Menteri Anies Baswedan, Stop Kurikulum 2013 !

 Mendikbud Anies Baswedan Putuskan
Kurikulum 2013 Dihentikan 


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan akhirnya menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013, melalui Suratnya Nomor : 179342/MPK/KR/2014 Tanggal  5 Desember 2014 yang ditujukan kepada Kepala Sekolah di Seluruh Indonesia. Penghentian itu diterapkan bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester.
Terlepas adanya pro dan kontra tentang Kurikulum 2013 memang masih membingungkan bagi sebagian tenaga pendidikan, para Guru merasakan kesulitan dalam melaksanakan evaluasi dan penilaian pada rapot.  Selain

itu juga kurangnya Guru di lingkungan Sekolah Dasar, sungguhpun ada Guru Wiyata Bakti dengan honor tidak layak. Kekurangan Guru ini menyulitkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Jelas ini suatu permasalahan dan ada
 yang mengatakan pelaksanaan Kurikulum 2013 seperti dipaksakan.
"Saya memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menetapkan satu semester yaitu sejak tahun pelajaran 2014/2015," kata Menteri Anies di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat tanggal 5 Desember 2014). Selanjutnya Menteri menginstruksikan kepada sekolah-sekolah itu agar‎ kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Beliau menegaskan bahwa berbagai konsep di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006.

"Jadi tidak ada alasan bagi guru-guru untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kela‎s," kata Anies demikian ditulis dalam Detik.com.

Bagi sekolah-sekolah yang sudah menetapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester yaitu sejak tahun pelajaran 2013/2014. Sekolah-sekolah itu tetap menerapkan Kurikulum 2013 dan dijadikan sebagai sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013.

"Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya," terang Anies.

Namun apabila ada sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013 dengan alasan ketidaksiapan dapat mengajukan diri kepada Kemendikbud untuk dikecualikan. ‎Sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester ini jumlahnya 6.221 dari 208.000 sekolah (SD/SMP/SMA/SMK).

Kemudian, Menteri Anies Baswedan juga memutuskan untuk mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek.

"Kemendikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru," katanya.

Selengkapnya Surat Menteri bisa di baca di sini
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :