Nasib Guru Honorer K2 Terkini

                                Nasib Guru Honorer K2 Terbaru,
                                                               

Nasib Honorer K2 yang pernah ikut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil dan belum lolos, saat ini di beri kesempatan mengikuti seleksi ke-2, waktu pelaksanaan seleksi belum di informasikan. Karena itu diharapkan kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Honorer K2, yang akan diperebutkan oleh sekitar 400 ribu lebih untuk mengisi sekitar 88 ribu formasi yang dibutuhkan. Sementara sisanya menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah daerah. Honorer K2 sejumlah itu termasuk honorer umum, tidak hanya honorer Guru. Masih banyak waktu untuk belajar dengan membaca materi sekitar materi yang lalu atau memperkirakan materi yang bakal keluar.

Dijelaskan oleh Kepala Bagian Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak Suwardi saat ditanya wartawan Selasa, 17 Maret 2015 di Jakarta. Bagi yang tidak lulus diserahkan pada pemerintah daerah masing-masing, kalau masih dibutuhkan bisa dipakai dan bila tidak dibutuhkan terserah pemerintah daerah, katanya.


Jika mengacu pada ketentuan yang diatur dalam PP Nomor 48 Tahun 2005, PP Nomor 43 Tahun 2007 dan PP Nomor 56 Tahun 2012 persoalan Honorer K2 mestinya sudah selesai. Akan tetapi dalam kenyataannya sampai saat ini masih menyisakan permasalahan, di lain pihak muncul aspirasi yang harus diperhatikan, karena itu pemerintah mestinya memberikan kesempatan terakhir. Ketentuan untuk mengangkat tenaga honorer menjadi CPNS harus tetap melalui tes. Meskipun tetap ada prioritas bagi honorer K2 yang usianya di atas 35 tahun. Pada prinsipnya memang harus ada seleksi atau tes karena ada aturannya berdasarkan UU Aparatur Sipil Negara (UU No. 4 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara) Pasal 58 ayat 3 disebutkan bahwa pengadaan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud adalah dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengumuman lowongan, pelamaran , seleksi, pengumuman hasil seleksi, masa percobaan, dan pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil. Adapun K2 yang ada saat ini adalah usianya di atas 35 tahun, ini yang menjadi prioritas, katanya. Jadi semuanya memenuhi syarat usia dan bisa mengikuti
seleksi.

Meskipun permasalahan menjadi tanggung jawab bersama antara pusat dan pemerintah daerah, namun bila tidak lolos pada seleksi ini akan dikembalikan pada pemerintah daerah masing-masing, karena honorer merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Dengan besaran honor yang diberikan juga tergantung pada daerah itu sendiri. Guru honorer atau guru Wiyata Bakti yang tidak lolos melalui seleksi K2, maka masih ada kesempatan dengan melalui jalur umum, sepanjang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh masing-masing formasi. Kemungkinan tenaga honorer yang tidak lolos untuk dialihkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sampai saat ini belum ada jawaban, karena belum ada payung hukumnya. Yang pasti setiap warga negara selama memenuhi persyaratan yang dibutuhkan semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi ASN baik PNS maupun PPPK.


Semoga Bermanfaat!



tag:  
K2 , nasib K2 , guru K2 , guru honorernasib guru honorerhonorer K2
nasib K2 2014gaji guru honorerinfo guru honorer
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

1 komentar: