Buku Lembar Kerja Siswa, Apa Wajib ?

                            
                                Buku Lembar Kerja Siswa,  Apa Wajib ?

                                             

Pernah dijumpai soal ulangan yang sama persis dengan soal yang ada pada LKS, ini  bukti ketidakmampuan Guru dalam menyusun soal bagi siswa. Soal yang akan diberikan untuk ulangan bersama harus diperiksa oleh petugas, tapi karena pertimbangan waktu sehingga tidak sempat di koreksi. Sungguhpun diperiksa karena pemeriksa juga tidak memegang  Buku LKS, sehingga soal yang sama persisi dengan yang tercantum dalam  LKS bisa lolos. Bisa juga karena dibiasakan dengan LKS sehingga menjadikan kreativitas  Para Guru menurun, dengan anggapan tidak ketahuan, namun ketahuan juga. Kita mengerti betul dengan kondisi Guru saat ini yang tugasnya  cukup berat apalagi dengan banyaknya buku administrasi Guru. Sejatinya Guru dituntut harus tetap aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan  seperti harapan kita. Buku Lembar Kerja Siswa yang ada di sekolah hanya sebagai pelengkap bukan pokok dan bukan buku wajib, namun diketahui banyak sekolah yang mewajibkan peserta didiknya " harus " membeli LKS, sungguh pun terpaksa harus membeli, atau membeli dengan terpaksa, karena kemampuan siswa tidak sama.

Mestinya siswa hanya menggunakan Buku Wajib atau Buku Paket yang disediakan oleh pemerintah. Seharusnya sekolah tidak mewajibkan peserta didik untuk membeli LKS, memang tidak wajib, namun dianjurkan membeli karena sudah di jatah jumlahnya. Parahnya bila LKS di jual semata-mata untuk mendapatkan profit, ini yang tidak mendidik, sungguhpun bila bicara bisnis pasti menyinggung profit. Tapi kegiatan sekolah seharusnya tidak dicampuradukkan dengan kegiatan bisnis, andaikan ada keuntungan  seharusnya digunakan untuk kepentingan sekolah.


Buku Lembar Kerja Siswa  hanya sebagai pelengkap atau sebagai pengayaan dan pengadaannya tidak menggunakan dana operasional sekolah, karena peruntukannya bukan untuk itu. Andaikata harus membeli karena sudah dikirim sesuai dengan jumlah siswa, bisa dimanfaatkan sebagai acuan dalam belajar. Bukan agar siswa belajar menggunakan LKS, sementara Bapak atau Ibu guru sedang sms-an atau sedang bertelepon di ruang kelas dengan tertawa sendirian dan siswa berbisik memperhatikan gurunya. 

Harapannya Guru tidak menggunakan ponsel bila sedang mengajar.

Semoga bermanfaat !
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :