Manfaat Berhenti Merokok



Manfaat Berhenti Merokok 


Manfaat Berhenti Merokok sengaja saya angkat karena melarang untuk tidak merokok juga tidak bisa karena itu hak mereka. Sudah sengaja di ruang tamu tidak di sediakan asbak saja mereka masih mencoba menyulut rokok, berarti kan mereka tidak mengerti dengan cara ini. Begitu kerasnya iklan peringatan yang tertera dalam bungkus rokok dengan kalimat "Rokok Membunuhmu", bukan cuma slogan melulu, pasti pemerintah punya maksud. Namun kenyataannya, sungguhpun sudah ada peringatan keras, rokok tetap laku keras dan iklan rokok diizinkan bertebaran di sudut -sudut kota dengan gambar yang besar dengan biaya tinggi. Nyatanya pemerintah tidak juga menutup pabrik rokok, permasalahannya memang tidak sesederhana itu,  barangkali banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan pemerintah. Tingginya pemasukan cukai tembakau bagi negara, dampak sosial dengan penyerapan tenaga kerja, penyerapan tembakau dari petani tembakau, dan sederetan sebab ikutan yang ada menjadi pertimbangan pemerintah. Namun bagaimanapun juga merokok tetap mengganggu kesehatan bagi perokok, dan bagi lingkungan yang tidak merokok.

Merokok Mengganggu Kesehatan

Nikotin atau tar yang terkandung pada sebatang rokok dapat mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah, bagi yang merokok, dan juga mengakibatkan gangguan pernafasan bagi orang lain yang ikut menghirup dampak asap rokok. Penyempitan pembuluh darah bisa menyebabkan gangguan jantung yang  berakibat terjadi serangan jantung mendadak, penyempitan pembuluh darah otak bisa mengakibatkan stroke dan masih banyak penyakit yang lain. Kasus ini sekarang banyak terjadi, dengan berbagai sebab, salah satunya akibat rokok.

Sungguhpun banyak penyakit akibat merokok, namun untuk berhenti merokok secara total tidaklah mudah, karena itu berhenti merokok adalah solusi yang terbaik. Banyak anggapan bahwa untuk berhenti merokok tergantung pada niat hati seorang perokok. Bahkan ada yang mengatakan bahwa : "Tidak merokok juga tidak menjadi kaya yang merokok juga tidak tambah melarat". Terlepas dari pendapat itu memang pecandu rokok tidak mudah untuk meninggalkan kebiasaan merokok.  Merokok adalah suatu kenikmatan, tak bisa bekerja bila belum merokok, atau merokok bisa mendapatkan inspirasi bagi seorang penulis, atau bagi seniman akan muncul inspirasi dengan menikmati asap rokok yang meliuk indah. Pernyataan itu tidaklah berlebihan, nyatanya memang demikian. Ada yang berargumentasi banyak perokok yang mencapai usia lanjut dan mereka  sehat-sehat saja, katanya. Di daerah pegunungan rokok kretek dapat mengatasi udara dingin yang nikmat dengan cengkih dari kebun sendiri atau dengan membeli rokok kretek. Karena asap rokok sangat mengganggu kesehatan, maka khusus bagi perokok,  perlu disediakan area  untuk merokok, bukan area bebas rokok sebab area bebas rokok bisa ditafsirkan area yang bebas untuk merokok, yang sering kita jumpai slogan seperti itu. Bagi perokok berat diharapkan harus cerdas dan pandai menyesuaikan diri tentang kapan dia harus merokok dan tidak merokok. Tidak pada tempatnya bila dalam kendaraan umum yang padat dan panas dia menyulut rokok, sungguhpun itu hak asasi dia. Pasti orang di sekitarnya akan terkena dampaknya, atau secara halus akan menyingkir atau menutup hidung.

Apapun alasannya merokok tetap mengganggu kesehatan, resiko terkena kanker bagi perokok akan lebih besar dibanding dengan yang bukan perokok. Walaupun yang bukan perokok bisa juga sakit kanker paru. Kalau kita cermati para perokok sebagian besar terdiri dari kelompok yang ekonominya biasa-biasa saja dengan pendapatan yang rendah, namun tetap membeli rokok. Sedangkan kelompok atas begitu sebutannya, banyak yang tidak merokok karena lingkungan kerja dalam ruang pendingin yang menuntut untuk tidak merokok. Kelihatannya ada kecenderungan muncul perokok-perokok baru, bahkan siswa sekolah sering ketahuan merokok di ruang belakang sekolah secara sembunyi- sembunyi, Gurunya tahu itu, namun tidak ada sanksi bahkan sering bergabung bersama muridnya. Khusus para Guru dan Karyawan memang tidak boleh merokok di ruang kerja. Termasuk para pengelola kuliner akan lebih baik bila tidak sambil merokok atau tidak merokok dalam melayani tamunya.

Resiko Bagi Perokok Pasif 

Bagi yang tidak merokok bisa terkena dampak asap rokok. Dari testimoni dan hasil periksa kesehatan terbukti bahwa orang yang tidak merokok ternyata terdeteksi nikotin dalam darahnya,  sungguhpun dia bersaksi bahwa betul tidak merokok, akhirnya dijelaskan bahwa barangkali di lingkungan Anda ada yang merokok, katanya. Dan ternyata memang benar, apapun pendapat banyak orang tentang perdebatan rokok, berhenti merokok tetap solusi yang terbaik dan sangat bermanfaat. Selama ini kita mendengar bahwa asap rokok berbahaya karena dapat menjadi sumber penyakit kanker paru, karena itu perokok pasif terkena dampak lebih besar dari pada yang aktif merokok. Perokok menghirup asap sebesar sekitar 20%, sisanya 80% dibagikan pada yang ada disekitarnya. Yang pasti asap rokok bisa berpengaruh buruk pada saluran pernafasan, saluran menjadi kotor sehingga memudahkan bakteri penyakit menempel menjadikan radang saluran pernafasan. Asap rokok bila terhirup selain menggangu kesehatan juga mencemari udara, dan pencemaran udara karena dampak industri bisa juga meningkatkan penyakit kanker paru. Data dari WHO pada tahun 2010 disebutkan bahwa kanker paru terbanyak pada pria sebesar 80-85%, baru terdiagnosa setelah stadium lanjut, dan hanya sekitar 10-15% yang terdeteksi pada stadium awal. Penderita penyakit kanker paru, pengobatan yang dilakukan hanya untuk memperpanjang masa tahan hidup pasien bukan untuk menyembuhkan. Begitu besar bahaya kanker paru dan sulit pengobatannya, solusi yang mudah dan murah hanya berhenti merokok dan menghindari para perokok.

Namun demikian penjualan rokok dan pemasangan iklan rokok juga tidak menurun. Kesimpulan sementara adalah pemerintah sepertinya sangat hati-hati dalam menentukan kebijakan tentang produk tembakau ini. Di satu sisi iklan rokok dengan biaya tinggi diizinkan dipajang untuk umum, karena membayar pajak. Pemerintah jelas masih membutuhkan cukai tembakau yang sangat besar sebagai pemasukan negara, sehingga pabrik rokok tetap ada karena dampak sosial tenaga kerja para buruh pabrik rokok, yang jumlahnya sangat banyak. Namun di sisi lain pemerintah mencantumkan peringatan tentang bahaya rokok yang sangat mengerikan dengan gambar yang menakutkan karena rokok membunuhmu. Kalau demikian apa yang harus diperbuat, barangkali pemerintah berharap agar yang biasa merokok dengan sukarela dan kesadaran sendiri untuk berhenti merokok. Yang pasti dengan berhenti merokok banyak manfaatnya. Merokok sungguhan bagi pecandu akan bisa berkembang menjadi merokok daun ganja, yang sangat dekat dengan narkoba.

Manfaat  berhenti merokok antara lain :
1. Anggaran untuk membeli rokok bisa untuk kepentingan yang lain.
2. Bila tidak merokok pasti tidak berbau rokok atau tembakau.
3. Udara menjadi bersih karena bebas asap rokok.
4. Peralatan di ruangan atau di rumah seperti korden, baju, tempat tidur tidak berbau rokok,
    tembakau atau puntung rokok.
5. Badan terasa lebih segar, termasuk kesehatan gigi.



Bagaimana upaya untuk berhenti merokok :
1. Harus ada niat dan usaha keras untuk berhenti merokok.
2. Membuat janji dengan keluarga atau teman untuk berhenti merokok.
3. Mengurangi secara serius jumlah rokok, yang biasanya 1 bungkus perhari bisa dikurangi menjadi 1
    bungkus untuk 2 hari dan seterusnya, sampai akhirnya tidak merokok sama sekali.
4. Berjuang untuk tetap tidak merokok.Dalam keluarga, isteri atau anak  saling mengingatkan.
5. Berjanji pada keluarga agar mau diingatkan, mestinya tidak marah lho.
6. Kebiasaan merokok secara bertahap bisa diganti dengan kesibukan lain, dengan membaca atau
    menulis.

 Tanggungjawab Guru
Di lingkungan sekolah, sudah pasti Guru dan karyawan tidak boleh merokok pada  waktu mengajar dan bekerja, dan  akan lebih baik lagi bila Guru memang tidak  merokok. Bagaimanapun juga bila guru  merokok  pasti murid tidak  akan dipercaya, bila Guru mengingatkan agar siswa untuk tidak  merokok. Pada kenyataannya walaupun  Guru tidak merokok pun ada  siswa yang merokok secara sembunyi-sembunyi, bukan hanya siswa pria, tapi juga siswa perempuan juga asyik merokok.

Karena itu perilaku Guru sebagai Panutan sangat diharapkan bisa menjadi contoh bagi Para siswa. Guru tetap memantau para siswanya agar tidak merokok, walaupun di luar sekolah, caranya dengan memanfaatkan siswa untuk saling memantau dan mengingatkan. Bagaimanapun juga tidak merokok dan berhenti merokok banyak manfaatnya.

Upaya Pemerintah
Pemerintah senanntiasa berusaha agar masyarakat mengurangi konsumsi rokok dengan membuat aturan pada bungkus rokok dengan kalimat Merokok Membunuhmu, karena memang biaya yang ditanggung pemerintah akibat rokok sangat besar. Sehingga pemerintah berusaha untuk menaikkan harga rokok perbungkus menjadi Rp 50.000, dengan maksud agar masyarakat mengurangi konsumsi rokok, sekaligus dengan harga mahal maka cukai tembakau juga naik. Pemerintah memang diperhadapkan dengan beredarnya rokok ilegal tanpa cukai, yang jumlahnya juga cukup banyak. Itu sebuah tantangan, dan di Singapura harga rokok menurut sumber yang dipercaya mencapai Rp 120.000 perbungkus, jadi bila di Indonesia hanya Rp 50.000 masih murah. Namun yang paling penting adalah berusaha untuk berhenti merokok, itu ide yang cerdas.

Semoga Bermanfaat ! 

Peraturan Tentang Rokok baca di sini Permenkes tentang Rokok

Kata Kunci :  
berhenti merokok 
merokok 
dampak berhenti merokok 
merokok membunuhmu 
manfaat berhenti merokok 
manfaat setelah berhenti merokok 





Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :