Keunikan Kitab Mazmur

Keunikan Kitab Mazmur
                   

Pembaca seiman pasti tahu bahwa Kitab Mazmur ada di tengah-tengah Alkitab, artinya bila mencari Kitab Mazmur, kita pegang Alkitab dan buka dengan membagi halaman atau lembaran isi menjadi dua, pasti muncul Kitab Mazmur. Kitab Mazmur memiliki 150 pasal, dengan jumlah ayat ada 2.461 ayat. Mazmur pasal 118 adalah pasal yang terletak di tengah – tengah Alkitab.  Dan Keunikan Kitab Mazmur ada 6 yaitu :

Ada 6 keunikan Kitab Mazmur yaitu  pada Pasal 118 ini  :

1.    Sebelum Kitab Mazmur 118 adalah Mazmur 117 adalah pasal terpendek dari Alkitab, hanya ada 2
       ayat, anda dapat membukanya sendiri.
       a.  Ayat  1 : Pujilah TUHAN, hai segala bangsa,megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa !
       b. Ayat  2  : Sebab kasihnya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya !
2.    Setelah Kitab Mazmur 118 adalah Mazmur 119 adalah Mazmur terpanjang  dari Alkitab, ada 176 ayat,
       dan Anda dapat membuktikan sendiri maupun membacanya.
3.    Sebelum Kitab Mazmur 118 ada 594 pasal bukan ayat.
4.    Sesudah Kitab Mazmur 118 ada 594 pasal bukan ayat.
5.    Kalau seluruh pasal dijumlahkan, diluar Mazmur 118   ( 594 + 594 ) semuanya berjumlah 1188 pasal.
6.    Angka 1188 atau Mazmur 118:8  juga merupakan ayat yang terletak di tengah-tengah Alkitab.
       Ayat yang terletak di tengah-tengah  atau ayat sentral itu memiliki arti  yang dalam dan jelas sekali. 
       Kalau Tuhan sudah meletakkan ayat tersebut di tengah-tengah seperti itu pasti ayat itu sangat penting.
      Anda dapat membuka Alkitab dan membacanya sendiri.

      Jumlah Pasal dan Ayat dalam Kitab Mazmur :

    Pasal         Jumlah Ayat       Pasal     Jumlah Ayat    Pasal   Jumlah Ayat
1. 6 51. 19 101. 8
2. 12 52. 9 102. 28
3. 8 53. 6 103. 22
4. 8 54. 7 104. 35
5. 12 55. 23 105. 45
6. 10 56. 13 106. 48
7. 17 57. 11 107. 43
8. 9 58. 11 108. 13
9. 20 59. 17 109. 31
10. 18 60. 12 110. 7
11. 7 61. 8 111. 10
12. 8 62. 12 112. 10
13. 6 63. 11 113. 9
14. 7 64. 10 114. 8
15. 5 65. 13 115. 18
16. 11 66. 20 116. 19
17. 15 67. 7 117. 2
18. 50 68. 35 118. 29
19. 14 69. 36 119. 176
20. 9 70. 5 120. 7
21. 13 71. 24 121. 8
22. 31 72. 20 122. 9
23. 6 73. 28 123. 4
24. 10 74. 23 124. 8
25. 22 75. 10 125. 5
26. 12 76. 12 126. 6
27. 14 77. 20 127. 5
28. 8 78. 72 128. 6
29. 11 79. 13 129. 8
30. 12 80. 19 130. 8
31. 24 81. 16 131. 3
32. 11 82. 8 132. 18
33. 22 83. 18 133. 3
34. 22 84. 12 134. 3
35. 28 85. 13 135. 21
36. 12 86. 17 136. 26
37. 40 87. 7 137. 9
38. 22 88. 18 138. 8
39. 13 89. 52 139. 24
40. 17 90. 17 140. 13
41. 13 91. 16 141. 10
42. 17 92. 15 142. 7
43. 5 93. 5 143. 12
44. 26 94. 23 144. 15
45. 17 95. 11 145. 21
46. 11 96. 13 146. 10
47. 9 97. 12 147. 20
48. 14 98. 9 148. 14
49. 20 99. 9 149. 9
50. 23 100. 5 150. 6
Jumlah 572
822
887 2.461

 Anda dapat membaca selengkapnya di alkitab atau Alkitab Sabda

Kata Kunci :   Mazmur,
                      keunikan
                      Kitab Mazmur
                       
Semoga Bermanfaat !

Penulis : Drs. Yulianto, M.Pd.K. Praktisi Pendidikan, Pengajar STT Diakonos































                



 






















              
              
               

            


               


































































































































                



 























Tata Kelola SMA/ SMK serta Honor GTT dan PTT

Tata Kelola SMA/ SMK dan Honor GTT dan PTT 

Sebagai akibat terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, maka terjadi peralihan Pengelolaan Pendidikan Menengah dari Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota ke Dinas Pendidikan Provinsi. Sehingga Sekolah Menengah Atas (SMA ) dan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) pengelolaannya menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi. Karena itu sejak mulai Tahun 2017 tepatnya Oktober 2016 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mesti mengelola 364 SMA dan 234 SMK se Jawa Tengah dengan para Guru yang berjumlah 28.640 orang. Pengelolaan oleh Dinas Pendidikan Provinsi bukan perkara mudah karena diantara guru tersebut terdapat sekitar 16.220 guru yang berstatus non-PNS atau Guru Tidak Tetap yang bahasa umumnya disebut Guru Wiyata Bakti. Sedangkan pengelolaan SD dan SMP masih tetap dalam kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

  Ilustrasi SMK Mardikenyo Purwokerto

Dengan pengalihan ke Provinsi, maka tidak semua Guru non PNS dibayar oleh provinsi. Menurur penjelasan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ) Provinsi Jawa Tengah  Bapak Urip Sihabudin, S.H., M.H. dalam Derap Guru, mengatakan bahwa yang ditanggung oleh Pemerintah Provinsi hanya GTT dan PTT yang mengajar di SMA dan SMK Negeri. Bagi Guru PNS yang ada di SMA/ SMA penggajiannya tidak ada  masalah karena sudah dianggarkan oleh APBN.

Honor GTT dan PTT

Bagi GTT dan PTT di SMA/ SMK Negeri mesti dibayar oleh pemerintah melalui APBD Provinsi,  pemerintah akan memberikan dengan jumlah yang layak dan manusiawi, serta berdasarkan aturan yang jelas. Menurut informasi bahwa gaji bagi GTT dan PTT akan dilakukan dengan sistem kontrak kerja yang jumlah nominalnya disesuaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota. Sehingga penerimaannya akan berbeda antara kabupaten satu dengan yang lain. Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Jateng Nomor 560/50 Tahun 2016 tanggal 21 November 2016.

 Ilustrasi :Unjuk rasa Guru GTT

Gaji yang mereka terima juga ada syaratnya yaitu mereka harus S1 sesuai amanat UU Guru dan Dosen  ( UU No 14 Tahun 2005 ). Pendidikan S1 yang mereka miliki harus Linier dengan bidang tugasnya, atau mata pelajaran yang diampunya, selain itu jumlah jam mengajar minimal 24 jam perminggu. Yang tidak memenuhi 24 jam perminggu akan dibayar perjam Rp 50.000 dikalikan jumlah jam mengajarnya. Bagi Guru non PNS di sekolah swasta, penggajiannya merupakan kewenangan sekolah masing-masing melalui Yayasan tetapi pembinaannya oleh Dinas Pendidikan Provinsi, selain oleh Yayasan itu sendiri.

Kekurangan Guru

Saat ini dengan sedikitnya pengangkatan Guru PNS, dan besarnya guru yang pensiun masal sebagai akibat dari pengangkatan Guru Inpres secara masal pada tahun tujuh puluhan di era Presiden Soeharto, saat ini sudah memasuki masa pensiun masal. Maka praktis sekolah kekurangan Guru, sehingga kekurangan ini harus diatasi dengan mengangkat Guru Tidak Tetap atau Guru Wiyata Bakti yang diangkat oleh Sekolah atau Komite Sekolah. Sungguhpun pengangkatan Guru Wiyata Bakti juga tidak dibenarkan setelah terbitnya PP 48 Tahun 2005 tanggal 11 November 2005. Tetapi sekolah menuntut keberadaan Guru untuk mengajar sehingga solusinya adalah mengangkat Guru Tidak Tetap atau Guru Wiyata Bakti yang jumlahnya sangat banyak.

Guru Tidak Tetap/ Guru Wiyata Bakti

Data dari Kemendikbud dalam 15 tahun terakhir tercatat Guru Tidak Tetap dari jumlah 84.600 orang menjadi 812.064 Guru Honorer, meningkat 850 %, dibanding  Guru PNS yang hanya 23 prosen. Jumlah Guru  Tidak Tetap ini, baru yang terdata di Dinas Pendidikan, sedangkan yang tidak terdata jumlahnya juga banyak, karena pengangkatannya oleh sekolah masing-masing tidak koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kota. Pendanaan untuk honor Guru Tidak Tetap atau Guru Wiyata Bakti ini dialokasikan dari dana BOS yang jumlahnya dibatasi sekitar 10-15 %, dibagi jumlah Guru. Sehingga setiap Guru Wiyata Bakti menerima di kisaran Rp 300.000 sampai Rp 400.000 perorang perbulan ditambah bantuan dari Pemda setempat yang jumlahnya kisaran Rp 300.000 - Rp 400.000 yang diterimakan 3 atau 4 bulan sekali. Dengan pengalihan SMA/ SMK ke Dinas Provinsi, maka menurut hitungan penerimaannya akan naik karena disesuaikan dengan UMR, sungguhpun itu juga belum layak dibanding Guru PNS yang menerima Gaji besar dan menerima Tunjangan Sertifikasi. Oleh karena itu untuk membantu honor GTT, sekolah-sekolah tetap meminta bantuan dari orang tua murid untuk menambah honor para Guru Tidak Tetap ini, menurut pendapat umum itu sah-sah saja, karena pendapatan mereka memang sangat tidak layak


Besaran Upah Minimum Kabupaten/ Kota Tahun 2017 
Sebagai Pedoman Penggajian GTT dan PTT oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

 No.                           Nama Kabupaten Kota                             Besaran UMK/ Rp
1  Kota Semarang2.125.000
2   Kabupaten Semarang 1.745.000
3   Kabupaten Demak 1.900.000
4   Kabupaten Kudus 1.740.900
5   Kabupaten Jepara 1.600.000
6   Kabupaten Pati 1.420.000
7
  Kabupaten Rembang
1.408.000
8   Kabupaten Grobogan 1.435.000
9   Kabupaten Kendal 1.774.867
10   Kabupaten Batang 1.603.000
11   Kabupaten Pemalang 1.460.000
12   Kota Pekalongan 1.623.750
13  Kabupaten Pekalongan1.583.697
14   Kota Tegal 1.499.500
15   Kabupaten Tegal 1.487.000
16   Kabupaten Brebes 1.418.100
17   Kabupaten Boyolali 1.519.289
18   Kabupaten Sragen 1.422.585
19   Kabupaten Sukoharjo1.513.000
20   Kota Surakarta 1.534.985
21   Kabupaten Klaten 1.528.500
22   Kabupaten Karangnanyar 1.560.000
23   Kabupaten Wonogiri 1.401.000
24   Kabupaten Magelang 1.570.000
25  Kota Magelang1.453.000
26   Kabupaten Temanggung 1.431.500
27   Kabupaten Wonosobo 1.457.100
28   Kabupaten Purworejo 1.445.000
29   Kabupaten Kebumen 1.433.900
30   Kabupaten Banyumas 1.461.400
31
  Kabupaten Purbalingga
1.522.500
32   Kabupaten Cilacap 1.693.689
33   Kabupaten Banjarnegara 1.370.000
34   Kota Salatiga 1.596.000
35   Kabupaten Blora 1.438.100






Anda dapat mendapatkan info tentang Pendidikan di Jawa Tengah melalui pdkjateng.go.id
Kata kunci :  tata kelola
                    SMA/ SMK
                    honor GTT
                    UMK Jateng

 Semoga Bermanfaat !

Referensi : Teguh Wibowo Derap Guru dan Sumber lain
Penulis    : Drs. Yulianto, M.Pd.K. Praktisi Pendidikan, Dosen STT Diakonos


Sekolah Tinggi Teologi Diakonos Banyumas

Sekolah Tinggi Teologi Diakonos Banyumas
Sekolah Tinggi Teologi Diakonos, berdiri 2002  tepatnya Senin Kliwon, 21 Oktober 2002 di bawah naungan Yayasan Pelayanan Kasih ( YPK ) Jakarta sesuai Akta Notaris Garnando Samuelson S., S.H, Nomor 1 tanggal 2 Agustus 2002, dan sudah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 31/ 2003 serta sudah terdaftar dengan Surat Keputusan  Departemen Agama Kantor Wilayah DKI Jakarta Nomor WJ/7/BA.01.1/2177/2003.
Sejak tanggal 2 April 2007 Yayasan Pelayanan Kasih berganti nama menjadi Yayasan Pohon Kasih Jakarta NPWP : 02.589.715.8-034.000 dengan Akta Notaris Iwan Halimym S.H., M.H. Nomor 16 tanggal 16 Maret 2007 dan sudah terdaftar sesuai SK Menkumham RI Nomor C-1133.HT.01.02.TH 207. Perkuliahan pertama dilaksanakan dengan menyewa tempat di Banyumas.

Tempat perkuliahan di Jalan Kawedanan Banyumas sampai September 2009

Perjalanan Panjang
Sejak berdiri hingga memiliki kampus melewati perjalanan terjal dan panjang selama hampir  15 tahun, banyak hambatan dan tantangan nyata yang harus dihadapi. Bersyukur semua dapat dilewati dengan baik atas pertolongan Tuhan. Sebelum memiliki tempat sendiri,  perkuliahan berpindah-pindah  dari satu tempat ke tempat lain hingga memasuki tahun ketujuh, perkuliahan STT Diakonos sudah tiga kali pindah.

Perkuliahan pertama bertempat di SD Kristen Banyumas. Memasuki tahun kedua, perkuliahan dipusatkan di Sekretariat Jalan Kawedanan No. 262 Sudagaran-Banyumas, juga sebagai asrama bagi mahasiswa reguler, memasuki tahun ketujuh tepatnya bulan September 2009 pindah ke Eks. SMK Maranatha Tanjung Purwokerto sebagai tempat perkuliahan sekaligus asrama, karena di Banyumas sudah tidak memadai lagi. Baru pada tahun 2016 tepatnya Rabu, 14  Oktober 2016  STT Diakonos menempati kampus baru, sehingga perkuliahan dan asrama dipusatkan di lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi, sungguhpun Asrama masih sangat sederhana.
Asrama Mahasiswa yang sangat sederhana atap daun ilalang

Sejarah Berdirinya STT Diakonos
Sekolah Tinggi Teologi Diakonos, terlahir karena adanya kerinduan beberapa Hamba Tuhan yang melayani di berbagai denominasi gereja, di sekolah-sekolah negeri maupun swasta sebagai Pendidik dan beberapa alumni yang baru menyelesaikan studi Teologi. Ini terjadi karena belum tersedianya wadah Pendidikan Teologi yang berorientasi oikumenis yang dapat menyediakan Program Pendidikan Agama Kristen di wilayah eks Karesidenan Banyumas yaitu Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap dan Kabupaten Kebumen. Sehingga harapan STT dimunculkan dalam misi Diakonos adalah Beriman dan Berilmu untuk Melayani.

Sejak terbitnya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 menuntut persyaratan bagi seorang Pendidik, minimal harus berpendidikan Strata 1 sesuai dengan bidang tugasnya. Ini merupakan fakta nyata bahwa Tenaga Pendidikan yaitu Guru Pendidikan Agama Kristen  yang ada sebagian besar hanya berpendidikan setingkat SMA, Diploma 2 dan atau Diploma 3. Kenyataan ini yang menjadikan pemikiran bagi para Praktisi Pendidikan Agama Kristen untuk memperlengkapi mereka dengan kemampuan akademis dengan menempuh pendidikan setingkat Strata 1 sehingga mampu bersaing secara profesional dalam pelayanannya.
Selain itu gereja juga memasuki masa milenium ketiga, yang sedang terlibat dalam suatu proses perubahan sosial yang sangat cepat, karena pengaruh globalisasi yang tidak mungkin terelakkan. Kenyataan ini menuntut ketersediaan tenaga rohaniwan dan intelektual Kristen yang mampu menjadi pelayan Tuhan, baik sebagai Gembala Sidang, Pendeta, Penginjil, Konselor maupun Guru Agama Kristen yang handal dan mampu berpikir serta bertindak jernih, sehingga mampu  memberi kontribusi teologis yang kritis dan kreatif. 

Fasilitas Sederhana
Sesuai dengan perjalanan waktu maka perkuliahan dapat berlangsung  sesuai aturan akademik, sungguhpun dengan fasilitas yang sangat terbatas. Penjaminan mutu lulusan sangat menjadi perhatian dari lembaga STT Diakonos ini. Lulusan selalu habis terserap dalam lingkungan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, karena mahasiswa berasal dari seluruh pulau-pulau di Indonesia, antara lain dari Tanah Toraja, Mamuju, Makasar, Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, Kupang, Pulau Nias dan sebagian Sumatera bagian Selatan, selain dari lingkungan daerah Jawa.  Begitu selesai mengikuti pendidikan dengan berbekal ijazah S1, mereka pulang kampung untuk memajukan pendidikan dan pelayanan di daerah asal. Mereka siap terjun dilapangan dengan kondisi sebagian besar wilayah pedesaan. Selain itu mahasiswa kami juga ada yang masuk ke wilayah pedalaman Papua. Di Papua dia membangun masyarakat di sana dengan memberikan pendidikan yang pasti belum seperti pendidikan di daerah Jawa.

Praktik Pertanian
Sekolah Tinggi Teologi Diakonos yang berorientasi pada pedesaan, maka mahasiswa juga dibekali dengan praktik pertanian. Karena itu STT Diakonos juga memiliki tanah untuk praktek bertani dan berkebun para mahasiswa. Mereka dilatih untuk bertani, sehingga bila saatnya terjun ke masyarakat mereka sudah diperlengkapi ketrampilan umum yang dapat di terapkan di masyarakat dengan tidak  mengabaikan panggilannya sebagai pelayan untuk menyampaikan kabar suka cita.

Pengurus Yayasan Pohon Kasih di Kebun Pertanian
Karyawan dan Tenaga Pengajar
Sesuai Pasal 45 UU No 14 Tahun 2005 disebutkan bahwa Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani dan memenuhi kualifikasi yang lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Di pasal lain juga dijelaskan bahwa Dosen harus memenuhi kualifikasi akademik minimun Program Magister dan Program Doktor untuk mengajar Pascasarjana.
Besyukur dosen pengajar untuk Program S 1 sudah memenuhi kuaifikasi akademik dengan lulus dari Program Magister. Tanggal 14 Juni 2017 telah lulus Program Doktor untuk 4 orang dosen tetap, sehingga saat ini STT Diakonos telah memiliki 8 orang  Lulusan Program S3. Kegiatan akademik dengan didukung oleh staff Tata Usaha dan Biro Akademik, sehingga kegiatan administrasi dapat berjalan dengan lancar.

Akreditasi BAN PT
Dalam perkembangannya Sekolah Tinggi Teologi Diakonos Banyumas pada tanggal 22 April 2004 telah berstatus Terdaftar di Depag RI dengan SK Dirjen Bimas Kristen Depag RI Nomor DJ.III/Kep/HK.00.5/67/1198/2004. Dengan status tersebut maka STT Diakonos Banyumas sudah dapat melaksanakan Ujian Negara bagi mahasiswanya dan semakin mantap melangkah ke depan dengan segala sesuatunya yang harus segera diperlengkapi demi lancarnya kegiatan perkuliahan seperti layaknya sebuah lembaga pendidikan tinggi. STT Diakonos selalu berusaha memenuhi ketentuan pemerintah yang berkaitan dengan persyaratan administrasi yang dibutuhkan baik akademik maupun ketenagaan.
STT Diakonos memiliki 2 Program studi yaitu Program Studi Pendidikan Agama Kristen yang sudah terakreditasi  sesuai dengan SK BAN PT Nomor 097/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/II/2013 dan Program Studi Teologi yang sudah terakreditasi BAN PT dengan SK Nomor 773/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2015.

Pembangunan Fisik
Sejak kepindahannya di tempat baru di Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas, pada Rabu, Kliwon, 12 Oktober 2016. Posisi kampus diakonos, di jalan searah  Wisma Omi Goa Maria Kaliori  Maka semua kegiatan fokus di kampus baru sungguhpun asrama masih sangat sederhana. Tetapi  tidak mengurangi semangat para mahasiswa dalam berkarya. Fasilitas yang baru adalah sebuah Bangunan Asrama Putri Irawaty lengkap dengan Fasilitasnya, diresmikan oleh Ibu Helen Irawaty pada Senin, 10 Juli 2017 sebagai donatur dengan penandatanganan Prasasti bersama Pimpinan Yayasan Pohon Kasih, sekaligus juga Peletakan Batu Pertama Asrama Putra Dasuki.
Sedang dalam proses finishing bangunan 3 ruang kuliah  dan akhir Juli 2017 ini sudah dapat dapat difungsikan untuk perkuliahan, dan dilanjutkan dengan pembangunan 3 ruang kuliah yang diperkirakan bulan Oktober 2017 sudah bisa dipakai untuk perkuliahan.

Asrama Putri Irawaty STT Diakonos


Rencana Asrama Putra Dasuki akan di bangun di sini

Pendaftaran Mahasiswa Baru
Tahun akademik 2017/2018 STT Diakonos sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru, baik untuk Program Studi S1 Pendidikan Agama Kristen dan Program Studi S1 Teologi serta Program S2 Pendidikan Agama Kristen. Persyaratan dan ketentuan dalam pendaftaran dapat Anda baca sendiri di sini.
1.    Pendaftaran Program S1 : klik di sini
2.    Pendaftaran Program S2 : klik di sini
3.    Formulir Pendaftaran Progran S1  : klik di sini
4.    Formulir Pendaftaran Program S2 : klik di sini

Kegiatan Musik


Pada tanggal 8 Juni 2017 STT Diakonos mengikuti lomba di Kodam IV Diponegoro Semarang, meski tidak membawa piala kemenangan namun kami bangga dapat tampil dengan baik dan maksimal. Didampingi oleh Dosen Musik kami Bapak Riahman Damanik mengenakan pakaian adat dan kami mahasiswa mahasiswi STT Diakonos siap untuk berkarya dan melayani . Pada Sabtu, 15 Juli 2017 tim musik mahasiswa STT Diakonos mengisi musik angklung dalam Rangka Ulang ke-50 Tahun GKII Jakarta dalam asuhan Bapak Riahman Damanik.
Donasi  
Kami masih membutuhkan uluran tangan Saudara yang tergerak untuk memberikan donasi terutama untuk bantuan mahasiswa, karena mahasiswa kami yang berasal dari berbagai suku dan daerah di Indonesia, tidak kamu pungut biaya. Untuk biaya operasional harian kami mengandalkan dari para donatur yang tergerak untuk pelayanan. 
Apabila Pembaca tergerak untuk memberikan donasi, silakan dikirim ke 
Bank Jateng  Nomor Rekening 2-120-01689-6 a.n. Yulianto.
Info selengkapnya dapat diakses melalui : www.sttdiakonos.ac.id/

Semoga Bermanfaat Tuhan Memberkati !
Penulis : Drs. Yulianto, M.Pd.K. Dosen STT Diakonos





Info Lowongan CPNS 2017

                               INFO LOWONGAN CPNS 2017
Kabar gembira bagi generasi muda kita karena tahun 2017 ini pemerintah membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil. Ada sekitar 19 ribu lebih formasi yang tersedia. Penerimaan CPNS ini untuk dua lembaga pemerintah yaitu Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia tersedia 17.962 formasi serta Mahkamah Agung, tersedia 1.684 formasi.

Pemerintah memberikan formasi bagi lulusan terbaik untuk 468 orang dan juga untuk putra putri terbaik dari Papua serta Papua Barat berjumlah 301 orang. Demikian informasi lewat setkab.go.id yang disiarkan oleh Tempo. Menurut Bapak Asman Abnur, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi formasi untuk Mahkamah Agung meliputi kebutuhan calon Hakim pada Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan Tata Usaha Negara. Formasi calon hakim dibutuhkan yang berkualifikasi Sarjana Hukum, Syariah maupun Jurusan Hukum Islam.

                                                                Ilustrasi Sumber foto.net

Sedangkan Calon Pegawai Negeri Sipil yang dibutuhkan Kemnterian Hukum dan Hak Asazi Manusia meliputi 21 jabatan, mulai dari petugas Penjaga Lembaga Pemasyarakatan ( Petugas Lapas ) dibutuhkan sampai 14.000 ( baca empat belas ribu ) orang, dengan pendidikan minimal lulusan SLTA/ sederajat dan menguasai komputer. Ini kesempatan yang baik bagi lulusan SLTA karena mendapat kesempatan untuk bersaing menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Petugas Analis Keimigrasian, pemerintah membutuhkan 2.278 orang dengan pendidikan paling rendah Sarjana S1 dari berbagai jurusan antara lain Jurusan Hukum, Sosial Politik, Jurusan Ekonomi, Akuntasi, Jurusan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknik Komputer dan Bahasa Asing.

Lebih lengkapnya tentang  informasi rekrutmen CPNS ini dapat dilihat di situs berikut ini.

a. Situs Kementerian PAN-RB                :  https://www.menpan.go.id/

b. Situs Badan Kepegawaian Negara    :  https://sscn.bkn.go.id

c. Situs Mahkamah Agung                     :  https://www.mahkamahagung.go.id, 

                                                                   http://badilum.mahkamahagung.go.id,

                                                                   http://badilag.mahkamahagung.go.id,

                                                                   http://ditjenmiltun.mahkamahagung.go.id/

d. Situs Kementerian Hukum dan HAM: http://cpns.kemenkumham2017.go.id

Pendaftara secara  online dan terintegrasi melalui https://sscn.bkn.go.id pada tanggal 1-31 Agustus 2017.

Semoga Bermanfaat !
Sumber Tempo.co


Pola Pengasuhan Orang tua

Pola Pengasuhan Orang tua
 

Anak merupakan  anugerah Tuhan bagi keluarga, mereka memiliki bakat dan potensi yang serta karakter yang unik, karena tidak ada dua anak bahkan kembar sekalipun memiliki bakat dan karakter yang sama.  Setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya sukses dan berprestasi dalam pendidikan maupun pengembangan bakatnya. Sehingga orang tua terkadang memaksakan diri agar anaknya mau mengikuti berbagai les agar dapat menunjang keberhasilan dalam pendidikan, baik yang bersifat akademik, bakat maupun ketrampilan. Anak tetaplah anak bukan manusia kecil, sehingga mereka memiliki kemampuan yang sangat terbatas sesuai dengan masa perkembangan anak. Mereka memiliki dunianya yang tidak akan terulang lagi bila sudah dewasa. Karena itu berilah keempatan anak-anak untuk menikmati dunia dengan baik, sehingga boleh bertumbuh secara alami sesuai dengan perkembangan jiwanya. Anak tidak bisa dipaksakan sesuai harapan orang tuanya, karena mereka bukanlah orang tua.

Pola Dasar Pengasuhan

Menurut Adam Khoo, ia adalah seorang milyarder atas usahanya saat dia berusia 26 tahun, karena usaha bisnisnya ia memiliki pendapatan bersih $20 juta pertahun.  Ia bersama Gary Lee menulis buku berjudul Nurturing the Winner & Genius ini Your Child dalam terjemahan Bahasa Indonesia “ Membentuk Anak Menjadi Seorang Pemenang dan Genius “. Ia membedakan Pola Dasar Gaya Pengasuhan Orang tua menjadi 4 yaitu :

1.  Bapak dan Ibu Negatif

Orang tua memandang anaknya secara negatif, orangtua sering menyalahkan bahkan memukulnya. Bila prestasinya kurang baik,  orangtua sering membandingkan dengan saudaranya atau temannya. Anak menjadi tidak konsentrasi dalam belajarnya karena orangtuanya sering memberikan label negatif kepadanya. Sehingga anak tidak betah di rumah dan cenderung sering  keluar sebagai bentuk kompensasi, karena ia lebih nyaman bersama kelompoknya di luar rumah.

2.  Bapak dan Ibu Sempurna

Anaknya yang berprestasi dalam study, menjadikan kebanggaan bagi orangtua. Bahkan orang tua ikut mengatur kemauan pendidikan anaknya, padahal anaknya sudah memiliki keinginan sesuai dengan harapan dirinya. Tapi anak tidak mau menyampaikan kepada orangtuanya karena takut mereka kecewa. Orang tua begitu banyak menginvestasikan dananya demi keberhasilan anaknya. Orangtua sering menceritakan keberhasilan anaknya di depan temannya atau orang lain.  Anak dipaksakan untuk selalu membaca, belajar dan tidak boleh bergaul dengan temannya, takut terpengaruh teman yang tidak baik. Ia terkucilkan dari teman-temannya, sehingga kadang anak merasa benci pada orangtuanya. Karena anak tidak pernah berkomunikasi dengan teman, sehingga tidak tahu cara berkomunikasi dengan teman seusianya.

3.  Bapak dan Ibu Lembut Hati

Orangtua sangat memanjakan anaknya, anak selalu dicukupi semua kebutuhannya. Permintaan anak selalu dicukupinya, dan orang tua cenderung menutupi segala kekurangan anaknya karena mereka sangat mencintainya. Anak cenderung tidak pernah membantu pekerjaan orang tua. Anak diberikan kebebasan, termasuk bila tidak masuk sekolahpun orangtua menutupinya, dengan alasan tidak enak badan. Sehingga reputasi di sekolah memburuk, sebagai kompensasi ia sering mengisap rokok secara sembunyi-sembunyi. Ia memiliki banyak teman di luar rumah dan pulang sampai larut malam, danmenjadi anak yang tidak terkendali.

4.  Bapak dan Ibu Materialistis

Orang tua yang satu ini sukses di bidang materi, keduanya bekerja penuh waktu hingga larut malam, kehidupannya sangat mapan dan dihormati sekelilingnya. Keluarga diurus oleh orang kepercayaan  yang di gaji, sehingga kedua anaknya lebih dekat dengan Pembantu dibanding kepada orangtua. Keluarga jarang kumpul bersama anak-anak, bila rekreasi bareng orang tua asyik dengan hobi masing-masing. Sesuai dengan berjalannya waktu, saat anak-anak menjelang remaja, mereka sudah bisa menentukan jalan hidupnya sendiri, dengan berkumpul bersama komunitasnya di luar rumah, karena orang tua sibuk sendiri. Kebutuhan selalu dicukupi, karena orang tua beranggapan bahwa uang dapat untuk membeli pendidikan terbaik, karena merekapun tidak mempedulikan nilai anak-anak. Karena kesibukan masing-masing, sehingga Bapak Ibu Materialistis memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya dalam bentuk pakaian bermerk, gadget terbaru atau yang lain dan uang saku yang lebih. Orangtua tidak pernah mengontrol para putranya pada jam malam. Teman-temannya menganggap dia sangat diperhatikan oleh orangtua dengan uang yang berlebih. Apakah ia merasa bahagia ? Tidak juga, karena orang tuanya jarang memberikan kasih sayang berupa komunikasi lewat telepon, ia merasakan kesepian.

Barangkali ini adalah contoh pengasuhan sebagai orang tua yang dapat terjadi di masyarakat. Sungguhpun banyak yang mengkombinasikan pola pengasuhan satu dengan lainnya. Barangkali sebagai orangtua bertanya-tanya dalam dirinya, apakah saya sudah melakukan yang terbaik bagi anak-anak saya. Pasti semua orang tua mengharapkan pola pengasuhan yang terbaik bagi putra-putrinya, namun terkadang maksud yang baik dari orangtua, bisa ditafsirkan secara negatif oleh remaja mereka.

Suasana Bermain

Masa kanak-kanak adalah masa untuk bermain bersama teman-temannya, untuk tidak dirampas hanya untuk mengejar ambisi orang tua. Orang tua juga tidak salah bila punya harapan agar putranya berprestasi.  Setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya sukses dalam pendidikan dan yang lain.   Sehingga dengan berbagai cara diusahakan untuk mengikuti les diberbagai kesempatan. Kemampuan anak itu terbatas dan anak tetap anak yang membutuhkan waktu untuk bermain bersama teman-temannya. Oleh karena itu sangat bijaksana bila orang tua dapat memahami kebutuhan anak dan tidak mamaksakan ambisi orang tua sehingga harus mengikuti banyak les yang melelahkan.

Semoga Bermanfaat !

Silakan klik baner dibawah ini untuk mendapatkan dollar gratis !






 

 

 



Ibukota Negara akan Dipindah Ke Palangkaraya

  Ibukota  Negara akan Dipindah Ke Palangkaraya

Aku terkejut sekaligus tercengang mendengar berita ini yang ramai melalui televisi, dengan banyak komentar pada berita 6 Juli 2017. Sejak Indonesia merdeka ibukota negara sudah di Jakarta, pernah dipindahkan ke Yogyakarta pada awal kemerdekaan. Lalu ada khabar akan dipindahkan ke Kalimantan Tengah di Palangkaraya, bahkan rencananya pada tahun 2018. Itu berita yang muncul juga di koran bahkan dulu pada zaman Presiden Soekarno juga pernah ada wacana untuk memindahkan ibukota negara. Dan sekarang di era Presiden Joko Widodo muncul lagi, bahkan Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro mengatakan bahwa kajian ini sudah dibicarakan bersama Presiden. Diberitakan bahwa Kalimantan merupakan Pulau yang cocok sebagai Ibukota Negara dan mudah-mudahan dapat terealisasi pada tahun 2018.

Mengapa Pindah ke Palangkaraya ?

Setiap kali muncul wacana pemindahan ibukota negara, muncul nama Palangkaraya sebagai pilihan, Presiden Soekarno juga telah menyampaikan ide tentang pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Palangkaraya pada periode tahun 1957-1958. Alasannya karena Palangkaraya terletak di tengah Indonesia.  Palangkaraya menjadi pilihan juga karena wilayahnya luas sekitar 2.679 kilometer persegi, empat kali luasnya dibanding Jakarta yang hanya 740,3 kilometer persegi dan yang dimanfaatkan untuk bangunan pemukiman di Palangkaraya baru sekitar 50 km persegi. Jadi potensi lahan masih sangat luas untuk pembangunan kawasan perkantoran, selain itu juga Palangkaraya di luar jalur gempa sehingga relatif aman dari bencana, juga tidak ada gugusan gunung api yang aktif yang membahayakan kehidupan masyarakat. Kemungkinan terkena tsunami sangat kecil karena letaknya jauh dari samudera Pasifik maupun Samudera Hindia. Harga tanah juga memang masih murah dibanding di Jakarta. Sehingga memenuhi syarat untuk menjadi Ibukota.

Menurut Pengamat Tatakota dari Universitas Trisakti, Bapak Nirwono Joga yang diunggah oleh harianindo.com mengatakan bahwa syarat utama sebuah Ibukota antara lain tidak berdampak gempa bumi, tidak terkena tsunami, tidak banjir, kebakaran asap.  Padahal menurutnya Palangkaraya juga sering banjir sama dengan Jakarta, dan sering ada gangguan asap karena pembakaran hutan.

Jakarta dianggap kelebihan muatan dengan padatnya jumlah penduduk akibat migrasi terutama setelah lebaran yang sampai saat ini belum ditemukan solusinya, karena Jakarta bak seperti magnet untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Selain itu juga Jakarta sering terjadi kemacetan yang luar biasa, yang dapat mengganggu aktifitas pemerintahan. Terjadinya pemanasan global akibat perubahan iklim Ibukota juga dapat tenggelam, jika tidak pindah. Karena sebagai akibat perubahan iklim yang mengakibatkan permukaan air laut naik, daerah pesisir dapat tenggelam termasuk Jakarta. Sehingga untuk mengantisipasi hal itu pentingnya dibukota dipindah, karena kenyataannya Jakarta saat ini juga selalu banjir. Menurut Armi, dari ITB mengatakan bahwa kajian menunjukkan ada 115 pulau yang akan tenggelam di tahun 2100. Permukaan air laut diperkirakan naik 0,4 meter pada tahun 2010 dan pada tahun 2100 diperkirakan permukaan laut akan naik 1,1 meter.  Kejadian itu memang masih jauh sehingga tidak perlu dipermasalahkan, tetapi perlu diantisipasi. Memang dampak bencana alam Kalimantan lebih rendah dibanding di Pulau Jawa, namun diharapkan bila ibukota ada di Kalimantan untuk tidak membuka hutan seluruhnya karena akan mengganggu ekosistem.

Hutan sebagai Paru-Paru Dunia

Ada yang berpendapat bahwa Kalimantan sebagai wilayah yang memiliki hutan tropis terluas ketiga di dunia.  Sehingga Kalimantan mampu menjadi paru-paru dunia yang mampu memasok udara segar. Bila menjadi ibukota maka pasti banyak eksodus ke Kalimantan untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan dikhawatirkan akan mengurangi lahan hutan untuk tempat tinggal. Karena mereka membutuhkan tempat tinggal sebagai wilayah pemukiman penduduk,  perkantoran pemerintah maupun swasta serta  pusat perbelanjaan. Selain itu Kalimantan juga sebagai lokasi pertambangan batubara yang pasti dapat merambah masuk ke daerah hutan.

Akan tetapi pemerintah pasti sudah mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi, karena itu pemindahan ibukota negara mesti sudah dikaji secara mendalam, dan kekhawatiran itu pasti ada terutama dikalangan akademis dan pecinta lingkungan. 

Kata kunci :   ibukota   pindah  palangkaraya

Semoga bermanfaat !