Masa Orientasi Peserta Didik, Harus Mendidik


                                    Masa Orientasi Peserta Didik 
Harus Mendidik

Masa Orientasi Peserta Didik Harus Mendidik, demikian harapan wali murid, karena itu Siswa Baru atau Peserta didik baru yang memasuki sekolah yang baru pertama kali perlu dikenalkan dengan situasi sekolah, dulu disebut Masa Orientasi Siswa. Saat ini disebut Masa Orientasi Peserta Didik Baru dilaksanakan untuk mengenalkan program sekolah, lingkungan sekolah, cara belajar, dan konsep pengenalan diri.       
         
Dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2014, maka Keputusan Mendiknas tentang MOS dinyatakan dicabut dan tidak berlaku. Setiap Sekolah menyelenggarakan masa orientasi peserta didik bagi peserta didik baru, dilaksanakan selama jam belajar sekolah pada minggu awal masuk sekolah selama 3 (tiga) sampai 5 ( lima ) hari.
Tujuan dilaksanakan masa orientasi adalah untuk mengenalkan lingkungan sekolah dan program sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri dan kepramukaan sebagai bentuk pembinaan awal kearah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif sehingga proses belajar mengajar selanjutnya untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Yang pasti sekolah dilarang melakukan masa orientasi yang mengarah pada bentuk kekerasan seperti yang sering terjadi dengan model perpeloncoan, juga dilarang bentuk pelecehan dan tindakan destruktif yang merugikan peserta didik, baik secara fisik maupun psikhologis yang dilaksanakan di lingkungan sekolah dan atau di luar lingkungan sekolah. Sekolah juga tidak boleh menungut biaya tambahan.

Oleh karena itu Kepala Sekolah dan Guru bertanggungjawab tentang pelaksanaan ini dengan melakukan pengawasan agar tidak terjadi tindak kekerasan seperti yang sering terjadi. Sungguhpun hanya di Pendidikan Dasar, bisa juga terjadi tindak kekerasan, apalagi di lingkungan Pendidikan Menengah bahkan di Perguruan Tinggi. Banyak orang dan para pemerhati pendidikan menyayangkan terjadinya kekerasan, bahkan sampai meninggal dunia. Sayangnya peristiwa ini terjadi secara berulang dan berulang, bahkan pernah terjadi di sekolah yang mencetak para calon pemimpin bangsa. Andaikan para pembaca sebagai wali murid atau orang tua siswa yang putrannya mengalami tindak kekerasan bahkan sampai tewas, apa yang Anda lakukan ? Masa orientasi adalah masa penunjukan rencana belajar bukan pemuasan keinginan senior. Mendikbud juga menyampaikan masa orientasi peserta didik baru tidak perlu dihapus, yang penting tidak terjadi tindak kekerasan. Tugas yang diberikan oleh senior harus logis dan bisa diterima akal sehat, yunior tidak dipaksakan dengan pakaian yang aneh-anah bak anak gila. Dinas Pendidikan setempat harus mengawasi secara ketat proses orientasi ini.

Permendikbud Nomor 55 Tahun 2014 selengkapnya ada di sini



Bila Anda ingin mendapatkan penghasilan tambahan lewat internet halal bisa klik baner di bawah ini dan ikuti panduannya, biarlah sistem yang akan mempromosikannya lewat online.


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :