Syarat PDLT Masih Relevan Untuk Pemimpin Pendidikan


Syarat PDLT Masih Relevan Untuk Pemimpin Pendidikan
                                                                                     

Tertarik tentang syarat PDLT masih relevan untuk pemimpin pendidikan, topyulianto sengaja mengangkat topik ini karena pemimpin pendidikan adalah seseorang yang mendapat tugas untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan, bisa sebagai Kepala Sekolah, atau Jabatan lain dalam struktur di lingkungan pendidikan. Seseorang menjadi pemimpin pasti harus memenuhi persyaratan tertentu, sungguhpun tidak ada orang yang sempurna, namun paling tidak mendekati pemenuhan persyaratan yang dibutuhkan. Tetapi bukan berarti yang mempunyai banyak masalah tidak boleh menjadi  pemimpin pendidikan, atau yang pernah menyandang banyak masalah di masa lalu tidak boleh menjadi pemimpin pendidikan. Seorang pemimpin di lingkungan pendidikan, pasti dipilih karena mendekati kriteria yang dibutuhkan atau mendekati pemenuhan persyaratan tertentu yang dibutuhkan. Persyaratan tertentu antara lain :

Pertama : Memiliki Prestasi ( P )

Prestasi seseorang dapat dilihat dan diketahui secara umum oleh komunitasnya, karena berbicara tentang pendidikan maka akan melibatkan lingkungan pendidikan yaitu para guru.  Bentuk prestasi akademik karena memiliki pendidikan yang baik, walaupun pendidikan tinggi bukan jaminan orang akan sukses dalam memimpin. Calon pemimpin diharapkan sukses dalam membina rumah tangga,  serasi dan rukun dalam membina keluarga dengan para putra,  saudaranya, dan tetangganya. Calon Pemimpin tidak pernah terkena kasus perselingkuhan baik bentuk PIL atau WIl, maupun karena pengaruh pendapatan ekonomi yang tidak wajar seperti korupsi, narkoba  dan sejenisnya. Di lingkungan sosial cukup terpandang karena kejujurannya dan kesederhanannya serta taat menjalankan dalam aktivitas  keyakinannya. Singkatnya Pemimpin  diharapkan memiliki prestasi yang layak dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalimat lain adalah pantas bila menjadi pemimpin. Menjadi pemimpin bukan karena kedekatan dengan pejabat atasannya.

Kedua : Memiliki Dedikasi ( D )

Dedikasi atau pengabdian, yaitu pengorbanan tenaga, pikiran dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan. Pengabdian adalah suatu  proses yang dilakukan dalam waktu lama, yang panjang bukan hanya sekejab, karena mengabdikan diri secara total untuk kemajuan dibutuhkan waktu yang panjang. Seseorang yang layak menjadi pemimpin di lingkungan pendidikan mestinya berdediksi, karena memiliki pengalaman yang panjang dalam mengabdi. Seseorang yang memiliki dedikasi yang tinggi karena pengalaman dan pengabdiannya layaklah menjadi pemimpin. Ia telah merasakan banyak asam garam artinya telah memiliki kematangan berfikir sehingga bila menghadapi suatu permasalahan akan dapat menyelesaikan dengan baik. Dia dapat menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru dan ia terbebas dari kepentingan pribadi. Pemimpin yang belum matang secara rohani akan menghadapi banyak tantangan dalam proses kepemimpinannya. Arah kebijakannya bisa dipengaruhi oleh ketidakmatangan emosinya. Pemimpin di lingkungn pendidikan seperti ini akan mudah terlacak kepentingannya oleh orang lain dalam komunitasnya. Karena proses dalam menjadi seorang pemimpin tidak alami, dan penuh rekayasa yang kadang dengan cara-cara yang kurang normatif. Karena itu syarat memiliki dedikasi bagi seorang pemimpin pendidikan masih relevan untuk saat ini. Pemimpin yang banyak diharapkan adalah yang tidak sombong.

Ketiga: Loyalitas ( L )

Loyal artinya setia atau patuh, baik patuh pada peraturan dan norma yang berlaku serta setia melakukannya tugasnya dengan tulus. Patuh pada aturan bukan berarti bertindak terlalu kaku dan sangat saklek, tetapi dalam menjalankan kepemimpinannya taat dan bijak. Pemimpin yang demikian membuat bawahan yang dipimpin terasa sejuk karena tidak takut dimarahi oleh pemimpin. Ia selalu menghargai dan setia pada bawahannya. Karena tanpa bawahan sebagai mitra kerja apalah artinya seorang pemimpin. Ia mesti harus memiliki komitmen yang jelas dalam memimpin, dalam mengambil kebijakan dan keputusan tidak tebang pilih, dan tidak pilih kasih. Pemimpin yang setia dan loyal akan sangat menghargai bawahan dan dihargaibawahannya sebagai mitra kerja, ia pandai koordinasi ke samping dan tunduk pada perintah atasannya tunduk dan setia pada organisasi yang ia pimpin karena tuntutan aturan. Ia akan selalu mengembangkan organisasi yang dipimpinnya serta mampu menghidupi,  mengembangkan dan memajukan organisasi, bukan numpang hidup dalam organisasi. Banyak orang yang berusaha untuk menduduki pemimpin dengan motivasi untuk numpang hidup dalam organisasi dengan berkedok memajukan organisasi. Karena itu syarat loyalitas masih relevan untuk pemimpin saat ini, bukan sekedar numpang hidup, seperti kutu loncat.

Keempat : Tidak Tercela ( T )

Cela artinya sama dengan aib; noda, seseorang yang menjadi pemimpin atau menduduki jabatan pemimpin pendidikan pasti diharapkan tidak memiliki aib, noda atau noda. Sistem rekruitmen pemimpin yang baik, akan menghasilkan pemimpin yang baik, dan akan menghindari calon pemimpin yang memiliki  riwayat hidup dalam kegelapan karena aib, noda dan cela. Aib itu sesuatu yang tidak pantas dimiliki seorang pemimpin, pemimpin yang baik  sudah sepantasnya tidak memiliki aib atau seseorang yang memiliki aib sepantasnya tidak lolos menjadi seorang pemimpin apalagi pemimpin pendidikan. Aib banyak macamnya secara sederhana aib adalah sesuatu yang melanggar norma yang berlaku dalam suatu masyarakat. Bisa karena kasus tindak pidana, penyalahgunaan wewenang, perselingkuhan, perjudian dan masih banyak yang lain. Pembaca pasti mengerti yang dimaksud tercela, pemilihan seorang yang akan menjadi pemimpin sangat diharapkan  tidak memiliki aib. Karena itu sangat diharapkan dalam pemilihan seorang pemimpin memang harus dibahas melalui berbagai filter, sehingga tidak meloloskan orang tercela untuk menjadi pemimpin. Pemilihan pemimpin juga tidak bisa karena suka dan tidak suka sungguhpun hal itu bisa juga terjadi kepada siapa saja dan karena pengaruh finansial, atau gratifikasi.


Pemimpin pada dasarnya adalah seorang pelayan, bukan untuk dilayani. Selain memenuhi persyaratan berprestasi, berdedikasi, loyal dan tidak tercela, sudah pasti  pemimpin harus sehat jasmani dan rohani, serta rendah hati dan  persyaratan lain. Persyaratan PDLT hingga saat ini masih relevan sungguhpun dalam pemilihan seorang pimpinan pendidikan tidak mesti demikian, misalnya seleksi Kepala Sekolah. Dalam seleksi kepala sekolah mengunakan jenis tes kemampuan akademik,  psikhotes, maupun tes wawancara. Tujuannya untuk menggali sampai sejauh mana kemampuan yang ia miliki. Sehingga bila lolos ia akan layak menjadi seorang Kepala Sekolah atau Pengawas Sekolah. Dengan seleksi ini diharapkan dapat memilih pemimpin pendidikan yang handal, bijak dan memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam mengemban tugas dan kewajibannya. Pemimpin yang bijak dalam menyelesaikan masalah menjadikan suasana terasa sejuk, kepala boleh panas tetapi hati tetap dingin. Kita tidak mengharapkan seorang pemimpin bila menyelesaikan masalah harus dengan adu tinju, marah dengan emosi yang meluap-luap dan tak terkendali sampai membanting gelas misalnya, atau menggulingkan meja, kursi atau naik meja, dengan alasan untuk mempertahankan kebenaran.
Karena itu persyaratan pemimpin yang berprestasi, berdedikasi, loyal dan tidak tercela masih relevan hingga saat ini. Bahkan Menteri mengatakan bahwa mestinya Guru tidak miskin, sehingga dalam melaksanakan tugas bisa fokus dalam pekerjaannya. Model seleksi akademik dalam pengangkatan Kepala Sekolah atau Pengawas Sekolah, yang lulus sebagian besar usia muda, yang pandai secara akademik, dan pandai berargumentasi, dan bisa terjadi pengabdiannya tidak pernah nampak, tiba-tiba muncul menjadi pemimpin karena lulus seleksi. Yang memiliki pengabdian lama sering kalah dalam bertanding, akhirnya tak mau maju lagi karena takut kalah. Mestinya tidak begitu, atau sistemnya yang perlu disempurnakan ? Banyak tenaga Guru yang potensial tetapi tidak mau mengikuti seleksi Kepala Sekolah dengan berbagai alasan, padahal kehadirannya sangat dibutuhkan sebagai Kepala Sekolah untuk pembaharuan.

Semoga Bermanfaat ! 





Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :