Sopir Taksi Yang Jujur

                                                     Sopir Taksi Yang Jujur
Orang bilang sekarang cari orang jujur ​​sulit, bisa benar dan bisa juga tidak. Kita percaya bahwa saat ini masih ada orang jujur, buktinya seorang sopir taksi yang kedapatan dalam mobilnya menemukan uang sebesar £ 10.000 atau sekitar Rp 200 juta, dan mengembalikannya. Pasti bingung mau diapakan uang sebanyak itu, bila di bawa pulang lalu untuk kepentingan sendiri tetangga harus menanyakan dari mana uang sebanyak itu. Biasanya bila memiliki uang banyak cenderung untuk belanja yang di suka, bukan yang di butuhkan. Orang cerdas pasti membelanjakan uangnya sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan, dan itupun sangat hati-hati. Supir taksi ini ternyata mengembalikan uang yang ketinggalan di taksi, pada penumpangnya yang uangnya  tertinggal dalam mobil. Sungguh luar biasa, kita acungkan jempol pada Pak Supir. Secara umum orang pasti berpikiran mendingan dibawa pulang. Tetapi tidak pernah terjadi pada Pak Supir taksi yang satu ini. Persis peristiwa langka dalam kehidupan masa kini, mestinya harus diberikan penghargaan.

Pak Supir taksi itu membawa penumpang seorang pedagang mobil, yang akan menuju ketempat pelelangan kendaraan, namun karena terburu-buru ia ingin naik mobil tapi sudah ketinggalan, sehingga ia tidak punya waktu lagi untuk menitipkan uang sebagai uang muka atau DP pada sebuah bank yang ditunjuk. Karena tak sempat menitipkan uang di bank maka dana tunai sebesar £ 10.000 (sepuluh ribu poundsterling) atau sekitar Rp 200 juta yang dipersiapkan untuk membayar lelang dibawanya dalam tas. Dia Adrian Quinn namanya karena terburu-buru maka naik taksi dengan harapan cepat sampai tempat pelelangan kendaraan. Setelah ia membayar £ 6,3 (6,3 poundstrerling) sebagai ongkos taksi, yang setara dengan Rp 121 ribu uang Indonesia, Quinn dengan tergesa turun dari taksi langsung menyeberang jalan menuju tempat pelelangan, tak disadari tas yang berisi uang tadi tertinggal di taksi. Ia sangat panik, uang yang tertinggal di taksi, pasti hilang.
 

Dalam kepanikan Pak Quinn berdiri di tepi jalan sambil mencari taksi dengan sinyal tangan, tapi semua taksi tak berhenti karena sudah penuh. Ia hampir putus asa, lemas keringat dingin keluar dan bingung, tak tau apa yang harus diperbuat. Ia telah bekerja keras selama 9 tahun dan berkat warisan dari orangtuanya yang telah meninggal pada bulan Oktober tahun lalu sehingga ia bisa memiliki dana sebesar itu. Kehilangan dana sebesar itu berarti hancur usaha yang telah dirintisnya. Ia pebisnis tunggal artinya tidak didukung oleh bank, semuanya dilakukan sendiri. Ia sadar bahwa kehidupan keluarganya sangat tergantung dari usahanya ini. Orang bisnis pasti mengerti bahwa setiap usaha pasti ada jatuh bangun, bila ia terjatuh maka harus bangun, karena bila tidak bangun maka usaha yang ia tekuni selama bertahun-tahun akan benar-benar hancur. Bersyukur bahwa Quinn adalah orang yang sangat tekun, tangguh yang pantas kita tiru, dengan mengalami jatuh bangun.

Mujizat itu Nyata

Ia lalu mendapat tumpangan taksi, sopir taksi tadi Muhammed Nisar namanya. Ia dengan tergesa-gesa menuju ke pangkalan taksi di dekat stasiun kereta. Ia langsung mengenali taksi yang ditumpanginya tadi, lalu mendekat dan ternyata supir taksi tadi sedang duduk di jok depan di belakang kemudi sambil menunggu penumpang. Dengan sigap Pak Quinn menanyakan tentang tas tadi, dan ternyata masih tergeletak di jok belakang, barangkali sopir tahu kalau ada tas tertinggal. Pak Quinn 46 tahun langsung mengambil tas dengan emosional sambil bertanya pada Sopir Taksi tadi: Anda tahu isi tas ini, bukan koran tapi uang! Dengan penasaran dan senang karena mujizat itu nyata, uang dalam tas yang hilang telah kembali, lalu dihitungnya ternyata uangnya masih utuh £ 10.000.


Pasti Pak Quinn sangat berterima kasih pada kejujuran Pak Nisar ini, sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih ia menyisihkan uangnya dimasukkan dalam amplop dengan bertuliskan 'to my best friend in the word' - 'kepada teman terbaikku di dunia' Bahkan Pak Quinn juga mengundang Pak Nisar beserta istrinya dalam acara makan malam bersama keluarga Pak Quinn.


Belajar Jujur

Uang itu tak berkurang sedikitpun, luar biasa. Betul ini luar biasa, ini pantas ditiru karena saat ini orang berebut posisi, jabatan, posisi penting yang ujung-ujungnya untuk mendapatkan duit, ternyata masih ada orang jujur ​​seperti Pak Muhammed Nisar yang hanya berprofesi sebagai sopir taksi. Kita bisa banyak belajar dari kejujuran Pak Nisar ini. Karena menurut pengakuan beliau Pak Nisar ini sudah menjadi kebiasaan, ia sudah lima belas tahun menjadi sopir taksi, dan ia selalu mengembalikan semua barang yang tertinggal atau ketinggalan yang tidak disengaja karena terburu-buru. Bahkan Pak Nisar juga mengajak pada teman Sopir untuk selalu berbuat demikian, bukan sok pahlawan. Rejeki yang bukan haknya tetap tidak berkah, haram hukumnya. Berlaku jujur ​​itu sesuatu yang sangat baik, meskipun ada pengemudi yang tidak jujur, tapi tidak semua itu hanya oknum. Berbagai pengalaman dalam keseharian, yang sering tertinggal atau jatuh dalam kendaraan itu ponsel, bahkan bisa dilacak oleh pemiliknya dengan cara di panggil, dan bisa terlacak. Atau tas yang sama bisa keliru mengambilnya. Perilaku jujur ​​perlu diajarkan sejak anak usia dini melalui keluarga, yang diawali dengan perilaku budaya disiplin harus dimulai dari keluarga .

Sungguhpun peristiwa ini terjadi di Inggris, namun informasi ini bisa menginsiprasi kita yang ada di Indonesia, seperti pesan dari Pak Nisar untuk semua pengemudi taksi, bila menemukan sesuatu yang berharga milik orang lain karena tertinggal agar dikembalikan. Di Indonesia juga ada Polisi yang jujur, Brigadir Kepala Seladi Polisi Hebat yang pantas di apresiasi. Bukan hanya pada pengemudi, pada kita sekalian bila menemukan barang yang tertinggal agar dikembalikan atau diserahkan pada pemiliknya, bila ada identitas, misalnya STNK, dompet, ponsel, bisa dikembalikan dengan ikhlas, pernah menemukan Kartu ATM di suatu bank sekitar jam 3 sore bahkan uang dalam amplop, lalu diserahkan pada petugas atau satpam yang jaga saat itu atau pada pemiliknya. Terima kasih pengalaman ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita semuanya. Semoga bermanfaat!


Sumber Bacaan: liputan6.com
 
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :