Tren Fenomena Batu Akik

                                         Tren Fenomena Batu Akik 
                                         
Ada masanya di buru, diidolakan, dipuja, banyak orang membicarakannya mahalpun tak mengapa asal suka, bangga jika bisa membayarnya. Sayang waktu ngetopnya hanya sebentar langsung sirna itu si Gelombang Cinta, kehadiraannya begitu luar biasa, 10 lembar daun bisa mencapai puluhan juta. Waktu berganti yang satu ini tokek yang menakutkan bagi sebagian wanita, pemburu tokek berani pasang harga sampai ratusan juta, banyak yang mencarinya sampai tempat yang jauh di gedung tua bahkan dipohon besar tengah kuburan. pemburu rela berhari-hari mencari tokek yang besarnya mencapai beberapa kilogram katanya, menurut saya tokek besarnya tetap seukuran tokek. Konon ada yang beratnya sampai 10 kilogram untuk dijual ke luar negeri informasinya untuk membuat obat penawar HIV. Ganti lagi burung sungguhan, bukan cerita burung, komunitas pecinta burung asyik memperbincangkan burung ocehan yang merdu suaranya cantik warna bulunya, ada burung perkutut, burung beo, jalak, merpati dan yang lainnya. lagi-lagi demam cacing, semuanya bercerita tentang budidaya cacing, budidaya jangkrik sampai budidaya semut rang-rang.


Heboh
Saat ini di awal tahun 2015 bertepatan dengan tahun kambing kayu, banyak orang dari berbagai latar belakang profesi, bercerita tentang batu akik, sampai heboh bahkan katanya ada pemerintah daerah yang menghimbau bukan mengharuskan pegawainya untuk memakai batu akik. Batu akik asalnya dari letusan gunung berapi, lalu magma membeku menjadi batu. Saat ini sudah sangat beragam coraknya dibanding era tahun 70-an. Dulu yang menggunakan batu akik dianggap orang yang memiliki kelebihan dan kekuatan supranatural. Bahkan ada yang memercayai batu akik memiliki kekuatan lebih, katakan sebagai ajian, seperti aji pengasihan, kekuatan. Sekarang orang menggunakan batu akik sebagai perhiasan, warna dan coraknya cukup beragam. Batu akik awalnya hanya di pakai oleh kaum laki-laki, namun saat ini banyak wanita yang menggunakannya sebagai cincin perhiasan bahkan mengoleksinya sampai puluhan biji.

Harga Mahal
Harga batu akik beragam dari Rp 25.000 perbiji sampai puluhan juta rupiah, diberitakan batu akik motif Yesus milik Bapak Daniel Krisna yang pelukis kelahiran Ngawi. Pada pameran awal 2015 di Mangga Dua Jakarta Barat ada yang menawar Rp 3 M, dan tidak dilepas ia minta Rp 5 M, karena berniat tidak akan menjualnya. "Sekarang kalau ada yang mau membelinya Rp 5 miliar akan saya lepas," ujar Bapak Daniel Krisna beberapa waktu lalu. Daniel bercerita bahwa akik yang dibentuk menjadi liontin itu berasal dari lempengan batu pancawarna asal Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, demikian rohilonline.com mengabarkan. Sebagai investasi dengan membeli batu akik rasanya belum tepat karena batu akik belum ada standar harga baku, kecuali intan atau berlian. Harga tinggi karena kesepakatan antar penjual dan pembeli karena barang langka, dan ada motif gambar di dalamnya yang tidak ada duanya. Para pemburu yang menemukan motif tertentu ia akan berani membayar mahal karena sebagai koleksi pribadi dan memiliki uang yang berlebih.


Para petinggi negara banyak yang menyukai batu akik, seperti Mantan Presiden BJ Habibi, Pak SBY, Gus Dur, Ibu Megawati, Mantan Gubernur DKI Bapak Fauzi Bowo, bahkan Nelson Mandela pejuang anti aphartheid dari Afika Selatan yang memperjuangkan penghapusan diskriminasi warna kulit, dihukum seumur hidup dan menjalani dalam kurungan selama 27 tahun lamanya, juga menggunakan batu akik. 


Macam Batu Akik



Batuan banyak jenis, warna serta motifnya, bila sudah dipoles oleh ahlinya, warnanya sangat indah mengkilat dan memancarkan aura, bahkan bisa muncul gambar di dalamnya. Ada gambar Kristus, burung, penyanyi rock atau yang lain. Fenomena batu akik memang luar biasa, setiap hari di tiap kota penjual batu akik di dikerumuni banyak orang, baik penggemar atau kolektor, memang menyenangkan bagi penggemarnya. 

Banyak nama Batu Akik antara lain:


Satu: Batu Zamrud

Berwarna hijau bening sampai hijau tua sudah dikenal sebagai permata yang indah dan mahal. Batu zamrud dianggap sebagai lambang kedamaian dan kemakmuran. Seperti Indonesia yang makmur dan damai disebut Zamrud Katulistiwa.

Dua: Batu Ruby

Batu Ruby disebut juga batu merah delima termasuk salah satu batu permata yang disukai banyak orang termasuk di Indonesia. Batu ruby ​​dipercaya sebagai simbol kekuatan dan keberanian

Tiga: Batu Giok

Di Indonesia batu giok sudah dikenal sejak lama, sangat populer, sehingga membuat harganya makin mahal. Warna khasnya hijau dijadikan sebagai perhiasan, misalnya mata cincin, kalung, liontin. Dikenal sejak ribuan tahun lalu dipercaya bisa membawa keberuntungan, kedamaian dan ketenteraman bagi pemakainya. 

Empat: Batu Kecubung (Amethyst)

Berwarna ungu seperti bunga kecubung, menjadi incaran kolektor batu. Disebut juga batu amethyst, selain sebagai perhiasan juga dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi pemakainya. 

Lima: Batu Safir

Batu Safir diminati banyak orang baik di Indonesia maupun di manca negara. Karena harganya mahal tidak semua orang mampu memiliki. Batu Safir dikenal sebagai permata cincin untuk perhiasan. Permata ini memiliki banyak variasi warna seperti warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu seperti pelangi. Dipercaya memiliki kekuatan untuk menenangkan pikiran dan memancarkan aura positif bagi pemakainya.

Enam: Batu Badar Besi

Adalah batu akik yang memiliki kadar besi, sehingga bisa menempel pada magnet, dikenal dengan nama hematit yang mengandung besi. Warnanya coklat kemerahan dan mendekati hitam ada yang berwarna silver. Banyak ditemukan di Brazilia, Australia dan Mexiko di Indonesia juga ditemukan batu ini. Dan masih banyak lagi macam dan jenisnya.

Bukan Sekedar Euforia

Dengan gejala merebaknya penggemar batu akik, sering dimanfaatkan oleh pedagang musiman atau kalangan tertentu untuk mendapatkan keuntungan. Bahkan kadang ada yang bertindak manipulatif dengan mengesampingkan prinsip perdagangan, pembeli batu yang tidak mengerti akan menerimanya dengan sepenuh hati dan bisa terjebak. Edukasi sangat dibutuhkan dalam euforia batu akik ini sehingga penggemar tidak hanya asal membeli dan bangga bila dapat membeli dengan harga mahal yang cenderung tidak masuk akal. Jasa pembuatan batu akik dari pemotongan sampai pemolesan sehingga menjadi cincin batu akik perlu proses, namun jangan sampai harganya sangat tinggi. Memang dengan boomingnya batu akik saat ini membuat peluang lapangan kerja baru, sehingga meningkatkan taraf hidup para perajin dan pedagang batu akik. Harapannya para pedagang harus harus memiliki etika berdagang, sehingga tidak hanya berpikiran yang penting laku dan dapat untung. Fenomena batu akik yang sedang melanda Indonesia juga bisa berdampak buruk bagi pemerintah, misalnya dengan berburu batu dan menambang batu dengan melubangi tanah, yang akhirnya juga masuk kawasan konservasi yang dilindungi pemerintah dan merusak alam. Pasti akan berdampak negatif terhadap lingkungan alam kita, karena menambang batu yang tidak berizin pasti merugikan kita semua. 

Kata Kunci:  


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

1 komentar: