghargai kerja saya.
Setidaknya selama lima tahun ini, saya rasa cukup untuk menjadi bekal saya untuk memimpin organisasi ataupun perusahaan yang ada di luar negeri.
Jujur saja saya lelah. Saya juga sama seperti Anda semua, menginginkan kehidupan yang lebih baik dan lebih bahagia.
Tetapi satu yang Anda perlu tahu, kebahagiaan terbesar yang saya inginkan adalah membantu Anda mendapatkan hak yang sudah sepantasnya menjadi milik Anda sebagai sesama warga negara dari negara tercinta ini.
Di akhir kata, jika saya pada nantinya tidak terpilih, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja samanya untuk Anda semua, yang telah membantu saya dalam menjalankan tugas saya sebagai pelayan publik selama 5 tahun ini.
Jika nanti saya terpilih lagi, saya berusaha lebih baik dari sebelumnya   dalam melayani  Anda. 
 Terima kasih.
 Ir. BASUKI  CAHAYA PURNAMA
Dalam tulisan yang lain berupa Renungan Pak Basuki Tjahaja Purnama mengeluarkan isi hatinya, barangkali sama seperti kita sekalian.  Sudah berbuat yang terbaik dan ternyata salah juga dan yang salah bahkan banyak yang dibiarkan. Bersyukurlah menjadi pengikut Kristus, karena ajaran kasih kepada sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Ada yang mengaku sebagai warga negara yang cinta tanah air tetapi tidak suka pada kelompok lain. Semua mengetahui bahwa negeri ini dibangun oleh berbagai golongan, bukan hanya satu agama, satu suku atau satu aliran, namun oleh berbagai suku, ras, aliran dan agama. Karena itu sepenuhnya isi Renungan Pak Basuki dapat Anda baca sendiri, yang tidak suka tutup saja dari pada menghabiskan waktu.
Renungan 
Pak Basuki Tjahaja Purnama
“ Indonesia Sedang Mementaskan Kebenaran  “
Melihat kebencian mereka yang sedang unjuk rasa.
Justru saya sangat mengucap syukur.
Saya semakin yakin dengan kepercayaan saya.
Saya semakin mengasihi & mencintai Tuhan…
Bahwa keyakinan saya bukan dari dunia, bukan ciptaan manusia tetapi benar-benar keyakinan yang dari Tuhan pencipta menusia langit & bumi.
•    Ketika kitab suci kami dihina.. kami tidak pernah sakit hati. Karena Firman yang   ada  didalamnya berkata “kasihilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”
•    Ketika rumah rumah ibadah kami dihancurkan..kami tidak membalas & menuntut.
Karena kami tahu persis rumah ibadah tempat Roh Tuhan yang sesungguhnya adalah hati kami.
•    Ketika kitab & Tuhan kami dinista, dihujat..
Kami tidak pernah sakit hati
Kami tidak pernah unjuk rasa/ demo, karena kami yakin 100 % Tuhan yang kami sembah adalah Tuhan yang Maha Kuasa yang sanggup membela umat-Nya dengan caranya sendiri.
•    Apapu kejahatan yang mereka lakukan untuk kami.. kami akan selalu taat untuk belajar mengasihinya karena Tuhan kami adalah Tuhan yang hidup yang mengajar kami “ kasihilah mereka yang memusuhimu “
Demo / unjuk rasa yang terjadi saat ini bukti bahwa mereka :
-    Sedang mengungkapkan kebencia mereka.
-    Sedang meragukan allah yang mereka sembah karena mereka menuntut dengan cara manusia dan tidak berserah pada Tuhan yang maha kuasa.
-    Sedang tidak percaya dengan kuasa allah mereka, mereka bertindak dengan caranya sendiri,
-    Sedang tidak percaya dengan kuasa pemerintah yang merupakan wakil Tuhan di dunia.
-    Sedang berambisi memutuskan penghakiman bagi orang yang belum tentu bersalah.
Hai dunia lihatlah buah-buah perbuatan apa yang mereka hasilkan.
Ucap syukur yang luar biasa untuk Tuhan yang kami sembah, karena Firman-Nya menuntun hidup kami ke dalam terang.
Penghakiman, kebencian, pembunuhan ( sekalipun hanya dalam bentuk ucapan )” sangat dilarang untuk kami lakukan.
Tetapi perintah-Nya.. agar kami memberkati & mengasihi dalam segala keadaan.
Puji syukur karena rumah ibadah buat kami adalah tempat untuk menebar Kasih dan bukan mengobarkan dendam kebencian’’
Terima kasih Tuhan.
Untuk apa yang terjadi di negeriku saat ini.. karena semakin kami kagum & mengasihi-Mu dan semakin beriman keyakinanku adalah kebenaran yang sejati. 

*PRAISE THE LORD*
BASUKI TJAHAJA PURNAMA.
Sumber WA boleh dishare


Tips Menuju Sukses

 Tips Menuju Sukses

Dalam KBBI terbitan tahun 2001, sukses artinya berhasil atau beruntung. Saya cenderung menggunakan kata berhasil, dari pada kata beruntung, karena berhasil merupakan prestasi dari hasil kerja keras sedangkan beruntung bisa ditafsirkan  bukan hasil kerja sendiri yang cenderung ke masalah nasib. Jadi orang sukses adalah orang yang berhasil dalam hidupnya karena kerja keras, sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan.  Seseorang dapat meraih sukses di suatu bidang, namun tidak sukses pada bidang yang lain. Karena jarang orang yang berhasil dan sukses di semua bidang. Sehingga orang yang sukses,  sesuai dengan bidang keahlian atau ketrampilan yang ditekuninya. 

Semua pasti punya harapan untuk sukses dalam mengarungi hidup ini, dengan berkecukupan sandang, pangan, papan, keuangan, kedudukan dan yang lain. Paling tidak hidupnya selalu berkecukupan dan tidak pernah kekurangan, misalnya bidang keuangan. Di lingkungan kehidupan sosial   pada umumnya orang dianggap sukses hanya dilihat karena  rumahnya bagus, memiliki jabatan yang mapan, berpenghasilan yang lumayan, sungguhpun lumayan juga sulit diukur. Memiliki kendaraannya mulus keluaran pabrik terkenal dan memiliki banyak usaha dan yang lain. Sepintas orang akan mengatakan dia orang sukses, tapi bukan karena keserakahan, karena korupsi atau karena warisan dari leluhurnya. Harta yang melimpah karena warisan bukan yang dimaksudkna dalam artikel ini, memang ada yang berlimpah harta karena warisan dan itupun tidak dijamin dapat langgeng.

Bagaimana agar kita sukses ?
Untuk menjawab ini mestinya kita membatasi tentang sukses bidang yang mana.   Untuk menjadi sukses antara lain : 

1.    Belajar dan terus belajar.
Dengan belajar secara terus menerus, sesuai bidang yang ditekuninya, orang dapat meraih kesuksesan, karena yang tekun belajar pasti memiliki keseriusan dalam berusaha,  bila jatuh ia akan bangkit dan terus bangkit. Supaya dalam belajar dapat sukses maka harus memiliki komitmen atau janji pada diri sendiri. Douglas Brown ahli bahasa pernah mengatakan bahwa untuk mencapai sukses maka dalam belajar harus memiliki komitmen  secara fisik, artinya ia betul-betul mau belajar dan mau mencari materi pembelajaran yang dibutuhkan agar dapat tetap bisa belajar, dan juga secara mental dan emosional.

2.    Disiplin
Disiplin artinya patuh atau taat pada aturan, yaitu aturan yang dibuat sendiri untuk mencapai sukses. Seperti Thomas Alva Edison, beliau sangat disiplin dalam melakukan percobaan bahkan tak pernah menyerah, sungguhpun percobaan selalu gagal, dan gagal lagi, tapi terus mencoba lagi dan mencoba lagi. Tak tanggung-tanggung, Thomas Alva Edison melakukan percobaan sampai ratusan, bahkan ribuan kali. Tepat pada percobaan ke 9.955 ( baca : sembilan ribu sembilan ratus lima puluh lima kali ) baru berhasil menemukan lampu pijar.


3.    Mau melakukan
Bagaimanapun juga praktek atau untuk melakukan aktifitas sangat diperlukan dalam mencapai kesuksesan. Cita-cita sukses bukan hanya diangan saja, walaupun untuk meraih keberhasilan memang diawali dengan bermimpi dahulu. Dengan bermimpi maka sudah memasuki tahap komitmen pada diri sendiri. Bila hanya terus menghafal teori tentang belajar dan belajar serta menghafalkan pengertian disiplin, maka harapan tetap hanya  harapan.   Dengan melakukan aktifitas maka akan mendapatkan pengalaman, dan dalam melakukan praktik untuk tidak takut menghadapi kegagalan dan kesalahan. Karena dengan melakukan akan menambah pengalaman dan akan menemukan cara yang terbaik untuk mencapai kesuksesan.

Hidup ini sebuah pilihan, kita harus mau menentukan pilihan untuk keberhasilan diri sendiri. Setiap orang mempunyai pilihan yang berbeda untuk meraih kesuksesan sesuai dengan bakat dan talenta masing-masing.

Karena itu tidak ada orang bodoh, karena setiap orang mempunyai peluang yang sama  untuk dapat  sukses dalam hidup, bagi yang belum sukses disebabkan karena  belum menemukan cara yang tepat yang berkaitan dengan  kerangka berpikir,  semangat dan strategi untuk  menjadi seorang  pemenang.  Pada dasarnya semua memiliki potensi masing-masing, semua boleh sukses bila mau berusaha.

Semoga bermanfaat !


Resolusi Pribadi Tahun 2017

       Resolusi Pribadi Tahun 2017                 
 

Pada tahun sebelumnya telah ditulis sebuah artikel tentang Merancang Resolusi Pribadi 2016. Namun demikian perlunya evaluasi dari apa yang telah dirancang, barangkali target terpenuhi atau bahkan tidak tercapai karena terlalu tinggi atau sebab lain. Dalam KBBI dijelaskan tentang pengertian resolusi, secara sederhana adalah sebuah kebulatan tekad berupa rencana atau tuntutan dan harapan yang telah diputuskan secara pribadi atau bersama dalam sebuah pernyataan atau  kebulatan tekad yang harus dicapai di tahun yang akan datang. Dengan menyusun resolusi pada awal tahun merupakan hal yang sangat penting  untuk memberikan panduan atau arah agar perjalanan ke depan akan semakin baik. Berhasil atau tidak yang mengerti adalah dirinya sendiri, paling tidak setiap individu pasti punya rancangan yang menjadi target yang harus dicapai. Dengan membuat sebuah keputusan maka perjalanan ke depan akan lebih terarah untuk mendekatkan diri pada target.

Tahun 2017 ini banyak agenda pemerintah yang dapat memengaruhi target pribadi, misalnya dengan kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga BBM, kenaikan pajak kendaraan dan adanya Pilkada serentak, yang cenderung suasana politik akan menghangat dapat mempengaruhi resolusi pribadi.

Di akhir tahun 2016 kita semua melihat, menyaksikan lewat media elektronik dan media sosial  adanya   gelombang demo yang menyita perhatian masyarakat banyak, karena ada kepentingan kelompok tertentu dan bernuansa politik. Bahkan adanya berita bohong, berita yang menyinggung SARA, menyinggung kebhinekaan, dan mengganggu persatuan NKRI.  Kondisi seperti ini pasti mempengaruhi perekonomian yang ada termasuk target pribadi yang telah dirancangkan dalam resolusi.

Dengan kondisi perpolitikan yang memanas karena adanya Pilkada serentak maka rancangan dan harapan bisa terganggu. Harapan kepada pemerintah agar semua dapat terselesaikan dengan baik, sehingga keamanan terkendali, dan masyarakat boleh menjalankan aktifitasnya dengan baik.

Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang karena itu misteri, dan hanya Tuhanlah yang tahu, namun tidak berlebihan bila kita merancang sebuah target dan memohon agar target dapat tercapai. Karena itu diharapkan agar setiap rancangan dalam resolusi senantiasa melibatkan Tuhan Yang Maha Kuasa melalui  doa. Karena dengan berdoa berarti ada komunikasi dengan Tuhan, memohon agar rancangan dalam resolusi dapat tercapai, namun manusia tidak bisa memaksa pada Sang Khalik. Biarlah kehendak-Mu yang terjadi, sehingga kita mengizinkan rencana Tuhan yang boleh terjadi dalam kehidupan manusia.

Bantu aku mengerjakan survey, klik di sini

Resolusi sebaiknya dibuat pada akhir tahun menjelang pergantian tahun, sambil melakukan evaluasi resolusi tahun sebelumnya.

Secara sederhana kita dapat membuat Resolusi Pribadi :

1. Kehidupan Rohani
Kehidupan seseorang dapat berubah dalam kehidupan rohaninya, yang semula penuh cemar menjadi sangat alim dan sangat rohani, karena telah terjadinya pertobatan, sehingga lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
2. Menjaga Kesehatan
Kesehatan perlu dijaga, karena rancangan yang indah tidak ada artinya bila kita sakit. Barangkali perlu menjaga pola makan dan olahraga teratur, Banyak yang dapt dilakukan dengan menjaga kesehatan ini, saat ini banyak yang tidak dirasakan oleh kebanyakan orang dengan adanya gangguan gula darah, karena itu perlu mengurangi gula, berhenti merokok dan yang lain.
3. Rancangan Pendidikan
Target agar pendidikan selesai tepat waktu, baik yang sekolah maupun kuliah, banyak yang terganggu menyusun skripsi, ataupun tesis. Tidak tahu apa yang akan ditulis dari mana memulainya. Banyak cara yang dapat dilakukan yaitu dengan konsultasi dengan guru maupun dosen, sehingga target akan cepat selesai dan mulai mencari referensi, mencari buku, mulai membaca dan harus ada keberanian menulis dengan sering konsultasi dengan pembimbing. Karena terlambat selesai berarti tambah biaya.
4. Rancangan Mendapatkan Pekerjaan
Yang berkaitan dengan mendapat pekerjaan, maka harus selalu aktif mencari informasi terkini lewat bursa lowongan pekerjaan, rajin browsing mencari lowongan pekerjaan. Rajin membaca iklan lowongan pekerjaan, mamu membeli koran tiap hari 2 atau 3 harian sampai mendapatkan pekerjaan. Bagi yang sudah bekerjaada target untuk naik pangkat dengan menyusun karya tulis barangkali sebagai syarat kenaikan pangkat.
5.  Hubungan Kekerabatan dan Kekeluargaan.
Tidak kalah pentingnya tali silaturahmi antar keluarga dan kerabat, sehingga komunikasi akan makin baik. Semuanya itu perlu rancangan, karena dengan kemajuan teknologi kadang silaturahmi bisa terabaikan karena berbagai kesibukan sebagai alasan.

6.  Pengelolaan Keuangan
Pengelolaan keuangan mudah diucapkan, namun sulit dilaksanakan karena berbagai alasan. Namun dengan perencanaan yang matang maka keuangan dapat dikelola dengan baik. Masyarakat yang makin konsumtif dengan kebutuhan yang meningkat, sering membeli barang yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Sehingga keuangan dapat kacau bila sudah demikian.

Di lingkungan masyarakat Indonesia pada umumnya istilah resolusi belum banyak yang membuat rancangan secara tertulis dan kadang hanya di angan saja. Sehingga bisa terjadi perencanaan dan pelaksanaan sering tidak sesuai. Namun demikian artikel ini sebagai bentuk panduan, sehingga arah dan tujuan akan semakin jelas dan tidak berbelok arah dari yang sudah direncanakan.

Semoga bermanfaat !

Klik baner ini sebagai bagian Resolusi Anda !

Generasi Muda Menolak Kekerasan Berbasis Agama

Generasi Muda Menolak Kekerasan Berbasis Agama
Harian Kompas Jumat16 Desember 2016 menulis tentang Radikalisme yang bersumber dari  hasil survey Internasional NGO Forum on Indonesian Development ( INFID ) dan Jaringan Gusdurian Indonesia. Disebutkan bahwa sebagian besar generasi muda tidak setuju terhadap tindakan radikal dan kekerasan mengatasnamakan agama. Mayoritas kaum muda Indonesia memandang bahwa Pancasila terbukti dapat menyatukan semua komponen bangsa.
Survey dilakukan antara bulan September – November 2016 dengan mewawancara langsung kepada 1.200 responden yang berusia  antara 15 sampai 30 tahun. Disebutkan bahwa survey ini dilaksanakan di enam kota besar yaitu Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Pontianak dan Makasar. Dengan menggunakan metode proportionale stratified random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 %. Demikian hasil survey yang disampaikan oleh Manager Advokasi INVID Beka Ulung Hapsara dalam diskusi publik tentang Sosialisasi Hasil Survey Persepsi Orang Muda dan Pemetaan Internet Media Sosial tentang Radikalisme dan Ekstremisme di Indonesia, di Solo Jawa Tengah.

Hasil survey  pada aspek radikalisme dan kekerasan berbasis agama menunjukkan angka 88,2 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap kelompok agama yang menggunakan kekerasan, sedangkan yang setuju hanya 3,8 persen dan sisanya 8 persen tidak menjawab atau tidak tahu. Pada aspek nasionalisme dan kebangsaan sebanyak 60,0 persen responden menyatakan setuju dan 31.3 persen menyatakan sangat setuju bila Indonesia menjadi bangsa besar karena mampu menaungi semua aspek masyarakat, baik ras, suku, maupun agama yang berbeda-beda.Selain itu 63,1 persen responden menyatakan setuju dan 28,1 menyatakan sangat setuju bahwa Pancasila menyatukan semua komponen bangsa untuk bersatu dan menjaga keutuhan bangsa,  tanpa Pancasila mungkin Indonesia sudah terpecah-belah.

Bantu aku mengerjakan survey, klik di sini 

Indonesia masih bisa optimistis dengan sikap generasi muda karena mayoritas anak muda Indonesia tidak menyukasi tindakan radikal dan ekstrem berbasis agama, sungguhpun ada kecenderungan penurunan toleransi  di kalangan anak muda, demikian disampaikan Beka. Aktivis Jaringan Gusdurian, Bapak Heru Prasetyo juga menyampaikan bahwa Jaringan Gusdurian melakukan pemetaan di internet dan media sosial untuk melihat pesan-pesan ekstremisme yang disebarkan oleh kelompok radikal. Ditemukan ada 8.049 kicauan pada periode satu bulan, itu yang secara jelas mengandung pesan ekstremisme, memberikan ujaran kebencian, menawarkan solusi ekstrem dan lainnya. Dalam fecebook ditemukan 170 posting yang memuat pesan ekstremisme, kata Pak Heru Prasetyo.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo KH Muhammad Dian Nafi, mengatakan bahwa generasi muda semakin individualistis. Karena itu hidup bermasyarakat dan membangun persahabatan harus dibangkitkan kembali di kalangan generasi muda.

Ilustrasi sumber KataKita.com

Dalam Kuliah Umum Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) Repubik Indonesia Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., di Unpad Bandung yang disiarkan unpaj.ac.id, mengajak para mahasiswa agar mewaspadai berbagai dimensi yang bisa memecah belah persatuan bangsa. Dimensi tersebut merupakan berkembangnya globalisasi dan pembangunan bangsa.

Disampaikan bahwa  pembangunan bangsa akan melahirkan turbolensi yang bisa menghasilkan dua nilai, yaitu baik dan buruk, yang buruk akan menggerus nasionalisme. Semangat Sumpah Pemuda yang menyatukan seluruh keberagaman saat ini telah tercabik, semangat toleransi dikatakan hampir menghilang dengan bukti banyaknya kasus-kasus intoleransi di Indonesia. Fenomena radikalisme di Indonesia saat ini menjadi ancaman yang sangat serius bagi kebhinekaan NKRI di masa yang akan datang.

Dengan perkembangan internet di Indonesia maka paham radikalisme yang diposting melalui media sosial dengan mudah diakses oleh semua kalangan termasuk generasi muda kita. Karena itu perlunya perhatian bagi para orangtua, pendidik dan semua pihak untuk mengawasi para putranya dalam menggunakan internet.

Sumber : Kompas 15 Desember 2016, unpad.ac.id.


Pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2016

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI

Tahun 2016

 “Hari Ini Telah Lahir Bagimu Juruselamat, Yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud” 
(Lukas 2:11)

Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia,
Salam sejahtera dalam kasih Kristus.

Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita. Allah bertindak memperbaiki situasi hidup umat-Nya. Berita sukacita itulah yang diserukan oleh Malaikat: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:11). Belarasa Allah itu mendorong kita untuk melakukan hal yang sama sebagaimana Dia lakukan. Inilah semangat atau spiritualitas inkarnasi.

Keikutsertaan kita pada belarasa Allah itu dapat kita wujudkan melalui upaya untuk menyikapi masalah-masalah kebangsaan yang sudah menahun. Dalam perjuangan mengatasi masalah-masalah seperti itu, kehadiran Juruselamat di dunia ini memberi kekuatan bagi kita. Penyertaan-Nya menumbuhkan sukacita dan harapan kita dalam mengusahakan hidup bersama yang lebih baik. Oleh karena itu, kita merayakan Natal sambil berharap dapat menimba inspirasi, kekuatan dan semangat baru bagi pelayanan dan kesaksian hidup, serta memberi dorongan untuk lebih berbakti dan taat kepada Allah dalam setiap pilihan hidup.

Saudari-saudara terkasih,

Kita akan segera meninggalkan tahun 2016 dan masuk tahun 2017. Ada hal-hal penting yang perlu kita renungkan bersama pada peristiwa Natal ini. Sebagai warga negara kita bersyukur bahwa upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia semakin memberi harapan bagi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan yang merata. Walaupun belum sesuai dengan harapan, kita sudah menyaksikan adanya peningkatan dan perbaikan pelayanan publik, penegakan hukum, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan. Kita dapat memandangnya sebagai wujud nyata sukacita iman sebagaimana diwartakan oleh malaikat kepada para gembala, “aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Luk 2:10).

Memang harus kita akui bahwa masih ada juga segi-segi kehidupan bersama yang harus terus kita perhatikan dan perbaiki. Misalnya, kita kadang masih menghadapi kekerasan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Masalah korupsi dan pungli juga masih merajalela, bahkan tersebar dari pusat hingga daerah. Kita juga menghadapi kemiskinan yang sangat memprihatinkan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka kemiskinan per Maret 2016 masih sebesar 28,01 juta jiwa. Keprihatinan lain yang juga memerlukan perhatian dan keterlibatan kita untuk mengatasinya adalah peredaran dan pemakaian narkoba. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015 memperlihatkan bahwa pengguna narkoba terus meningkat jumlahnya. Pada periode Juni hingga November 2015 terjadi penambahan sebesar 1,7 juta jiwa, dari semula 4,2 juta menjadi 5,9 juta jiwa. Semakin banyaknya pengguna narkoba itu tidak lepas dari peran produsen dan pengedar yang juga bertambah.

Kita juga harus bekerja keras untuk mendewasakan dan meningkatkan kualitas demokrasi. Penyelenggaraan Pemilu merupakan salah satu sarananya, seperti Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak (Pilkada serentak) yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017 di 101 daerah terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Peristiwa itu akan menjadi ujian bagi partisipasi politik masyarakat dan peningkatan kualitas pelaksana serta proses penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Tantangan-tantangan tersebut, sebagaimana juga masalah lainnya, harus kita hadapi. Jangan sampai persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan itu membuat kita merasa takut. Kepada kita, seperti kepada para gembala, malaikat yang mewartakan kelahiranYesus mengatakan “jangan takut” (Luk 2:10).

Saudari-saudara terkasih,

Marilah kita jadikan tantangan-tantangan tersebut kesempatan untuk mengambil prakarsa dan peran secara lebih nyata dalam menyikapi berbagai persoalan hidup bersama ini. Kita ciptakan hidup bersama yang damai dengan terus melakukan dialog. Kita lawan korupsi dan pungli dengan ikut aktif mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran pembangunan. Kita atasi problem kemiskinan, salah satunya dengan meningkatkan semangat berbagi. Kita lawan narkoba dengan ikut mengupayakan masyarakat yang bebas dari narkoba, khususnya dengan menjaga keluarga kita terhadap bahaya barang terlarang dan mematikan itu.

Kita tingkatkan kualitas demokrasi kita melalui keterlibatan penuh tanggungjawab dengan menggunakan hak pilih dan aktif berperan serta dalam seluruh tahapan dan pelaksanaan Pilkada. Kita juga berharap agar penyelenggara Pilkada dan para calon kepala daerah menjunjung tinggi kejujuran dan bersikap sportif, menaati semua aturan yang sudah ditentukan dan aktif berperan menjaga kedamaian demi terwujudnya Pilkada yang berkualitas. Kita tolak politik uang. Jangan sampai harga diri dan kedaulatan kita sebagai pemilih kita korbankan hanya demi uang.

Kita syukuri kehadiran Yesus Kristus yang mendamaikan kembali kita dengan Allah. Inilah kebesaran kasih karunia Allah, sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah (1Yoh 2:1). Di dalam Yesus Kristus kita memperoleh hidup sejati dan memperolehnya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10). Kita syukuri juga berkat yang telah kita terima sepanjang tahun yang segera berlalu.

Kita sampaikan berkat sukacita kelahiran Yesus Kristus ini kepada sesama kita dan seluruh ciptaan. Kita mewujudkan karya kebaikan Allah itu melalui perhatian dan kepedulian kita terhadap berbagai keprihatinan yang ada dengan aktif mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, perayaan kelahiran Yesus Kristus ini dapat menjadi titik tolak dan dasar bagi setiap usaha kita untuk lebih memuliakan Allah dalam langkah dan perbuatan kita.


SELAMAT NATAL 2016 DAN TAHUN BARU 2017

Jakarta, 10 November 2016

Atas nama

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)    KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)
    Pdt. Dr. Henriette T.H-Lebang (Ketua Umum)
Pdt. Gomar Gultom (Sekretaris Umum)                        
Mgr. Ignatius Suharyo (Ketua)
Mgr. Antonius Subianto B (Sekretaris Jendral)
 

Sumber : Disadur oleh Drs. Yulianto, M.Pd.K dari Pesan Natal PGI dan KWI Tahun 2016