Guru Kunci Utama Kualitas Pendidikan

                               Guru Kunci Utama Kualitas Pendidikan
                                                    

Pada Perang Dunia II bom atom dijatuhkan di kota Hirosima dan Nagasaki  tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, yang menewaskan 140.000 jiwa warga Hirosima dan 80. 000 jiwa warga Nagasaki. Peristiwa itu sangat mengerikan karena dampak radiasi radioktif selama bertahun-tahun bahkan sampai saat ini.

Begitu kesal sekutu mengebom Hirosima dan Nagasaki karena bala tentara Jepang  sangat loyal pada Kaisar yang tidak mau menghentikan peperangan, dan bermarkas di Kota Hirosima. Enam hari setelah bom atom jatuh maka Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 15 Agustus 1945, yang akhirnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

Pertanyaan dari Kaisar : Berapa jumlah Guru yang masih hidup ? katanya. Pertanyaan ini mendasari pemikiran bahwa pendidikan merupakan persoalan yang mendasar. Negara akan bangkit bila pendidikan maju itu persoalannya, sehingga Jepang sangat sadar dengan kondisi alam yang mereka miliki. Mereka tidak memiliki sumber daya alam, mereka sadar itu sehingga kualitas manusialah yang menjadikan Jepang menjadi kuat. Pendidikan adalah urusan yang sangat mendasar yang lintas sektoral. Karena itu kita bangsa Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah kita harus sadar, sampai saat ini 53% penduduk kita yang bekerja hanya berpendidikan Sekolah Dasar, dan yang lulusan pendidikan tinggi hanya 9 %.

Bila pemerintah melaksanakan Wajib Belajar 12 Tahun yang akan dimulai Juni 2015, kita patut bersyukur, sungguhpun selama ini kita terlena, karena hanya mengurus masalah politik yang tak pernah kunjung selesai. Sejak menjadi murid kita diajarkan untuk bekerja sama, untuk saling menghormati satu dengan yang lain, untuk bersama-sama membangun negara ini di tengah perbedaan, sesuai amanat Sumpah Pemuda yang di ikrarkan puluhan tahun yang lalu. Tetapi faktanya ada yang saling menyerang satu sama lain dan menjadi tontonan anak-anak kita melalui layar televisi, bahkan sama-sama lembaga negara, mestinya tidak demikian, harusnya kita membangun bangsa dan negara untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Jumlah penduduk Indonesia saat ini menempati urutan ke - 4 dunia, tapi dari segi kualitas penduduk ada di urutan 124 ( baca : seratus dua puluh empat ) dari 187 negara. Seolah-olah penduduk kita ini terencana untuk berpendidikan rendah, banyak sumber daya alam yang tak bisa diolah sendiri sehingga bangsa asinglah yang menikmatinya. Laut kita sangatlah luas dan masih asin, yang bisa menghasilkan garam yang melimpah, tapi kita masih impor garam hingga saat ini. 

Mestinya kita bisa memberdayakan petani garam, untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kita tahu bahwa pendidikan kita masih banyak yang perlu dibenahi, dan saat ini sedang berproses menuju ke sana, terjadinya kekurangan Guru PNS di daerah, sehingga sekolah harus memberdayakan  Guru Wiyata Bakti, dengan upah sangat tidak layak dibanding dengan pendidikan yang ia tempuh selama 5 tahun, ini perlu keseriusan.  Karena masa depan bangsa tetap ada di generasi muda yang kita didik saat ini.

Pendidikan adalah soal interaksi antar manusia,  antara Guru sebagai Pendidik dan Murid sebagai Peserta Didik, dan antara orangtua dan anak, dan interaksi  antara lingkungan masyarakat dan sekolah sebagai tempat pembelajar.  Tidak berlebihan bila dikatakan Guru adalah inti dari proses pendidikan yang sangat panjang. Guru menjadi kunci utama kualitas pendidikan. 


Semoga !

Tag :
guru
kualitas guru 
guru indonesia 
kualitas pendidikan 
kualitas guru indonesia 
kualitas pendidikan indonesia 


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :