Kepramukaan, Ekstrakurikuler Wajib dalam Kurikulum 2013

 Kepramukaan,
 Ektrakurikuler Wajib dalam Kurikulum 2013


Dengan terbitnya Permendikbud 81a Tahun 2013 beserta Lampiran III dalam kurikulum 2013, sebagai Implementasi Kurikulum dan Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler, maka kegiatan ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam pembelajaran kurikuler standar. Kegiatan ini merupakan perluasan kegiatan kurikulum yang masih dalam tanggungjawab dan bimbingan sekolah.

Kepramukaan sebagai Kegiatan Wajib


Dalam Kurikulum 2013, Pendidikan Kepramukaan adalah kegiatan ekstrakurikuler wajib artinya kegiatan ini harus diikuti oleh semua peserta didik dari jenjang SD/ MI sampai SMA/SMK, kecuali dalam kondisi "tertentu" peserta didik tidak bisa mengikuti kegiatan ini. Selain kegiatan ekstrakurikuler Wajib, juga ada kegiatan ekstrakurikuler Pilihan, yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minat masing-masing, misalnya OSIS, UKS dan PMR.
Dalam pelaksanaannya kegiatan wajib ini dilakukan oleh sekolah, dengan model blok. Sistem blok ini wajib dilakukan tiap sekolah setahun sekali pada awal tahun pelajaran selama 18 jam, untuk klas I pelaksanaannya terpadu dengan MOPD ( Masa Orientasi Peserta Didik ). Pelaksananya oleh Guru atau Panitia. Selain pada awal tahun pelajaran Pramuka juga dilaksanakan setiap minggu terjadwal waktunya 120 menit, penanggungjawab Guru Kelas.

Sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib, materi pembelajaran meliputi :

1. Konsep Dasar Kepramukaan :
    a. Sejarah Kepramukaan;
    b. Pengertian Gerakan Pramuka;
    c. Tujuan Kegiatan Pramuka;
    d. Fungsi Kegiatan Pramuka;
    e. Peran dan Fungsi Mabigus;
    f. Syarat Kecakapan dalam Gerakan Pramuka.
2. Jenis Kegiatan Pembentukan Karakter.
3. Internalisasi Nilai-nilai Kepramukaan.


Materi kegiatan itu semuanya memberikan gambaran yang utuh tentang kepramukaan yang menjadi kewenangan Kepala Sekolah untuk menyelenggarakan di Satuan Pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.

Pengertian Pramuka

1.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) Edisi 3 Balai Pustaka 2002 halaman 892 -893 disebutkan
     bahwa : 
  
     a. pramuka akronim dari Praja Muda Karana, yaitu organisasi untuk pemuda yang mendidik para 
         anggotanya dalam berbagai ketrampilan, disiplin, kepercayaan pada diri sendiri, saling menolong, dsb. 
         anggota organisasi pramuka: membentuk anak ( pemuda ) yang masih berkembang menjadi warga
         negara yang berbudi luhur; pandu.
    b.  kepramukaan : perihal  kegiatan dsb yang berhubungan dengan pramuka.

2. Menurut UU Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka:

    a.  Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan
         kepramukaan.
    b.  Pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta
         mengamalkan Satya Darma Pramuka.
    c.   Kepramukaan adalah segala aspek yang berkaitan dengan pramuka.
    d.  Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia 
         pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan.

Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi kawula muda di bawah tanggungjawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode tertentu. Gerakan Pramuka merupakan gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang sifatnya sukarela, nonpolitik praktis, terbuka untuk semua, tidak membedakan asal-usul, suku, agama, ras dan golongan. Penyelenggaraan pramuka melalui sistem nilai yang didasarkan pada Satya Darma Pramuka.

Landasan Hukum Penyelenggaraan Kegiatan Pramuka :

1. UU Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka;
2. Keppres RI Nomor 238 Tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka;
3. Keppres RI Nomor 118 Tahun 1961 Tentang Penganugerahan Panji kepada  Gerakan Pendidikan
    Kepanduan Pradja Muda Karana;
4. Keppres RI Nomor24 Tahun 2009 Tentang Pengesahan Anggaran Dasar  Gerakan Pramuka;
5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 Tahun 2009 Tentang Anggaran Rumah 
   Tangga Gerakan Pramuka.


Landasan Hukum Gerakan Pramuka merupakan landasan gerak setiap aktifitas dalam menjalankan tata laksana organisasi dan managemen di Gerakan Pramuka yang harus dituangkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ( AD dan ART ) Gerakan Pramuka.

Tujuan Kegiatan Kepramukaan

Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka :

1. Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, 
    menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, memiliki kecakapan hidup, sehat jasmani dan rohani.
2. Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada NKRI serta menjadi warga 
    masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-
    sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, peduli pada sesama hidup dan 
    alam lingkungan.
3. Mengacu pada Permendikbud 81a Tahun 2013, tujuan kegiatan ekstra kurikuler kepramukaan di 
    satuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kemampuan kognetif, afektif dan psikomotor 
    peserta didik dan untuk mengembangkan bakat, minat dalam upaya pembinaan pribadi menuju
    pembinaan manusia seutuhnya.

Fungsi Kegiatan Pramuka

1. Merupakan kegiatan yang menarik dan menyenangkan serta mendidik.
2. Meningkatkan pengabdian, keikhlasan dan kesukarelaan.
3. Sebagai alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Sehingga kegiatan 
   kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka sekedar alat bukan
   tujuan.


Karena itu melalui kegiatan kepramukaan pada sekolah berfungsi untuk mendukung perkembangan personal melalui potensi, dan pembentukan karakter dan sekaligus melatih kepemimpinan. Fungsi sosial kegiatan kepramukaan yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggungjawab dalam praktek ketrampilan sosial, nilai moral dan nilai sosial. Selain itu juga fungsi rekreatif yaitu kegiatan ekstrakurikuler yang menggembirakan, dan menyenangkan. Kegiatan kepramukaan juga berfungsi untuk menanamkan nilai karakter peserta didik, Nilai karakter yang bisa dikembangkan adalah nilai religius, kejujuran, toleransi, disipiln, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi orang lain, cinta damai, bersahabat dan komunikatif, peduli lingkungan, suka membaca, peduli sosial, dan tanggungjawab. Sungguhpun perilaku budaya disiplin harus dimulai dari keluarga, dan dilanjutkan di sekolah sehingga tidak terputus dalam melanjutkan pembiasaan disiplin dan nilai karakter.


Luar biasa bila kegiatan kepramukaan bila dapat berjalan dengan sungguh-sungguh dan dihayati, oleh semua unsur baik peserta didik, para pembina dan semua stakeholder,  maka adanya tawuran antar pelajar yang marak akhir-akhir ini bahkan sampai ada korban jiwa, kekerasan di sekolah bisa dihindari ya bisa dihindari. Bukan terulang lagi dan terulang lagi !
Pasti semua berkeinginan sama !

  
Semoga Bermanfaat !

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :