Awas Pornografi, Waspada bagi Orangtua

                          Awas Pornografi, Waspada bagi Orangtua


Pernah disampaikan sebuah data oleh pembicara, bahwa hasil survey di sekolah setingkat SMP dan SMA di suatu Kabupaten/ Kota menunjukkan bahwa :

a. 62,7 % siswa perempuan sudah tidak perawan;
b. 21,3 % pernah aborsi dan;
c. 97 %    pernah ciuman dan oral sex.

Data dari BKKBN menyebutkan:
a. Remaja usia 15-19:  46,9% sudah melakukan seks pranikah;
b. Remaja SMP-SMA adalah 63% telah melakukan hubungan seks;
c. 21% diantaranya telah melakukan aborsi
d. 75% pelacur pelajar bukan karena ekonomi tetapi karena perilaku seks bebas (Lumoindong).

Data lain menyebutkan :


Sebuah survei lain yang dilakukan toptenreviews.com menunjukkan rata-rata usia termuda anak pengakses pornografi 11 tahun atau setara dengan siswa kelas 4-5 Sekolah Dasar. Di antara usia 15-17 tahun tersebut, 80% nya telah mengakses materi pornografi yang terang-terangan yang menggambarkan adegan intim atau hubungan kelamin). Bahkan  yang harus menjadi perhatian serius bagi orangtua, sekolah dan lingkungan adalah 90% akses pornografi dilakukan ketika dengan alasan belajar atau mengerjakan tugas bersama. Mereka melakukan di rumah teman yang orangtuanya sibuk, hanya pembantu yang ada, dari mengakses ini tidak menutup kemungkinan dilanjutkan dengan melakukan hubungan badan, karena diawali dengan rangsangan dari gambar.
Benar atau tidak hasil survey ini sebuah warning bagi para orangtua dan para Guru.
Hasil temuan KPAI, lanjutnya, juga menunjukkan 90 % anak terpapar pornografi internet saat berusia 11 tahun, dan sebagian besar terjadi ketika mereka sedang mengerjakan tugas Pekerjaan Rumah atau tugas bersama. Sepintas data tersebut di atas ada kemiripan dan bisa disimpulkan benar. 
Data yang cukup mengejutkan kita semua sebagai Pendidik dan Orang tua, data ini cukup valid ada berbagai sumber. Bagaimana tidak orangtua punya kebanggaan bisa membelikan gadget atau tablet yang bisa mengakses pornografi dengan mudah. Tujuan awalnya tidak demikian namun dampak ikutannya menjadi sedemikian parah, yang kadang orang tua tidak menyadarinya, termasuk Para Guru di Sekolah. Barangkali perlu adanya operasi HP di sekolah, namun hal tersebut tidaklah mudah, karena pada saat di sekolah tidak mengakses pornografi. Pornografi ini sangat dekat dengan narkoba, dan Indonesia menjadi surganya narkoba, semua harus waspada.

Sebuah testimoni dari siswa dengan Modus Rekruitmen Pelacur Pelajar, siswa yang tergolong kategori cantik katakan dengan wajah yang lumayan, dari kelompok ekonomi lemah yang tidak memiliki HP yang canggih. Didatangi teman yang sudah akrab dengan menawarkan jalan-jalan untuk makan bersama secara berkelompok antara 4-6 anak dan akhirnya diberi HP, pasti suka dengan alat ini karena mereka kepengin memiliki tapi tak mampu membeli, atau yang sudah punya HP diganti dengan HP yang bisa mengakses internet termasuk bisa merekam film. Di luar sana ada cukong yang membiayai untuk mendapatkan Pelacur Pelajar. Secara perlahan HP ini diisi dengan film porno sehingga mereka ketagihan untuk menonton, yang akhirnya direkrut menjadi pelacur pelajar walaupun baru usia SMP atau SMA. Ya informasinya sih pertama hanya menonton dan akhirnya di ajak saling bersentuhan, walaupun belum sampai pada adegan sesungguhnya tapi pada akhirnya sampai juga ke adegan yang dibayar dengan melakukan hubungan intim, awalnya sakit katanya lama-lama enak juga dan menjadi ketagihan karena dapat uang. Ini sebuah kesaksian artinya peristiwa ini bisa saja terjadi pada siswa perempuan yang lain, karena itu tulisan ini bisa sebagai bahan referensi, yang bisa terjadi pada siapa saja.

Pengertian Pornografi


Dalam KBBI 2002:889 disebutkan bahwa pornografi n 1.penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi; 2 bahan bacaan yang sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu birahi n sex. Sedangkan menurut Wikipedia Indonesia Pornografi berasal dari bahasa Yunani πορνογραφία pornographia — secara harafiah menjelaskan pornografi adalah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur) (kadang kala juga disingkat menjadi "porn," "pr0n," atau "porno") adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka  dengan tujuan membangkitkan nafsu birahi (gairah seksual). Pornografi dapat menggunakan berbagai media teks tertulis maupun lisan, foto-foto, ukiran, gambar, gambar bergerak termasuk film animasi, dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Belakangan istilah digunakan untuk publikasi segala sesuatu yang bersifat seksual, khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak bermoral, apabila pembuatan, penyajian atau konsumsi bahan tersebut dimaksudkan hanya untuk membangkitkan rangsangan seksual. Sekarang istilah ini digunakan untuk merujuk secara seksual segala jenis bahan tertulis maupun grafis. Istilah "pornografi" seringkali mengandung konotasi negatif dan bernilai seni yang rendah, dibandingkan dengan erotika yang sifatnya lebih terhormat. Kadang-kadang orang juga membedakan antara pornografi ringan dengan pornografi berat. Pornografi ringan umumnya merujuk kepada bahan-bahan yang menampilkan ketelanjangan, adegan-adegan yang secara sugestif bersifat seksual, atau menirukan adegan seks, sementara pornografi berat mengandung gambar-gambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi atau gambar dalam hubungan intim.

Pengaruh Buruk Internet

Dengan media internet saat ini  pornografi pun semakin mudah didapat. Sebagian dari pengusaha  internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet. Karena sifatnya mendunia, internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di daerah pelosok yang bisa mengaksesnya, termasuk para siswa sebagai generasi penerus kita. Dengan berani pada jam sekolah mereka secara sembunyi-sembunyi masuk di warung internet untuk mengakses adegan pornografi bahkan ada yang melakukan adegan porno di ruang internet. Ini suatu keprihatinan kita sebagai pendidik dan orangtua. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi. Pornografi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi. Pornografi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran, untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. Dan yang pasti akan merusak generasi muda kita. Inilah salah satu dampak buruk pengaruh media internet saat ini.

Indonesia Darurat Pornografi


Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah masuk darurat pornografi, lantaran lantaran biaya untuk belanja pornografi sepanjang 2014 diperkirakan mencapai Rp 50 triliun, sama dengan belanja untuk narkoba."Selain itu, dari seluruh kasus hukum terkait pelecehan seksual yang terjadi di Indonesia, 45 persen di antaranya merupakan kejahatan seksual yang melibatkan anak di bawah umur, bahkan hingga anak usia dini," sambungnya pada saat kunjungan di  Samarinda, Kamis, 5 Februari 2015 yang lalu. Dari 45 % korban seksual yang terjadi di Indonesia merupakan kejahatan seksual yang melibatkan anak di bawah umur sampai anak usia dini, diantara kasus tersebut ada yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri atau inses. Ini keterlaluan karena salah satu inses yang terjadi di Samarinda ini anak yang dilahirkan dari inses setelah remaja disetubuhi lagi hingga hamil.

Sejak akhir tahun 1990-an, "porno dari masyarakat untuk masyarakat" tampaknya telah menjadi kecenderungan baru. Kamera digital yang murah, perangkat lunak yang kian marak dan mudah digunakan, serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis, bisa dikirim ke teman lain dengan mudah.
Menurut Google, setiap hari terjadi 68 juta pencarian dengan menggunakan kata "porno" atau variasinya. Status hukum pornografi sangat berbeda-beda. Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi. Di beberapa negara, pornografi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi. Sebaliknya, pornografi berat biasanya diatur ketat. Pornografi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara, dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi yang melibatkan kekerasan atau binatang.

Solusi Cerdas


1. Tanggungjawab Pemerintah
Yang memiliki kewenangan untuk mengontrol peredaran pornografi lewat internet hanyalah pemerintah. Karena itu melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi sangat diharapkan untuk bisa berperan aktif agar situs-situs pornografi bisa di blokir atau dihapus. Ini sangat darurat dan harus segera ditindak lanjuti, sejak lama saya sudah mendengar pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi akan menghapus situs porno, nyatanya masih banyak situs porno yang ada di dunia maya. Barangkali sudah berusaha menghapus namun pertumbuhannya yang kalah cepat, sehingga terus bermunculan situs-situs porno yang lain. Tetapi bagaimanapun juga pemerintah mempunyai tanggungjawab dan kewenangan untuk menutup situs porno, karena keberadaan situs ini sudah sangat meresahkan. Gambar porno kadang-kadang muncul dengan sendirinya tanpa di cari.  Dengan mengetik hurup p-o-r-n akan muncul berbagai adegan yang bisa diakses oleh anak-anak kita yang belum waktunya melihat adegan ini. Kalai kita teliti situs ini pengunjungnya sangat banyak dari indikator traffik yang ada. Ini bukti bahwa pengunjung situs porno cukup banyak. Kalau kita bicara tentang masa depan bangsa dan negara termasuk generasi muda pasti sependapat dengan apa yang saya sampaikan, kita tunggu jawaban dari Pemerintah. 

2. Waspada bagi Orangtua
Orangtua pasti berharap agar buah hatinya sukses dalam pendidikan termasuk dalam pembinaan karakter. Karena itu orangtua yang memiliki dana lebih perlu berhati-hati dalam memberikan hadiah kepada para putra-putrinya yang berupa gadget atau tablet maupun sejenisnya, yang bisa mengakses internet secara bebas. Perlunya kontrol dan penjelasan kepada buah hati agar tidak terjerumus pada hal yang tercela dan mencelakakan. Yang pasti penyesalan itu datangnya terlambat.  Maka sebelum terlambat perlu ada penjelasan dan kontrol dari orangtua dalam bentuk kasih sayang. Memang banyak orangtua yang super sibuk mencari uang dan sering pulang malam, dan orang tua yang sibuk dan punya uang mestinya tidak memiliki wanita idaman lain ( WIL) atau pria idaman lain ( PIL ), walaupun tidak semuanya demikian, artinya ada orang tua yang berduit memiliki PIL atau WIL. Harapannya tidak begitu, namun banyak terjadi perselingkuhan terselubung yang menganggap tidak diketahui orang lain, tapi orang mengetahuinya, bahkan ada anak yang mengamati bahwa orangtuanya berselingkuh. Karena itu perlu ada komunikasi yang mesra dengan keluarga, termasuk bagaimana membina kurukunan keluarga dan bagaimana cara menggunakan tablet dan gadget yang baik.


Justru ada kesaksian anak sebagai wujud balas dendam karena tahu bahwa orangtuanya, mamanya atau papanya terlibat perselingkuhan dan anak mengetahuinya. Anak sudah dewasa dan mengerti pornografi, ia tidak merasa nyaman ada di rumah maka bentuk kompensasinya adalah dengan berperan sebagai pelaku pornografi sesama teman akrab, dan berkembang menjadi PSK Pelajar. Ini yang sangat menyedihkan, semoga bagi para orangtua yang membaca tulisan ini dan kebetulan melakukan perselingkuhan yang sangat rapih dan menyakitkan, seolah-olah tidak ada orang yang tahu, tapi orang lain atau anak akan mengetahui dari gerak-gerik orangtua. Bisa berubah dan kembali menjadi menjadi orangtua yang baik, sayang kepada keluarga. Dengan kata lain ada pertobatan, ya bertobat ! Tuhan akan mengampunimu ! Bukankah dalam hukum ke tujuh sudah jelas untuk jangan berzinah.

3. Tanggungjawab Sekolah

Bagaimanapun juga data yang kita dapatkan dari survey toptenreview.com dan KPAI  menemukan 90 %  mereka mengakses pornografi pada saat mereka menyelesaikan tugas Pekerjaan Rumah di tempat teman atau di rumah sendiri secara bersama-sama. Dan tidak menutup kemungkinan pada jam sekolah, data menunjukkan mereka telah melakukan hubungan badan dengan temannya, katakan mereka mencoba melakukan kegiatan layaknya suami isteri justru dengan teman sendiri yang sudah saling mengenal, dan nekadnya kadang di rumah sendiri pada jam sepi karena kesibukan orangtua. Atau pembantu tidak memedulikannya, bahkan tidak mengerti kesibukan di kamar karena katanya sedang mengerjakan tugas, tidak sendirian ada tiga atau empat anak, main bersama bergantian. Suatu kesaksian pernah terjadi justru siswa usia seragam putih biru yang melakukan persetubuhan karena menonton video porno pada jam sekolah karena tidak sampai di sekolah. Hasil interogasi mereka mengaku, semula takut, tapi karena saling menyentuh dan meraba pada saat ada rangsangan akhirnya melakukan yang mestinya tidak dilakukan, anehnya bukan berdua tapi lebih dari satu pasang. Awalnya katanya sakit, tetapi karena dilakukan berulang menjadi enak, kata mereka. Parah betul parah, karena itu perlu ada pemeriksaan ponsel secara berkala di sekolah untuk menanggulangi permasalahan video porno dan sejenisnya. Mudah - mudahan para Guru dan Pengurus Lembaga Pendidikan ada yang membaca tulisan ini.

4. Peran Satuan Polisi Pamong Praja
Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) bisa melakukan operasi di warnet pada saat jam sekolah, atau Perizinan Warnet harus semakin ketat dengan ruang terbuka artinya bisa dipantau bukan dalam ruang tertutup yang memungkinkan di dalam ruang warnet bisa berbuat mesum. Ini sering terjadi bahkan sering diberitakan di media. Hanya saat ini mereka memiliki gadget sendiri yang bisa mengakses pornografi di mana saja. Namun peran Satpol PP juga sangat membantu sekolah dalam menegakkan kedisiplinan siswa di saat jam sekolah, sehingga tidak keluyuran di ruang warnet atau nongrong di tepi jalan pada jam sekolah. Tugas Satpol PP bukan hanya mengurus anak sekolah yang keluyuran, tetapi juga penertiban pedagang asongan, pedagang kaki lima, bahkan Pegawai yang kluyuran di saat jam kerja, menertibkan reklame yang sudah tak berizin, dengan memanjat pohon dan lain-lain. Selamat bekerja Satpol PP

Author: Yulianto Education Observer stay in Purwokerto, Central Java, Indonesia
 
Semoga Bermanfaat !


Tag : pornografi, pergaulan bebas,





Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :