Pendidikan Anti Korupsi, Segera !


Pendidikan Anti Korupsi, Segera !


    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Balai Pustaka, Jakarta 2002, halaman 597 disebutkan bahwa korupsi n penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb.) untuk keuntungan pribadi atau orang lain; --waktu cak penggunaan waktu dinas ( bekerja ) untuk urusan pribadi; mengorupsi v menyelewengkan atau menggelapkan uang; koruptor n orang yang melakukan korupsi; orang yang menyelewengkan ( menggelapkan ) uang negara ( perusahaan ) tempat kerjanya. Sedangkan kata tamak disebutkan pada halaman 1128, a selalu ingin beroleh banyak untuk diri sendiri; loba; serakah. 
      Korupsi dalam bahasa latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/ politisi maupun Pegawai Negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya atau kelompoknya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
     Para koruptor yang kita ketahui dari media masa, andaikan ia atau mereka tidak korupsi, secara ekonomi ia hidupnya sudah sangat mapan, dengan fasilitas hidup yang baik dengan penghasilan atau pendapatan yang cukup layak, dapat diketahui dari rumahnya yang mewah, kadang lebih dari satu, memiliki kendaraan roda 4 lebih dari satu, jabatan dan kedudukan yang mapan, dibanding dengan kebanyakan rakyat Indonesia, sehingga tepat bila dikatakan sebagai orang yang tamak dan serakah. Ia sudah memiliki banyak namun berusaha untuk mendapat lebih banyak lagi walaupun dengan cara yang tidak wajar dan tidak pantas bahkan tidak etis.
     Ada pendapat bahwa korupsi disebabkan karena kemiskinan, tapi kebanyakan para koruptor bukanlah orang yang masuk kategori melarat, yang pasti dampak dari korupsi salah satunya adalah  kemiskinan, rakyat menjadi miskin dan banyak yang miskin. Karena dana yang seharusnya untuk memperbaiki infrastruktur ternyata dipakai oleh sekelompok orang, karena korupsi biasanya terjadi bukan sendirian, tapi secara bersama-sama oleh beberapa orang. Menurut Alatas dalam bukunya Sosiologi Korupsi (LP3ES,1976:12)  antara lain dikemukakan : Korupsi senantiasa melibatkan lebih dari satu orang atau satu pihak, ada yang menyebut berjamaah. 
     Kita tahu rakyat Indonesia banyak yang hidup sangat menderita karena sangat miskin. Kemiskinan menurut Wikipedia Bahasa Indonesia adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, rumah tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
     Kemiskinan secara umum, mencakup:
 
   Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan  sehari-hari, sandang, perumahan, dan  pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
      Satu 
    Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan  sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan  barang-barang dan pelayanan dasar.
     Dua
    Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat,  termasuk pendidikan  dan  informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena ini mencakup masalah- masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah  dari pada dua gambaran yang lainnya. 
     Tiga
    Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi  bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran kemiskinan bisa di lihat pada gambar di bawah ini :




     TRIBUNNEW.COM, Jumat, 21 Februari 2014 11:53 menulis: Ketua Komisi     Pemberantasan Korupsi (KPK) saat itu Abraham menyebutkan angka kemiskinan di Indonesia pada 2013 mencapai 29 juta orang. Data  tersebut    sama dengan 11 persen dari total penduduk Indonesia."Itu sama artinya dengan seluruh penduduk Malaysia," ujar Abraham di  Lemhanas, Jumat 21/2/2014). "Ini memprihatinkan karena Indonesia begitu kaya," ungkap  Abraham. Lebih lanjut Abraham juga menyebutkan utang negara dari luar negeri sampai saat ini mencapai Rp 2.286 triliun. Angka tersebut belum dihitung sampai bunganya bayangkan bunganya," jelas Abraham.


      Pendidikan Anti Korupsi

    Walaupun terlambat pendidikan anti korupsi merupakan langkah yang baik dari pada tidak sama sekali. Karena hasil pendidikan yang kita berikan saat ini, akan kita petik hasilnya untuk masa mendatang pada generasi mendatang. Pemerintah melalui KPK telah memberikan harapan  baru dalam penindakan kepada para koruptor, kita apresiasi positip pada KPK. Deputy Bidang Pencegahan KPK telah memrogramkan Pendidikan Anti Korupsi melalui pendidikan yang di mulai dari TK, SD, SMP, SMA bahkan sampai Perguruan Tinggi, tertuang dalam pasal 13 huruf c UU No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Target dari pendidikan anti korupsi adalah terciptanya generasi yang tidak korup. Walaupun dampak dari pendidikan baru terwujud paling tidak 10- 20 tahun ke depan, karena pendidikan yang kita berikan hari ini, baru bisa kita ketahui pada generasi mendatang. Ini merupakan langkah maju yang harus kita dukung.Secara sederhana Para Guru bisa mengaplikasikan atau mengorelasikan dalam pembelajaran tentang pendidikan anti korupsi, karena mata pelajaran tentang anti korupsi belum ada dalam kurikulum. Banyak cara yang bisa di sampaikan kepada peserta didik tentang hal ini. Di lingkungan kita sudah terbiasa dengan budaya paternalistik, yaitu siswa meniru perilaku gurunya atau bawahan meniru perilaku atasannya. Maka Guru atau atasan harus mampu memberikan contoh yang baik bagi bawahannya. Korupsi bukan hanya berupa uang atau harta, tetapi juga korupsi waktu. Mampukah lembaga swasta dan pemerintah untuk menggunakan waktu secara efektif ?  Bagi lembaga pendidikan, bisakah mengelola jam kerja secara baik ? Misalnya masuk dan pulang tepat waktu, dan jam istirahat tidak molor. Ini membutuhkan kesungguhan, dan masalah korupsi sifatnya emergency sangat darurat untuk segera di atasi.



      Perilaku Anti Korupsi di mulai dari Diri Sendiri

     Setidaknya Tata tertib yang sudah ada di sekolah perlu dikawal dengan baik. Pasti setiap Lembaga Pendidikan memiliki Tata tertib Sekolah, yang berlaku untuk Peserta Didik, Guru serta Karyawan. Tata tertib yang baik mestinya memberikan sanksi dan  penghargaan yang berlaku bagi semua  termasuk unsur Pimpinan Lembaga.Satuan Pendidikan atau Lembaga Pemerintah terus tegakkan disiplin, masyarakat umum melihatnya dari disiplin waktu  kerja. Sehingga pemanfaatan  pengelolaan waktu harus bisa kita atasi. Korupsi di lingkungan pendidikan yang  berhubungan dengan uang, banyak bentuknya antara lain:

    Satu
     Pungutan yang di atur seolah-olah resmi, bahkan merupakan hasil musyawarah, tapi namanya tetap pungutan oleh pemerintah tidak diizinkan, beda dengan sumbangan, infaq, sokongan, atau persembahan apapun namanya yang sifatnya sukarela, dan jumlah nominalnya bebas terserah Anda, yang zaman dulu disebut gotong-royong, atau samirun, sami-sami urun (istilah dalam Bahasa Jawa )

    Dua  
    Pemberian dari lembaga pendidikan atau satuan pendidikan kepada petugas atau PNS yang sedang melaksanakan tugas di lembaga tersebut, bisa sebagai tim penilai, assesor, pemantau, petugas survey atau yang lain. Uang yang diberikan untuk memengaruhi petugas supaya memperhatikan secara istimewa,atau bentuk kompromi bisa di kategorikan sebagai gratifikasi, uang suap atau sogokan. 
   
    Tiga 
      Sekolah mengatur kepada peserta didik  untuk wajib membeli, misalnya buku tertentu, seragam tertentu yang harganya justru lebih mahal, wajib ikut study wisata, dll.


     Artikel ini sengaja saya angkat untuk mengingatkan kepada semua termasuk penulis.  Sehingga perilaku anti korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Dengan tidak melakukan pungutan dan menerima suap, apapun namanya yang motifnya untuk kepentingan diri sendiri, dan atau orang lain. Bila kebetulan menjadi petugas atau tim tertentu lalu di beri amplop isi uang yang bisa memengaruhi kinerjanya harusnya tidak diterima, katakan :   “ Tidak ! “ Karena yang memberi dan yang menerima sama-sama tidak  benar. Biasanya dengan menerima sedikit atau jumlah kecil dianggap tidak apa-apa yang akhirnya menjadi terbiasa, dan menerima yang jumlahnya banyak menjadi suatu kebiasaan, yang akhirnya ketahuan juga. Karena yang memberi terkadang tidak sadar ia bernyanyi merdu, sungguhpun itu juga tidak benar.Jika seseorang menumpuk harta dengan cara korupsi, tentu hal itu memengaruhi pada kehidupan orang lain baik langsung maupun tidak langsung, dan perbuatannya itu jelas bertentangan dengan nilai-nilai moral. (Prof. Suyanto, Ph.D. 2006:134)


    Perilaku Anti Korupsi dimulai sekarang, bukan besok.

    Berperilaku anti korupsi atau tidak korupsi harus dimulai dari sekarang, saat ini bukan menunggu besok. Bentuk korupsi selain tersebut di atas masih banyak jenisnya, misalnya :


       1.  Tidak membayar atau memanipulasi pajak. 
       2.  Menggelapkan barang inventaris, uang, atau surat berharga. 
       3.  Menaikkan harga di nota atau kuitansi ( mark up ), atau kuitansi dobel.
       4.  Memberi atau menerima uang amplop, suap, atau sogokan 
       5.  Berlaku curang. 
       6.  Perbuatan memperkaya/ menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 
       7.  Penyalahgunaan wewenang atau jabatan. 
       8.  Persekongkolan, kongkalikong, nepotisme. 
       9.  Menghalalkan semua cara untuk kepentingan pribadi. 
       10.Memalsukan data untuk keuntungan sendiri. 
       11.Melakukan penipuan.   
       12.Melawan hukum untuk kepentingan diri sendiri. 
       13.Memberi, menerima hadiah untuk memengaruhi keputusan (gratifikasi ).
       14.Memaksa seseorang untuk memberikan uang atau sesuatu.
       15.Mengerjakan order yang tidak sesuai perjanjian dan lain-lain. 


  Bentuk korupsi yang sedang ngetrend saat ini yaitu penyuapan ( bribery) adalah memberikan sejumlah uang kepada petugas (Pegawai, PNS), dengan harapan untuk mendapatkan kemudahan dalam suatu urusan. Orang menyebut uang suap, uang sogokan, biasanya dengan sembunyi-sembunyi dalam pertemuan di suatu tempat, bisa di tepi jalan, di hotel di rumah makan, atau cara lain. Untuk menghindari pelacakan biasanya  dengan pemberian uang cash, dalam kotak kardus atau tas koper. Karena bila dengan transfer akan mudah terlacak lewat PPATK  (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) karena transfer yang begitu banyak jumlahnya memang mencurigakan dan ini menjadi   kewenangan pemerintah melalui PPATK untuk melacaknya. Kita tahu bahwa tidak ada kejahatan yang tidak bisa dibongkar, akhirnya pasti terbongkar juga. Penyuapan bersifat transaktif, maksudnya pemberi suap dan penerima suap bersepakat untuk melakukan tindakan penyuapan demi keuntungan kedua belah pihak dan secara aktif diusahakan tercapainya keuntungan ini oleh kedua belah pihak. Pendidikan anti korupsi ini kepada Para Guru di Satuan Pendidikan perlu memberikan pemahaman kepada peserta didik, sehingga siswa mengerti betul tentang istilah yang sering digunakan dalam pemberantasan korupsi, seperti gratifikasi, suap, uang amplop dan yang lain. Tugas Guru adalah untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dan Guru sebagai figur perlu memberikan contoh pada siswa secara langsung. Secara singkat ciri-ciri umum korupsi itu dapat mencakup tiga hal  antara lain:

    a. Pengkhianatan atau penyalahgunaan terhadap kepercayaan yang diberikan.
    b. Penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan.

c       c. Menginginkan keuntungan materi untuk kepentingan pribadi dengan cara  mengorbankan kepentingan 
            orang banyak.


       Contoh Kasus Penyuapan :
   Peserta didik prestasinya kurang dengan nilai yang tidak memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal ). Karena orangtuanya memiliki banyak uang dan mempunyai kedudukan, sehingga malu bila putranya tidak naik kelas, atau tidak diterima di suatu sekolah. Sehingga   terjadi transaksi dengan Guru atau Kepala Sekolah, atau dosen pembimbing. Penyuapan terjadi dengan menaikkan nilai, supaya bisa naik kelas atau lulus ujian atau bisa  diterima di Sekolah Anu. Kita tahu bahwa tidak ada kejahatan yang tidak bisa di bongkar. Teman sekelas pasti ada yang terkejut, mestinya dia tidak  naik atau tidak lulus karena nilai sudah keluar, tetapi kok lulus, apa tidak salah, sehingga banyak yang bernyanyi merdu, dan terbongkarlah transaksi tersebut. Mudah-mudahan ilustrasi  ini tidak pernah terjadi. Agar tidak korupsi kita  bisa mencari tambahan untuk menunjang keuangan dengan usaha sendiri, misalnya klik di sini
    Semoga bermanfaat !
   Tag : 
    korupsi di indonesia
    korupsi 
    tindak pidana korupsi 
    berita korupsi terbaru 
    pendidikan anti korupsi 
    undang-undang anti korupsi
 
   
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :