Cara Meningkatkan Daya Kerja Otak

    Cara Meningkatkan Daya Kerja Otak    

 
Selama ini kebanyakan orang berpikiran bahwa organ otak bila rusak tidak bisa pulih kembali. Otak bersifat neuroplastic, menurut Wikipedia Indonesia,  neuroplastisitas, dikenal sebagai plastisitas otak, merupakan istilah umum yang meliputi baik plastisitas sinaptik dan non-sinaptik plastisitas yang mengacu pada perubahan jalur saraf dan sinapsis karena perubahan perilaku, lingkungan, proses saraf, berpikir, emosi, serta perubahan yang dihasilkan dari luka-luka.
Neuroplastisitas terjadi pada berbagai tingkatan, mulai dari perubahan sel akibat pembelajaran, perubahan besar-besaran yang terlibat dalam pemetaan kortikal dalam menanggapi cedera. Peran neuroplastisitas secara luas diakui dalam perkembangan yang sehat, belajar, memori, dan pemulihan dari kerusakan otak. Selama sebagian besar abad ke-20, konsensus di antara ahli saraf adalah bahwa struktur otak relatif berubah setelah masa kritis pada anak usia dini. Keyakinan ini telah ditentang oleh temuan mengungkapkan bahwa banyak aspek dari otak tetap plastik bahkan hingga dewasa.
Nyatanya  otak bersifat neuroplastic, yaitu pengalaman dan aktifitas mental dapat mengubah struktur koneksinya. Prinsip baru ini sebaiknya digunakan dalam meningkatkan kualitas pikiran. Dilaporkan dari theguardian.com, pada Rabu, 18 Februari 2015 yang dirilis oleh liputan 6 com, berikut adalah cara yang bisa anda gunakan.

1. Jalan kaki sekitar 3,5 km per hari


Olahraga ringan dengan  berjalan kaki setiap hari sejauh kurang lebih 3,5 km terbukti merupakan faktor kunci berkurangnya resiko dementia sebanyak 60 persen. Demensia, Dementia  atau dalam Bahasa Jawa disebut pikun diartikan sebagai gangguan kognitif dan memori yang dapat memengaruhi aktifitas sehari-hari. Penderita demensia seringkali menunjukkan beberapa gangguan dan perubahan pada tingkah laku harian (behavioral symptom) yang mengganggu (disruptive) ataupun tidak menganggu (non-disruptive), (Volicer, L., Hurley, A.C., Mahoney, E. 1998). Grayson (2004) menyebutkan bahwa demensia bukanlah sekedar penyakit biasa, melainkan kumpulan gejala yang disebabkan beberapa penyakit atau 
kondisi tertentu sehingga terjadi perubahan kepribadian dan tingkah laku.

Lima puluh sampai enam puluh persen penyebab demensia adalah penyakit Alzheimer. Alzhaimer adalah kondisi dimana sel syaraf pada otak mati sehingga membuat signal dari otak tidak dapat di transmisikan sebagaimana mestinya (Grayson, C. 2004). Penderita Alzheimer mengalami gangguan memori, kemampuan membuat keputusan dan juga penurunan proses berpikir, orang menyebutkan kepikunan.

2. Belajar keterampilan baru seperti menari,

    musikal, atau bahasa asing

Ketuaan bisa mengakibatkan daya kerja otak menurun, tidak seperti di waktu muda dahulu. Kebanyakan orang usia separuh baya hanya mengulang-ulang ketrampilan yang sudah dikuasi, misalnya membaca koran, membersihkan rumah, menjaga cucu atau yang aktif menulis bisa browsing di internet. Mempelajari sesuatu yang baru, bisa memicu kerja otak sehingga sangat membantu untuk mengingat sehingga tidak disebut pelupa. Ketrampilan menulis misalnya sangat membantu kerja otak kita sehingga tidak kehilangan memori. Menulis tidak harus mendapatkan keuntungan finansial, sokur bisa menghasilkan uang tambahan. Belajar ketrampilan baru seperti main musik, menari atau belajar bahasa asing, sangat membantu kerja otak kita sehingga tidak menjadi pelupa. Dalam kehidupan umum, sifat pelupa bagi usia tua di sebut pikun. Orang yang pikun sering lupa apa yang baru dikerjakannya, misalnya baru saja makan, dia mengatakan kok sejak tadi tidak di suruh makan ( makan nasi maksudnya ). Dari awalnya tidak bisa tetapi kalau mau belajar pasti bisa  dan sekalian menghibur diri.

Semoga !



Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :