PP No. 21 Tahun 2014 Tentang Pensiun Pengawas Sekolah

  Pensiun Pengawas Sekolah


Sempat terjadi keresahan di lingkungan Pengawas Sekolah baik di Sekolah Dasar, SMP, SMA maupun SMK. Hal ini dikarenakan adanya Pengawas Sekolah yang mengajukan Pensiun pada usia 60 tahun sesuai Jabatan Fungsional, setelah sampai di BKN Regional I Yogyakarta ditanyakan SK Perpanjangan BUP ( Batas Usia Pensiun ), dalam berkas usulan memang tidak ada, karena belum pernah mengajukan Perpanjangan Batas Usia Pensiun. Selama ini Pengawas Sekolah yang mengajukan pensiun tidak pernah ditanyakan SK tersebut, sehingga dianggap tidak diperlukan.  Pengawas Sekolah beranggapan tidak perlu mengajukan Perpanjangan Batas Usia Pensiun karena Jabatan Fungsional usia pensiun adalah 60 tahun. Dalam PP Nomor 32 Tahun 1979 dan Perubahannya di sebutkan bahwa pada Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang telah mencapai batas usia pensiun, diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.

Pada dasarnya Batas Usia Pensiun PNS sebagaimana dimaksud pada Peraturan Pemerintah adalah 56  ( lima puluh enam ) tahun. Dalam pasal selanjutnya disebutkan bahwa Batas Usia Pensiun, dapat diperpanjang menjadi 60 ( enam puluh tahun ) bagi PNS yang memangku jabatan antara lain :
a.  Pengawas Sekolah di SMA/ SMK dan di SMP.
b.  Guru yang ditugaskan penuh di SLTA dan SLTP ( SMA/ SMK dan SMP )
c.  Penilik TK, Penilik SD dan Penilik Pendidikan Agama,  Istilah Penilik sekarang menjadi Pengawas
    Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007.
d. Guru yang ditugaskan secara penuh di SD, dan jabatan lain yang ditentukan oleh Presiden 
    ( Pasal 31 butir 4 UU Nomor 14  Tahun 2005 bahwa batas usia pensiun Guru 60 tahun ). 

Ternyata Pengawas Sekolah yang telah mencapai usia 56 tahun harus mengajukan Perpanjangan Batas Usia Pensiun kepada Bupati/ Walikota setempat, dengan melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Daerah. Semua yang berusia 56 tahun bisa lolos untuk memasuki batas usia 58 tahun dan mendapatkan SK Perpanjangan Batas Usia Pensiun. Setelah menjelang usia 58 tahun harus mengajukan Perpanjangan Batas Usia Pensiun untuk masuk ke usia 60 tahun. Pada perpanjangan ini banyak menghadapi hambatan, karena Pengawas Sekolah harus berprestasi, catatan prestasi menurut pemerintah daerah harus naik pangkat, bukan penilaian kinerja melalui bukti DP 3 saat itu, bila tidak naik pangkat dianggap tidak berprestasi. Sehingga pada usia menjelang 58 tahun Para Pengawas harus berusaha untuk naik ke pangkat lebih tinggi.


Namun setelah terbit PP Nomor 21 Tahun 2014 tanggal 19 Maret 2014 Tentang Pemberhentian PNS yang mencapai Batas Usia Pensiun bagi Pejabat Fungsional yang mulai berlaku surut sejak 30 Januari 2014, maka Pengawas Sekolah tidak diperlukan lagi untuk mengusulkan Perpanjangan Batas Usia Pensiun, dan langsung Pensiun pada usia 60 tahun. Logikanya adalah bahwa Pengawas sekolah sebagai Pejabat Fungsional, maka Batas Usia Pensiun adalah 60 tahun dan PP Nomor 74 Tahun 2008 bahwa Pengawas Sekolah adalah Guru yang diangkat dalam Jabatan Pengawas. Maka pensiunnya adalah usia 60 tahun bukan usia 58 tahun.
Dengan terbitnya PP Nomor 21 Tahun 2014 maka Pengawas Sekolah boleh melaksanakan tugas dengan baik tanpa harus mengusulkan Perpanjangan Batas Usia Pensiun.
Perjalanan selanjutnya berlaku lagi ketentuan Permenpan dan RB Nomor 21 Tahun 2010 dan Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014, yang mengatur bahwa Pengawas Sekolah harus naik pangkat dan bila dalam waktu lima tahun sejak diangkat menjadi Pengawas Sekolah, tidak dapat naik pangkat maka konsekuensinya Pengawas Sekolah Dibebaskan Sementara dari tugas sebagai Pengawas Sekolah. Informasi yang ditangkap para Pengawas Sekolah adalah bila dibebaskan sementara maka tunjangan profesi sebagai penghargaan karena prestasi akan di berhentikan, tetapi masih melaksanakan tugas sebagai pengawas. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 disebutkan bahwa Guru yang diangkat dalam Jabatan Pengawas Satuan Pendidikan tetap diberi tunjangan profesi apabila yang bersangkutan tetap melaksanakan tugas sebagai Pengawas. Sehingga bila Pengawas Sekolah yang dibebaskan sementara tetapi masih tetap melaksanakan tugas kepengawasan maka  Tunjangan Profesinya mestinya tidak ikut diberhentikan. Bila ternyata betul-betul diberhentikan maka benar yang mengatakan Jabatan Pengawas Sekolah tidak nyaman.

Semoga Bermanfaat, Selamat Berkarya !


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :