Perilaku Budaya Disiplin Dimulai Dari Keluarga

                          Perilaku Budaya Disiplin Dimulai Dari Keluarga 
                                                  


Menurut KBBI : 268 kata disiplin berarti n 1. tatatertib ( di sekolah, kemiliteran dsb ); 2. ketaatan ( kepatuhan ) kpd peraturan ( tatatertib dsb); 3. bidang studi yang memiliki objek, sistem dan metode tertentu. Sedang mendisiplinkan artinya  v membuat berdisiplin, mengusahakan supaya menaati ( mematuhi ) tatatertib. Wikipedia menjelaskan disiplin  merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan pendisiplinan adalah usaha-usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan. Pendisiplinan bisa menjadi pengganti istilah untuk hukuman ataupun instrumen hukuman yang bisa dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain.


Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti pengikut. Seiring dengan perkembangan , kata disibel mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin memerlukan integritas emosi dalam mewujudkan keadaan. disiplin diri dapat bermula pada suatu hal yang kecil, contoh : bagi pelajar harus mampu membagi waktu belajar, saatnya waktu beribadah dan kegiatan lain sehingga semua kegiatan bisa berjalan tanpa terganggu. Sedangkan kata budaya menurut KBBI:169 adalah n 1. pikiran; akal budi;2. adat istiadat; 3. sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang ( beradab, maju ) 4; cak sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah. Pada awalnya pendisiplinan mesti harus dipaksakan, tanpa pemaksaan disiplin sukar diwujudkan. Agar kedisiplinan dapat terwujud harus berani berbuat yang tidak menyenangkan, karena membiasakan menjadikan tertib tidaklah mudah,  umumnya orang berkeinginan untuk berbuat yang nyaman bebas dan tidak banyak aturan. Perilaku bebas tanpa aturan akan menggangu yang lain, karena itu perlu ada aturan agar tertib dan disiplin. Bila sudah menjadi kebiasaan hidup disiplin maka kebiasaan ini akan mengakar pada diri seseorang yang menjadikan budaya disiplin. 

Dimulai dari Keluarga
Perilaku tidak disiplin karena tidak memedulikan kepentingan orang lain, dan bisa merugikan pihak lain, misalnya di loket ATM, ada yang nunggu antre  lama tiba-tiba ada yang langsung nyerobot masuk, bersyukur karena yang menunggu tidak marah.  Karena itu pembiasaan disiplin mestinya diawali dari tiap keluarga. Orang tua mempunyai tanggungjawab untuk membiasakan perilaku disiplin ini, orangtua sebagai contoh figur harusnya  sudah memiliki kebiasaan disiplin. Pembiasaan disiplin di keluarga harus dimulai sejak anak usia dini, dimulai dari membiasakan perbuatan yang sederhana. Banyak contoh perilaku untuk melatih pembiasaan pada anak, misalnya anak akan pergi sekolah atau kegiatan di luar rumah harus izin atau pamit pada orang tua, baik kepada Bapak atau Ibu.  Bila pada suatu saat tidak pamit, orangtua wajib menegur sebagai bentuk membiasakan perilaku disiplin. Kebiasaan lain misalnya menjalankan solat tepat waktu dan tertib ( Jawa : tidak bolong-bolong), mandi tidak perlu diperintah, termasuk rajin menggosok gigi, rajin membaca Alkitab bagi yang sudah lancar membaca, rajin berdoa setiap melakukan aktivitas, masuk rumah atau  kamar orang lain harus ketok pintu. Pembiasaan mengembalikan pada tempatnya piring atau gelas yang sudah dipakai, meletakkan sepatu pada tempatnya, dan bila terjadi tidak sesuai pada tempatnya, perlu di betulkan dan diberi nasehat, agar pembiasaan ini bisa terbentuk. Pembiasaan harus diawali oleh orangtua, terjadinya kenakalan anak dan remaja banyak disebabkan karena di rumah tidak mendapat perhatian dan bebas atau tidak pernah ada pembiasaan, karena orangtua sangat sibuk, atau anak berasal dari perceraian keluarga. Anak  sering melihat orangtuanya bertengkar juga sangat memengaruhi kepribadiannya. Ia berbuat nakal dan nekad karena butuh perhatian bahkan sebagai wujud kompensasi belaka dan bisa jatuh dalam minuman keras maupun narkoba

Pembiasaan awal ini memang harus dipaksakan dan membutuhkan waktu lama yang akhirnya menjadi perilaku disiplin diri sendiri yang akan menjadi budaya disiplin. Pemaksaan pada awalnya bukan disiplin yang kaku tetapi disiplin dengan penuh kasih sebagai orangtua dalam rangka membentuk kepribadian dasar, yang akhirnya menjadikan budaya tertib dan disiplin, sama seperti hidup di asrama banyak aturan tetapi bertujuan untuk membentuk kepribadian yang akhirnya bermanfaat bagi siswa dan terasa setelah meninggalkan asrama yang harus hidup mandiri.

Disiplin di  Sekolah
Sekolah sebagai pusat kebudayaan berperan aktif untuk mendidik anak bangsa agar pada saatnya nanti siap mandiri untuk hidup dalam masyarakat.     Membiasakan perilaku disiplin dan tertib jam masuk dan pulang, guru tertib dan disiplin mengoreksi tugas rumah atau pekerjaan rumah, disiplin membuat rancangan pembelajaran bagi guru, disiplin waktu istirahat sehingga tidak ada siswa yang mengatakan istirahatnya lama banget capai. Padahal waktu istirahat sudah diatur sangat rapih, bila ini terjadi maka perlu di tindak lanjuti agar tidak molor lagi. Bagaimanapun juga setiap anak yang mengalami sesuatu di sekolah pasti melaporkan pada orangtuanya. Oleh karena itu ini wujud perhatian pada Guru di sekolah. Banyak yang bisa dilakukan untuk membiasakan perilaku disiplin di sekolah. Perilaku disiplin sangat memengaruhi kepribadian peserta didik dalam perilaku keseharian, karena itu perilaku ini diajarkan dan diterapkan dengan kesungguhan hati, karena mengajar dan mendidik itu bukan hanya menyampaikan materi tetapi sebuah seni mengajar yang sangat menarik bagi anak. Tentang lalulintas harus diajarkan di sekolah dan diawali oleh Guru sebagai figur yang sangat dihormati oleh peserta didik. Penggunaan ponsel yang berlebihan juga harus diatur di sekolah, sehingga tidak menggunakan ponsel, gadget atau tablet pada jam sekolah, tidak menutup kemungkinan dengan perangkat modern ini anak bisa mengakses situs pornografi yang marak saat ini

Disiplin di Masyarakat

Masyarakat yang terdiri dari berbagai keluarga yang membentuk komunitas, satu dengan yang lain saling membutuhkan. Masyarakat perlu adanya kedisiplinan bersama supaya satu dengan yang lain tidak saling mengganggu dan tidak terganggu. Kedisiplinan ini kadang tidak perlu kesepakatan katakan sejenis konvensi, semua sudah saling mengerti karena budayanya kebanyakan anggota masyarakat sama. Salah satu contoh kesepakatan yang merupakan kedisiplinan di masyarakat misalnya, perilaku gotongroyong yang sampai saat ini masih berjalan, misalnya kerja bakti bersama. Masyarakat memiliki ikatan batin sehingga bila ada yang berperilaku berbeda (Bahasa  Jawa : nyleneh ) masyarakat akan cepat mengetahuinya. Disiplin di masyarakat misalnya membayar iuran di RT atau kebersihan lingkungan, memasang lampu jalan di depan rumah sendiri. Mengikuti rapat atau pertemuan RT atau di desa/ kelurahan. Semuanya membutuhkan kedisiplinan. Bila itu sudah terbentuk maka akan menjadi perilaku disiplin diri sendiri, menjadi karakter disiplin, menjadi budaya disiplin. Bila setiap keluarga sudah terbentuk perilaku disiplin, masyarakat juga sudah terbentuk perilaku disiplin, sebagai negara akan terbentuk perilaku budaya disiplin. Luar biasa !

Semoga Bermanfaat !


Kata Kunci :

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :