Pendidikan Etika dan Budaya Antre

Pendidikan Etika dan Budaya Antre 


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa tutur antri ditulis antre, yaitu berdiri berderet-deret atau duduk memanjang menunggu untuk mendapat giliran atau panggilan, misalnya antre membeli karcis, menunggu giliran panggilan di kantor bank, di tempat periksa kesehatan bahkan antre di loket ATM. Pengertian budaya menurut Wikipedia Indonesia adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik, adat istiadat, dan lain-lain. 

Sedangkan kata etika berasal dari beberapa kata Yunani yang hampir sama bunyinya, yaitu kata 1). ethos, huruf  e diucapkan seperti kata  e pada kata label, dan 2). ethos huruf e diucapkan seperti pada kata enak. Kata ethos yang pertama artinya kebiasaan dan kata ethos yang ke dua lebih berarti kesusilaan atau moral. Dalam pengertian sederhana bahwa etika dan budaya antre adalah kewajiban moral yang menjadi kebiasaan yang kita miliki dan sudah berkembang secara turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya sebagai warisan budaya.  Sehingga pengertian etika dan kebiasaan antre tidak perlu dijelaskan secara detail, karena sudah merupakan bagian yang melekat dalam kehidupan keseharian kita.

Top Yulianto melalui blog informasi ingin sharing, berkaitan dengan fenomena di lapangan. Kenyataannya dalam keseharian tidak seperti yang kita harapkan, di lingkungan kita banyak yang kelihatan intelek tapi sering menyerobot saja di antrean, kita yang diperlakukan tidak adil sering hanya diam. Kebiasaan antre di kantor-kantor bank, di rumah-rumah sakit dan di tempat lain yang dikelola dengan sistem yang baik, sudah berjalan dengan baik, karena menggunakan nomor antrean yang cukup baik sistem-nya, sungguh-pun terkadang dan sering pada pembayaran pajak kendaraan ada yang tidak ikut antre tiba-tiba masuk lewat pintu sana itu dahulu semoga sekarang tidak.

Peranan Pendidikan 
Pendidikan merupakan tempat yang tepat untuk mendidik anak-anak kita tentang etika, ini perlu diberikan sejak di TK, karena anak-anak kita lebih percaya pada Guru dari pada orangtua. Namun juga perlu disadari bahwa orangtua tetap mempunyai tanggung jawab besar dalam mendidik etika dan kebiasaan antre di rumah masing-masing, contoh dalam menggunakan WC keluarga, kan perlu gantian.
Kesadaran antre memang perlu ditingkatkan dengan tidak mengabaikan yang taat pada aturan, sehingga mereka rela untuk menunggu lama, ini yang patut dihargai. Menyerobot antre sebetulnya melanggar hak orang lain, kecuali bila yang antre sudah tua atau dengan pertimbangan lain dan diberikan kesempatan itu tak masalah.  Ketidaksabaran ini barangkali karena tuntutan pekerjaan yang waktunya sangat sedikit, tapi mestinya bisa diatasi dengan menyediakan waktu yang panjang. Atau tuntutan ekonomi, atau ingin yang cepat seperti instan, aku tak tahu.

Kecelakaan kendaraan bisa terjadi karena pengguna jalan menyerobot palang pintu perlintasan jalan kereta api, walaupun sudah ditutup palang, nekad juga, itu menunjukkan ketidaksabaran. Pernah terjadi pada antrean di loket ATM, yang sudah menunggu 4 orang, dan giliran ke-5 sedang menunggu, sungguh-pun tidak pakai karcis mestinya yang masuk giliran antrean orang ke-5, tiba-tiba datang seorang perempuan kelihatannya intelek terlihat dari pakaian dengan simbol-simbol karyawati bahkan ada tanda seorang PNS, langsung saja masuk ke loket tanpa permisi. Dan ini betul-betul terjadi yang merupakan satu contoh dari banyak kasus, mestinya tidak terjadi  bila ibu tadi memiliki kepekaan etika moral serta budaya antre.

Bangsa Jepang adalah bangsa yang sangat hormat dengan kebiasaan antre, pada saat gempa melanda Jepang banyak toko dan bangunan roboh, namun hebatnya tidak terjadi penjarahan dan mereka keluar bangunan yang terkena gempa bisa bergantian berurutan sehingga tidak ada korban yang terinjak-injak.  

Bagaimana  menanamkan kebiasaan ini :
1. Melalui pendidikan dengan penanaman sejak dini.
2. Melalui pembiasaan dalam keluarga, orangtua bisa berperan dan memberikan contoh, misalnya 
    karena kamar mandi hanya satu maka perlu bergantian.
3. Melalui lembaga atau organisasi kemasyarakatan, pada antrean penerimaan beras miskin, antrean
    pemilu, pilihan legislatif  dll. 
4. Melalui lembaga keagamaan dalam pembagian daging korban, pemberian bingkisan lebaran, sering
    ada korban tapi ya jalan terus, barangkali perlu ada solusi yang terbaik.

Ini hanyalah sebuah solusi dan barangkali para pembaca sudah mengerti tentang apa yang harus dilakukan.
Kebiasaan menyerobot adalah kebiasaan mementingkan  diri-sendiri dengan tidak memedulikan kepentingan orang lain. Bila ini tidak dicegah atau tidak diperingatkan akan dapat berkembang menjadi sifat egois, yang hanya mementingkan diri sendiri atau kelompoknya. Kita sudah capai mendengar berbagai informasi korupsi, banyak orang penting, pejabat, penguasa daerah, penegak hukum atau orang yang sangat paham hukum di negeri ini, mereka mengambil uang negara untuk kepentingan sendiri, atau kelompoknya. Mereka sudah amat kaya, tetapi masih korupsi juga. Padahal sobat tahu, masih banyak siswa usia sekolah yang tidak mampu melanjutkan sekolah karena ketiadaan biaya. Dan banyak sekolah yang kekurangan Guru, sehingga dengan  terpaksa harus mengambil Guru Wiyata Bakti dan Tenaga Bakti lainnya atau apa namanya, yang upahnya sangat tidak layak, tetapi mereka rela melaksanakan tugas dengan baik, untuk mendidik anak bangsa.

Mereka rela untuk antre menunggu diangkat menjadi Guru PNS atau Tenaga Tata Usaha Kantor, entah berapa tahun lagi mereka antre, mereka tidak menyerobot antrean. Yang saya tahu ada yang sudah 12-13 bahkan lebih dari 15 tahun antre baru dijawab dan ada yang belum diangkat menjadi CPNS bahkan pernah diangkat menjadi CPNS hanya 1 ( baca : satu hari ) lalu hari berikutnya di anulir oleh pemerintah, betul pernah terjadi dan saat ini masih menanti untuk diangkat menjadi Guru CPNS, akan tetapi usia terus merangkak naik seiring perjalanan waktu. Apakah masih bisa diangkat menjadi CPNS, walaupun sudah antre bertahun-tahun ?

Semoga bermanfaat !















Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :