CPNS dari Honorer K2 Kuota Hanya 30 Ribu

                                CPNS dari Honorer K2 Kuota Hanya 30 Ribu
                                                                                      

 
 
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chisnandi dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI di Jakarta Rabu 8 April 2015 mengatakan bahwa honorer K2 diberi kesempatan untuk mengikuti tes CPNS. Pelaksanaan tes rencananya akan dilaksanakan Agustus 2015, setelah Hari Raya Idul Fitri, dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Pada kesempatan terakhir ini pemerintah hanya memproyeksikan alokasi kuota 30 ribu untuk mengganti formasi honorer K2 yang tidak terisi. Kesempatan untuk menjadi CPNS bagi honorer K2 terasa makin sulit, karena jumlah honorer saat ini dari sisa yang dinyatakan tidak lulus tes November 2013 jumlahnya 439.956 orang dan hanya akan diambil 30 ribu saja. Seperti yang pernah diberitakan dalam  nasib guru honorer K2 terbaru bahwa tenaga Honorer K2 masih diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi CPNS tahap ke-2 dengan kuota saat itu diumumkan 88 ribu yang akan diperebutkan sekitar 400 ribu honorer K2. Saat ini resmi diumumkan sesuai kuota hanya 30 ribu, dan waktu pelaksanaan tes setelah Idul Fitri tahun 2015.

Penetapan Nomor Induk Pegawai bagi kuota 30 ribu tersebut tidak bisa diproses oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) karena dokumen para honorer K2 tidak sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Kuota tersebut akan dalokasikan untuk Kementerian / Lembaga sebesar 4.500 dan untuk pemerintah daerah dialokasikan sebanyak 25.500 orang, dengan prioritas usia di atas 35 tahun. Sesuai data bahwa honorer K2 saat ini usianya sudah di atas 35 tahun sehingga semuanya bisa mengikuti tes. Formasi ini untuk energi guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh. Sebelum dilaksanakan tes masing-masing Kantor Pembina Kepegawaian harus memastikan ketersediaan anggaran, karena harus membayar gaji dan biaya pelaksanaan seleksi. Sehingga tes baru bisa dilaksanakan bila masing-masing instansi telah melakukan verifikasi terhadap kelengkapan data administrasi atau dokumen sebagai bukti legalitas. 
Honorer K2 ini wajib memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomo 56 Tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.


Sumber: Youtube
demo Honorer


Penggajian dan pembiayaan tes bukan dari APBN atau APBD, Honorer K2 yang lulus diangkat oleh Pejabat yang berwenang dan bekerja di instansi pemerintah. Waktu kerja paling sedikit 1 (satu) tahun pada tanggal 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja aktif secara terus menerus dibuktikan dengan deskripsi aktif dan administrasi yang mendukung. Dalam ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2005 disebutkan bahwa eks honorer K2 tersebut harus berusia paling rendah 19 tahun dan tidak bisa lebih dari 46 tahun pada tanggal 1 Januari 2006. Kebenaran data yang disampaikan dijamin dengan Surat Pernyataan Tanggung jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh kantor Pembina Kepegawaian (PPK). Sebelum ditandatangani sudah dilakukan verifikasi dan validasi data secara terpadu oleh BKN dan BPKP, bila semua administrasi lengkap baru dilaksanakan tes. Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi menjelaskan bahwa penanggungjawab pelaksanaan seleksi pusat adalah Kantor Pembina Kepegawaian (PPK) yaitu Menteri, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Sekjen Dewan Negara pada Instansi Pemerintah pusat, sedangkan untuk pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati dan Walikota.

Baca juga artikel Harapan Guru Honore K2
Akhirnya pemerintah pada awal Januari 2016 mengumumkan bahwa Honorer K2 yang semula Harapan Guru Honorer K 2 untuk bisa di angkat menjadi, ternyata dibatalkan karena pemerintah mengatakan bahwa tidak memiliki cukup dana untuk mengangkat Guru Honorer K 2 menjadi CPNS. Selain itu juga pengangkatan CPNS harus lewat pusat dengan adanya Undang-Undang Aparatur Sipil Negara. 

Semoga Bermanfaat!


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :