Menumbuhkan Minat Baca Siswa, Tanggungjawab Guru

       Menumbuhkan  Minat Baca Siswa, Tanggung Jawab Guru
                                                    


Guru adalah pendidik profesional  dengan tugas  utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sebagai pendidik profesional Guru mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain membimbing dan melatih peserta didik untuk rajin membaca. Dengan membaca sudah pasti memberikan banyak manfaat bagi manusia termasuk bagi peserta didik. Sungguhpun demikian banyak yang tidak suka membaca, walaupun mereka mengerti bahwa membaca menjadikan wawasan berfikir tambah luas, karena banyak pengetahuan yang dapat kita serap. Seorang penulis harus banyak membaca untuk menambah wawasan pengetahuannya. Dengan banyak membaca maka akan menambah inspirasi, sehingga sangat membantu dalam meluncurkan gagasan dalam tulisannya. Semuanya itu harus di latih dan dibiasakan. Membiasakan pada awalnya harus dipaksakan, dan karena selalu membaca dan menulis akhirnya menjadi kebiasaan dan kebutuhan.  Sebagai Guru maka perlu membimbing dan melatih peserta didik untuk membiasakan membaca. Di sekolah saat ini sudah memiliki fasilitas perpustakaan dan koleksi buku. Sungguhpun sistem pengelolaan perpustakaan perlu ditingkatkan, salah satu kekurangan barangkali karena tidak adanya tenaga khusus yang mengelola perpustakaan. Jangankan tenaga perpustakaan, tenaga Guru sangat kurang, sehingga memanfaatkan tenaga Guru Wiyata Bakti. Bukan berarti fungsi perpustakaan tidak berjalan. Karena Guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca pada peserta didik, maka bagaimanapun cara guru bertindak, pasti bisa menjadikan perpustakaan berfungsi sebagai penambah ilmu bagi peserta didik. Banyak cara untuk meningkatkan minat baca siswa.

Pengertian Membaca

Menurut Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan, membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan kembali ( a recording and decoding process ). Membaca bisa juga diartikan sebagai suatu metode berkomunikasi dengan diri sendiri atau dengan orang lain dengan lambang-lambang tertulis.

Tujuan dan Manfaat Membaca

 Tujuan utama membaca adalah untuk memperoleh informasi, yang mencakup isi serta memahami makna suatu bacaan.
Dengan membaca akan mendapatkan manfaat antara lain :

1. Meningkatkan kemampuan otak.


Dengan membaca otak akan bekerja dan merekam hasil bacaan. Sehingga otak terlatih untuk berimajinasi, dan bagi  orang dewasa akan menjadikan tidak pikun. Bagi anak-anak usia sekolah pasti dengan membaca akan melatih memori otaknya sehingga bisa merekam hasil bacaan yang bisa direproduksi dalam bentuk tulisan. Ibarat pisau yang diasah terus menerus, pasti akan menjadikan tajam, demikian juga otak bila terus diasah dengan banyak membaca maka akan tambah banyak memori dan kosa kata yang bisa terekam.

2.  Mendapatkan banyak informasi.


Dengan membaca sudah pasti  mendapatkan banyak informasi yang di butuhkan. Biasanya bila membaca hanya memilih topik-topik yang menarik dan di sukai saja untuk di baca, padahal banyak materi bacaan lain yang tidak kalah pentingnya. Dari membaca menjadikan yang tidak tahu menjadi tahu, bahkan akan menjadikan pintar. Usia sekolah banyak dibutuhkan buku cerita fiksi, dan itu semua tersedia di perpustakaan sekolah. Tinggal bagaimana Guru memanfaatkan perpustakaan secara cerdas. Sehingga perpustakaan bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan. Pada umumnya peserta didik akan mengikuti gurunya, dan kebanyakan siswa senang berlama-lama di perpustakaan untuk membaca. Kekurangan yang ada biasanya ada pada bidang administrasi, misalnya dan data peserta didik yang berkunjung di perpustakaan belum tercatat dengan baik dll.

3.  Menghilangkan kejenuhan


Banyak cara untuk mengisi waktu luang, antara lain dengan memanfaatkan untuk membaca. Guru bisa mengajak peserta didik membiasakan untuk membaca, agar tugas membacanya menjadi efektif maka perlu dengan menugaskan membuat rangkuman sederhana sesuai dengan tingkat  usianya. Rangkuman sederhana misalnya mencatat judul buku yang di baca, nama pengarangnya, isi bacaan secara singkat, dan yang lain, disesuaikan  dengan tingkat kemampuan peserta didik. Bagaimana pun Guru mempunyai tanggung jawab besar untuk menumbuhkan minat membaca bagi peserta didik. Namun Guru juga harus membiasakan diri dengan membaca, tetapi bukan  mengajar sambil membaca koran.

4.  Menambah wawasan dan pengetahuan


Sering disampaikan bahwa buku sebagai gudang ilmu, itu sudah pasti. Namun juga harus cerdas dalam memilah dan memilih buku yang akan di baca. Bagi siswa dengan banyak membaca sudah pasti banyak menambah wawasan dan pengetahuan baru, tekniknya dengan membuat catatan, dan tugasnya di pantau Guru.  Bukan hanya siswa yang diharuskan membaca, namun Guru juga harus bisa menjadi contoh bagi peserta didik untuk membaca. Dengan peningkatan kesejahteraan Guru lewat jalur tunjangan profesi atau sertifikasi Guru, maka Guru bisa menyisihkan dan mengalokasikan dananya untuk membeli buku. Itu sebuah harapan pemerintah untuk meningkatkan profesionalitas keguruannya dan kenyataannya banyak yang tidak sampai ke wilayah itu, walaupun tidak menutup kemungkinan ada yang sudah menyisihkan untuk membeli buku, tapi jumlahnya masih sangat terbatas. Bila Guru bisa membaca tulisan ini barangkali akan tersentuh hatinya untuk menyisihkan dananya agar  membeli buku secara rutin.

5.  Menambah kemampuan menulis


Penulis yang sukses diawali dari pembaca yang sukses, ia sebagai penulis karena memiliki kemampuan untuk membaca, biasanya seorang penulis memiliki kebiasaan untuk mengoleksi buku-buku keilmuan yang berkualitas secara rutin. Agar hasil karyanya berkualitas maka biasanya penulis memiliki koleksi buku yang banyak, dan ada kecenderungan selalu membeli buku. Ini merupakan indikator yang baik, dengan sertifikasi maka ia menyempatkan diri ke toko buku, maupun rajin menghadiri pameran buku, karena harganya sangat murah.

6.  Membantu ketrampilan berbicara


Dengan banyak membaca maka banyak informasi dan kosa kata yang didapatkan. Informasi ini akan dapat menambah ketrampilan berbicara bagi peserta didik. Peserta didik yang rajin membaca baik di sekolah maupun di rumah, akan lebih terampil memilih diksi yang tepat dan benar dalam berbicara. Beruntung lah yang di rumah dan sekolah tersedia koran, maupun majalah yang sesuai dengan tingkat usia anak. Maka mereka karena ada sehingga bisa membaca, selain juga mendengarkan berita lewat televisi. Termasuk tersedianya majalah dinding di sekolah sebagai bentuk untuk mengekspresikan dalam bentuk tulis.

7.  Menjauhkan resiko penyakit Alzheimer


Penyakit ini banyak terjadi pada usia dewasa, di lingkungan awam tidak banyak tahu tentang penyakit ini. Namun menurut para ahli penyakit ini bisa disebabkan karena keturunan, faktor gaya hidup dan faktor lingkungan. Karena itu bisa menimpa juga pada usia sekolah. Gejala awal antara lain kehilangan daya ingat,  memori otaknya tidak bekerja. Juga bisa kehilangan kosa kata, lupa apa yang mau di ucapkan. Penyakit ini kata para ahli tidak ada obatnya. Menurut penulis gejala ini seperti kepikunan ( senile ) yang sering dialami orang tua. Misalnya dia baru saja makan, namun bilang bahwa ia belum makan, dan contoh lain pembaca bisa menemukan sendiri. Membaca adalah salah satu cara menjauhkan resiko kepikunan, apalagi ditambah dengan rajin menulis, maka lengkaplah sudah. Bisa mengurangi kepikunan, karena otak selalu diasah. Usia tua atau yang sudah memasuki masa pensiun sebaiknya diisi dengan kegiatan yang disukainya, agar tetap segar dan otak tidak kehilangan memori. Banyak orang sukses setelah usia di atas 6o tahun.
Motivasi saya menulis antara lain untuk menghindari pikun, tapi juga diawali dengan banyak membaca.

Semoga bermanfaat.


Penulis : Drs. Yulianto, M.Pd.K  Praktisi Pendidikan, Tinggal di Jawa Tengah Indonesia

Kata Kunci : 
minat baca 
minat baca siswa 
minat maca anak 
tanggungjawab guru 
cara menumbuhkan minat baca 



Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :