Awas Kejahatan, Tingkatkan Kewaspadaan

                           Awas Kejahatan, Tingkatkan Kewaspadaan !
                                     
Saat ini hampir setiap saat terjadi tindak kejahatan seperti  pencurian , perampokan, begal, penodongan, penjambretan dan tindak kriminal lainnya. Terjadinya kejahatan karena adanya kesempatan, kata Bang Napi karena itu usahakan agar tidak ada kesempatan untuk berbuat jahat caranya dengan tingkatkan penjagaan dan kewaspadaan. Menurut KBBI hal. 450 kejahatan adalah 1. perbuatan yang  jahat : korupsi,  merampok, 2. sifat yang jahat,  3. dosa,  4. perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku yang disahkan oleh hukum tertulis. Sedangkan mencuri adalah mengambil milik orang lain tanpa izin atau tidak sah, biasanya dengan sembunyi-sembunyi. Wikipedia menyebutkan bahwa kata pencurian sering digunakan dalam sebutan informal dalam sejumlah kejahatan yang terjadi, seperti perampokan, penjarahan,  penggelapan, penipuan dan sejenisnya. Orang yang melakukan tindakan dalam pencurian disebut pencuri dan tindakannya secara aktif disebut mencuri.  B. Simandjuntak, menjelaskan bahwa kejahatan merupakan suatu tindakan anti sosial yang merugikan, tidak pantas, tidak dapat dibiarkan, yang dapat menimbulkan kegoncangan dalam masyarakat.

Maraknya kasus kejahatan memang ditanggapi beragam, penyebabnya karena kemiskinan,  pengangguran, kebodohan , kurangnya fasilitas dasar seperti sandang, pangan dan papan/ perumahan. Pertumbuhan penduduk yang  cepat dengan tidak diimbangi dengan kebutuhan dasar, sehingga menimbulkan ketimpangan sosial, orang bilang yang kaya tambah kaya, yang  miskin tetap miskin. Kejahatan bisa terjadi juga karena penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya. Kemiskinan menjadi  penyebab terjadinya kejahatan, tetapi ada yang berpendapat  bahwa yang berbuat jahat bukan hanya yang miskin, tetapi yang kaya dan berkedudukan tinggi ada juga yang berbuat jahat, seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang dan sejenisnya yang mengakibatkan kemiskinan. Kejahatan yang sering terjadi  saat ini antara lain pencurian di rumah, kantor dan di sekolah, yang diambil apa saja yang bisa diuangkan seperti komputer, laptop, uang, dan lain-lain. Mereka masuk ruangan dengan merusak jendela, pintu atau membongkar etenit. Sedangkan bentuk perampokan misalnya di toko swalayan, di toko emas, SPBU, kantor bank,mereka datang pada saat sepi kadang dengan menodongkan senjata tajam atau senjata api. 

Sedangkan model begal dengan menghadang di jalan yang sepi dan atau gelap, atau memasang tali perangkap yang melintang di jalan, atau pura- pura menjadi petugas yang menghentikan kendaraan di tempat sepi, yang diambil apa saja yang berharga termasuk minta kendaraan dengan paksa.  Bisa juga merebut tas yang di cangklong, yang di jepit atau digantung di motor. Karena tas direbut atau ditarik pada saat mengendarai motor, akibatnya kehilangan keseimbangan yang mengakibatkan pengendara jatuh, mereka luka parah bahkan ada yang meninggal. Penjahat pura-pura menolong tetapi hanya mengambil tas lalu memacu motornya dengan cepat.
Kejahatan saat ini sudah sangat canggih dengan alat elektronik, pembobolan rekening bank melalui ATM dan sejenisnya. Awam tidak tahu model ini karena memang tidak mengerti. Ini dilakukan oleh profesional yang paham betul dibidangnya.

Solusi
Satu

Tingkatkan kewaspadaan dengan sistem jaga rumah atau jaga di kantor dengan petugas jaga. Buat pengaman untuk pintu dan jendela dengan teralis yang kuat. Hindari berkendara melewati jalan sepi terutama malam hari, bila terpaksa minta dijemput atau ditemani. Jangan menggunakan hiasan berlebihan, sehingga memancing kejahatan. Bagi Bendahara Sekolah pada saat mengambil dana BOS, gunakan pengamanan dari kepolisian, sekembalinya dari bank tidak berhenti atau mampir ke toko untuk membeli sesuatu, sudah banyak kasus ini terjadi tetapi tidak menjadikan pengalaman bagi para bendahara. Waspadalah bahwa di kantor bank kadang ada yang pura-pura sebagai nasabah tetapi bisa juga ia penjahat yang lagi mencari mangsa.
Dua
Usahakan memasang CCTV terutama di kantor atau di rumah bagi yang mampu. Sehingga kejahatan yang terjadi bisa terekam, yang memudahkan untuk pihak kepolisian untuk mendapatkan pelaku kejahatan.
Tiga
Bagi kepolisian diharapkan ada patroli rutin, terutama di daerah rawan kejahatan, pemerintah untuk memasang lampu jalan dan rambu lalulintas di tempat rawan kejahatan dan rawan kecelakaan. Sebagian warga masyarakat menilai maraknya kejahatan,  pencurian dan sejenisnya  ini tidak terlepas dari kinerja kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat untuk  menjamin rasa aman baik harta benda maupun nyawa. Yang pasti kita harus menjaga diri dari peluang kejahatan dan berikan materi ini dalam pembelajaran di sekolah kepada peserta didik, dan ajarlah mereka untuk tidak berbuat jahat. Karena tidak menutup kemungkinan anak-anak kita seusia SMA ada yang berbuat jahat. Serapih apapun perbuatan jahat pasti terbongkar.

Kata Kunci : 
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :