Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Presiden Joko Widodo pada kuliah umum di di Balai Senat Universitas Gajah Mada Bulaksumur Yogyakarta, Selasa 9 Desember 2014 antara lain menyampaikan tentang narkoba. Dia mengatakan bahwa Republik Indonesia sudah sampai pada tahap darurat narkoba, sehingga Bapak Presiden tidak akan mengabulkan grasi yang diajukan distributor narkoba, yang akhirnya 6 narapidana narkoba dieksekusi mati pada Minggu, dinihari tanggal 18 Januari 2015. Bahkan Presiden pada saat memperingati Hari Antinarkoba Internasional di Jakarta 26 Juni 2016 mengatakan bahwa modus parapelaku penyelundupan narkoba semakin canggih dan nekad,  Anak-anak dan perempuan dimanfaatkan sebagai kurir, dan model pengiriman juga beragam ada yang diasukkan kaki palsu, boneka, pipa baja, dan yang lain yang tidak terduga. Namun pihak BNN cukup jeli dalam menghadapi penyelundupan ini. Presiden sangat komitmen untuk memberantas narkoba, bila Undang-Undang mengizinkan hajar mereka bila perlu pelaku di"dorr " Data BNN menyebutkan setiap hari ada 33 orang mati karena narkoba, kerugian akibat narkoba mencapai Rp 63 triliun. Saat ini BNN memiliki pasukan anjing pelacak berjumlah 50 ekor yang mampu mendeteksi/ mengendus bau narkoba, sabu-sabu dan ganja yang disimpan dalam koper. Di bawah komando Kepala  BNN Jendral Budi Waseso BNN terus mengejar pelaku penyelundupan narkoba. 

Indonesia Darurat Narkoba


Kata darurat menurut KBBI 2002: 238 disebutkan n. 1 kondisi sulit (sulit) yang tidak disangka-sangka (dalam bahaya, kelaparan dll.) Yang membutuhkan penanggulangan segera. Pemerintah harus dapat bertindak cepat untuk mengatasi situasi; 2. Kondisi terpaksa; pemerintah dapat segera memutuskan tindakan yang cepat.
Indonesia sudah dikatakan darurat karena menurut data, di Indonesia ada sebanyak 40-50 orang yang meninggal setiap hari karena narkoba, dan ada 1,2 juta orang yang sudah terkena narkoba yang tidak bisa direhabilitasi karena kondisinya sudah sangat parah, angka ini terus bertambah setiap saat . Karena itu Presiden dengan tegas mengatakan: "tidak ada yang saya beri pengampunan untuk narkoba". Masyarakat sependapat bila distributor narkoba dan kelompoknya tidak diberi grasi dan remisi untuk menimbulkan efek jera, karena akibatnya luar biasa yang akan merusak generasi muda kita. Diberbagai media disampaikan bahwa Indonesia surganya distributor narkoba, ini adalah peringatan bagi kita untuk waspada. Bukan hanya di kota tapi juga di pelosok pedesaan masyarakat harus terlibat untuk mengawasi. Banyak penyelundup narkoba yang terus nekad, dengan berbagai cara dan modus, maka hukumannya maksimal sebagai bentuk agar menimbulkan efek jera. Banyak informasi yang mengatakan bahwa perdagangan narkoba dikendalikan dari dalam lapas, bila ini benar tepat sangat keterlaluan, ini yang harus dibenahi. Pemerintah memang harus tegas termasuk pada petugas, aparat dan penegak hukum lain, karena tidak tertutup kemungkinan mereka juga terlibat, penggunaan alat komunikasi dalam lapas harus ada pengawasan yang ketat. Terbukti saat ini ada kantor yang menggunakan narkoba, Oknum Kepala Daerah/ Bupati, Aparat Kepolisian, Anggota Dewan bahkan Oknum Pimpinan di lingkungan TNI ada yang sedang pesta sabu dan tertangkap oleh BNN. Mereka bukan hanya pemakai, tetapi juga sebagai distributor/ pengedar.
Dengan mengendalikan perdagangan narkoba lewat lapas, adalah suatu bukti bahwa mereka memiliki alat komunikasi, kondisi inilah yang harus diperbaiki. Karena sifatnya sangat darurat maka pemerintah harus mengambil sikap tegas dan tidak pandang bulu. Kalau melanggar harus di tindak, siapapun dan apapun jabatannya.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Lembaga Pemerintah nonkementerian sudah bekerja keras dalam memberantas peredaran narkoba, Kantor BNN mengatakan bahwa peredaran narkoba sudah sangat mengkhawatirkan karena sudah menyebar di seluruh kabupaten di 33 provinsi, sehingga tidak ada daerah yang bebas dari distributor narkoba, dan yang menjadi korban bukan hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Karena itu peran keluarga sangat diperlukan dalam mendeteksi dini untuk memerangi narkoba. Akan tetapi tidak setiap keluarga mampu mengatasi hal ini, karena kesibukan orangtua dan karena ketidaktahuan orang tua. Namun kita harus punya tekad yang bulat untuk mengatasi peredaran narkoba yang akan merusak masa depan generasi muda.
Kita juga bersyukur pada aparat bea cukai, BNN, kepolisian dan aparat yang terkait yang telah bekerja maksimal sehingga penyelundupan narkoba bisa terdeteksi dan banyak yang terbongkar, demikian juga pada Departemen Hukum dan HAM dan aparatnya, karena itu sudah selayaknya para penyelundup narkoba mendapatkan hukuman yang berat, karena kita sepakat untuk memberantas narkoba dalam rangka melindungi warga negara Indonesia dan generasi mudanya. Negara harus melindungi warganya, itu sudah pasti.

Pengertian Narkoba



Menurut Wikipedia Indonesia, narkoba adalah akronim dari kata narkotika, alkohol dan obat-obat berbahaya, kadang disebut napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif). Zat ini bila dikonsumsi dengan cara suntikan, dimakan, dihirup maupun dihisap dapat membuat ketagihan, halusinasi dan efek psikologi lainnya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan ( UU Nomor 35 Tahun 2009 ). Narkoba adalah senyawa psikotropika yang biasa digunakan untuk membius pasien yang akan dioperasi, agar tidak merasakan sakit. Narkotika berasal dari bahasa Inggris "Narcotics" artinya obat bius, karena bisa memengaruhi syaraf yang dapat membuat orang tidak merasakan sakit. Dan narkoba sangat erat kaitannya dengan masalah Pornografi , karena itu kita harus sepakat penyalahgunaan narkoba harus diberantas, dan anak muda generasi kita haruskita lindungi agar tidak terjebak dalam peredaran narkoba.


Menurut UU No 35 Tahun 2009 Narkotika dikelompokkan dalam 3 golongan yaitu: Narkotika Golongan I yaitu jenis narkotika ini dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan, jenis narkotika ini paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Dalam jumlah terbatas bisa digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh yang kita kenal seperti tanaman ganja, opium, heroin, kokain dll.
Narkotika Golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Misal: metadona, morfin. Narkotika Golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, dan
bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: etilmorfina, kodein, dll.


Jenis - jenis Narkoba

Psikotropika adalah zat atau obat yang dapat menurunkan / memengaruhi / mengubah kondisi mental susunan syaraf pusat yang menimbulkan halusinasi / mengkhayal, ilusi menyebabkan gangguan berpikir sehingga menyebabkan ketergantungan. Contohnya adalah:
Ekstasi                                        
                                         Ekstasi, atau Inex.





Ekstasi bentuknya tablet atau kapsul adalah salah satu obat bius. Pemakai akan memiliki energi yang lebih percaya diri. Akibatnya membuat tubuh aktif dan tidak terasa capai, merasa haus yang luar biasa sehingga terus minum. Efek yang ditimbulkan: rasa haus yang luar biasa, aktif bahkan hiperaktif, detak jantung yang cepat, berkeringat. Kecanduan badan menggigil, hilangnya nafsu makan, gelisah dan bisa berakibat kematian.

Sabu-sabu

                                 sabu-sabu / metamfetamin.

 

Bentuknya kristal seperti bumbu masak atau gula pasir warnanya bening. Zat ini memiliki pengaruh yang kuat pada syaraf. Penggunaannya dengan membakarnya dalam alumonium foil, kemudian asap yang ditimbulkan dihirup dengan sejenis pipa yang diisi air. (Bong).
Efek yang ditimbulkan: penderita menjadi bersemangat, aktif tidak bisa diam dan gelisah, sulit tidur tidak nafsu makan, dan terus ketagihan. Bila kecanduan akan mudah emosi / marah. Akibat selanjutnya adalah ketergantungan atau kecanduan. Dampak parahnya bisa menyebabkan kematian.

Opium (Papaver somniverum) atau candu



 Opium




Merupakan golongan narkotika alami yang penggunaannya dengan cara dihisap seperti rokok. Opium adalah bunga dengan bentuk dan warna yang indah, dari karet bunga menghasilkan opium. Tanaman opium banyak tumbuh di Afganistan, Iran dan Pakistan, Burma, Kamboja dan Thailand. Afganistan terkenal sebagai negara pemasok opium dunia. Opium dan turunannya biasa digunakan dalam medis, namun disalahgunakan antara lain morfin. Yang mengkonsumsi opium akan menimbulkan semangat, mabuk / pusing, kehilangan keseimbangan.

Ganja (canabis sativa, canabis indica)



 ganja

Cara penggunaannya dengan di padatkan atau dilinting dihisap seperti rokok, dampak penggunaan ganja denyut jantung lebih cepat, tenggorokan terasa kering, nafsu makan bertambah, berfantasi, gelisah, banyak bicara dan riang, kehilangan konsentrasi, berkeringat, sensitif, bisa agresif dan mudah tersinggung dan ketagihan . Kesaksian orang yang pernah tinggal di Aceh, Indonesia dahulu sebelum ada larangan banyak tanaman ganja yang digunakan sebagai bumbu sayur, campuran sayur sebagai penyedap untuk kebutuhan keseharian. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis.
morfin


morfin




Berasal dari kata Morpheus, morfin adalah zat aktif yang berasal dari opium yang diolah secara kimiawi. Morfin bekerja langsung pada sistem syaraf untuk menghilangkan. Efek samping penggunaan morfin yaitu euforia, kesadaran menurun, mengantuk dan lesu, mulut kering, mual, muntah, dapat menyebabkan pingsan. Morfin membuat kecanduan atau ketergantungan, dan akhirnya kematian.

kokain

kokain


Merupakan senyawa sintetis yang didapatkan dari tanaman erythroxylon coca. Kini kokain sering digunakan untuk anestesi lokal. Bentuknya berupa kristal putih, mudah larut, tidak berbau dan katanya rasanya pahit. Kokain sering disalahgunakan dengan disedot atau dihirup. Efek samping penggunaan kokain adalah gangguan penglihatan, kegembiraan yang berlebih, gelisah, gangguan pernapasan, kebingungan, berat badan menurun akhirnya ketagihan.
Dan masih banyak jenis narkotika lainnya dan obat-obat berbahaya lainnya sesuai dengan data di UU No 35 Tahun 2009. Yang saya sampaikan adalah yang sering kita dengar, paling tidak informasi ini bisa menambah wawasan kita.

Awas Permen Narkoba 

Bagi Bapak Ibu Pembaca yang putra-putrinya usia sekolah baik di TK, SD, SMP maupun setingkat SMA, supaya hati-hati dan nasehati putra-putri Anda agar tidak membeli permen yang baru beredar dan belum pernah dikenal. Karena baru-baru ini beredar permen narkoba, bentuk dan warnanya sangat menarik, ada yang seperti permen karet tipis, ada yang rasa Strowbery, lemon dll yang bentuknya sangat menarik bagi anak-anak. Efek samping permen ini bila dikonsumsi akan ketagihan, dan Bagi Sekolah pesankan pada peserta didik atau putra Anda untuk tidak mau menerima makanan atau permen yang diberi oleh orang lain, baik dikenal apalagi yang belum dikenal.

Misalnya:                          permen narkoba


  



Permen ini mengandung narkoba, banyak variannya dan ada lagi permen seperti permen karet, disebut Permen Cinta, permen ini mengandung viagra dan bila dikonsumsi maka yang mengonsumsi akan kepengin bercinta / berhubungan badan . Mohon untuk siswa SMP / SMA tidak membeli permen ini,
karena pernah di survey terbukti 23,3% perempuan usia SMP - SMP pernah aborsi sedangkan 62,7% sudah tidak perawan lagi. Kita sebagai orang tua tidak perlu takut tapi waspada dan perhatian pada anak-anak kita.

contoh:

                                    permen cinta
Solusinya
Hindari narkotika, alkohol dan obat-obat berbahaya karena bisa merusak fisik dan mental dan akibatnya bisa mengalami kematian. Karena bersifat adiktif maka yang terlanjur mengkonsumsi akan kesulitan untuk menghindar. Yang sudah parah tidak bisa direhabilitasi dan akan menjadi beban negara. Yang paling bijak adalah hindari narkoba selamatkan generasi muda kita. Dan distributor harus mendapat hukuman yang berat, untuk menimbulkan efek jera. Sekolah dan masyarakat, aparat dan kita semua saling bekerja sama untuk mengontrol agar perdagangan dan penyalahgunaan narkoba tidak berkembang.

Semoga bermanfaat!


tag:
narkoba 
awas narkoba 
narkotika 
pemberantasan narkoba 


Dihimpun dari: Wikipedia Indonesia, www.smkn1trenggalek, www.zikranet.blogspot.com

UU No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, dan UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan sumber lain.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :