Tiga Kerangka Strategis Kemendikbud 2015-2019

                       Tiga Kerangka Strategis Kemendikbud 2015-2019
                                                                               
Dalam membangun bidang pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ada 3 kerangka strategis untuk 5 tahun ke depan tahun 2015-2019 yaitu :


Pertama :
Terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan dilandasi semangat gotong royong. Salah satu fokus yang dilakukan adalah dengan melakukan penguatan kepada para pelaku pendidikan dan kebudayaan, yaitu penguatan peran peserta didik, para Guru
Kepala Sekolah, orangtua walimurid, serta para pemimpin lembaga pendidikan nonformal  maupun  informal dan lainnnya yang harus dilakukan secara serius. Demikian penjelasan Menteri yang disampaikan dalam : “Simposium Pendidikan Nasional : Membumi Landaskan Revolusi Mental dalam Sistem Pendidikan Indonesia, di Jakarta 23 Februari 2015 yang lalu.

Kedua :
Peningkatan Mutu dan Akses Pendidikan, yaitu melalui Program menuju Wajib Belajar 12 Tahun yang akan dimulai 1 Juni 2015. Fokus kebijakan lain adalah meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan khususnya pada kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Pada kenyataan Menteri menyebut bahwa  beda sekali antara daerah yang dekat dengan pusat dengan yang jauh. Kita tidak bisa lagi membiarkan lokasi lahir menjadi penentu wajah masa depan seseorang anak. Di mana saja anak dilahirkan seharusnya memiliki kesempatan yang sama. Dan itu artinya tanggung jawab pemerintah besar sekali untuk menjawab tantangan ini,” jelas Menteri.
 

Ketiga :
Pengembangan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik, maksud pelibatan publik adalah jika urusan pendidikan dikerjakan bersama-sama antara pemerintah dengan masyarakat, maka banyak sekali hal yang bisa diselesaikan. “Kita mencoba merumuskan bagaimana membangun pendidikan melalui pendekatan gerakan. Ada komponen yang dikerjakan negara dan ada pula komponen yang dilakukan publik,” tutur Mendikbud. “Selain fokus pada kebijakan pada kerangka strategis ini adalah melakukan perbaikan dalam birokrasi di Kementerian sehingga tata kelolanya menjadi bersih , efektif dan efisien. “Anggaran pendidikan yang kita kelola bukan hasil ambil dari pemanfaatan sumber daya alam kita, melainkan dari uang iuran pajak kita bersama. Justru sekarang kita harus menempatkan ini sebagai pool yang dititipkan untuk kita jalankan sama-sama,” lanjutnya.

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/3848
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :