Pemerintah Rekrut 252 Ribu Guru PNS

                                Pemerintah Rekrut 252 Ribu Guru PNS
                                               


Info topyulianto.com tentang Pemerintah Rekrut 252 Ribu Guru PNS, ini kabar baik bagi para lulusan sarjana pendidikan dan para Guru Wiyata Bakti yang sudah menunggu dalam penantian panjang. Pemerintah akan merekrut Guru PNS sejumlah 252.843 ( baca : dua ratus lima puluh dua ribu delapan ratus empat puluh tiga ) orang guru yang akan dilakukan secara bertahap sampai tahun 2019 yang akan datang. Demikian penjelasan Bapak Syawal Gultom selaku Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan Penjaminan Mutu Pendidikan di Jakarta, Rabu 1 April 2015.

Rekrutmen itu dilakukan karena jumlah Guru di semua jenjang akan memasuki masa pensiun massal dalam kurun waktu antara tahun 2015 – 2019 yang jumlahnya mencapai 252.843 orang. Gelombang pensiun ini adalah guru yang diangkat secara massal pada waktu zaman era Presiden Soeharto, yang dikenal dengan Guru Inpres ( Instruksi Presiden ) . Saat ini Guru angkatan inpres yang dimulai pengangkatan tahun 1974 sudah mulai memasuki pensiun massal. Di Jawa Tengah diperkirakan sekitar 600 Guru yang pensiun setiap bulan karena sudah memasuki batas usia pensiun 60 tahun. Bila tidak ada rekrutmen Guru maka pada titik tertentu akan kehabisan Guru, di semua jenjang. Dan mengganti guru dengan jumlah banyak tidaklah mudah kecuali pemerintah merekrut Guru PNS secara bertahap, karena bakal calon Guru yang antre sudah banyak. Sampai saat ini penambahan Guru bisa diatasi dengan pengangkatan honorer K2 menjadi PNS dengan sistem seleksi,  dan itu tidak sebanding dengan Guru yang memasuki masa pensiun. 

Karena itu pemerintah perlu merekrut Guru baru sesuai amanat undang-undang Guru dan dosen, yaitu Guru yang memenuhi kualifikasi akademik yang disyaratkan, yaitu S1 Kependidikan atau Diploma IV sesuai dengan bidang tugasnya. Saat ini penyebaran guru belum merata, di lingkungan perkotaan banyak penumpukan guru perempuan, sedangkan di pelosok pedesaan banyak guru laki-laki, bahkan ada satu sekolah semua Gurunya laki-laki. Ini bisa dimaklumi karena faktor kemanusiaan, sehingga perempuan ditempatkan di daerah yang relatif mudah di jangkau kendaraan. Menurut informasi, pemerintah akan melakukan penataan distribusi guru secara adil mestinya disesuaikan dengan alamat tempat tinggal supaya menambah kesejahteraan Guru. Karena ada daerah yang kelebihan guru, tetapi ada yang kekurangan guru Pegawai Negeri Sipil. Saat ini rata-rata Sekolah Dasar Negeri sangat kekurangan guru, normalnya bila ada 6 rombongan belajar, mestinya ada 6 Guru Kelas, seorang Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dan seorang Guru Agama, ditambah Kepala Sekolah, jumlahnya ada 9 orang PNS, kenyataannya tidak demikian. Banyak sekolah yang hanya memiliki tiga atau empat Guru PNS. Belum lagi kekurangan Guru yang ada di SMP, SMA dan SMK. Kekurangan Guru sementara ini diisi Guru Wiyata Bakti yang kesejahteraannya sangat tidak layak, namun pemerintah sesuai kemampuan lewat pemerintah daerah selalu berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan Guru Wiyata Bakti, walaupun belum semua mendapat bantuan pemerintah karena keterbatasan anggaran. Bila pemerataan Guru tidak seimbang dalam penempatannya akan berakibat, kecukupan jam mengajar ada yang berlebih di satu pihak, dan sementara ada yang kesulitan memenuhi jam wajib mengajar 24 jam per minggu. Kekurangan jam mengajar wajib ini akan berdampak tunjangan profesi tidak keluar, ini merugikan Guru.

Upaya lain adalah dalam rangka peningkatan kompetensi Guru. Saat ini masih ada 611.251 guru yang nilai rerata Uji Kompetensi Guru ( UKG ) terdiri dari Kompetensi Pedagogi dan Profesional masih rendah, hanya menduduki angka di bawah 50 dari nilai maksimal rentang 0 -100. Sebagian besar ada di  kabupaten kota di luar Jawa yang menduduki 88 persen. Pemerintah sudah mengusahakan peningkatan kompetensi guru dengan Diklat Interaktif Online. 

Semoga Bermanfaat !

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

1 komentar: