PSK Pelajar Beresiko Tinggi Terinveksi HIV/ AIDS

                               PSK Pelajar Beresiko Tinggi  Terinveksi HIV/ AIDS
                                                                         
PSK Pelajar Beresiko Tinggi Terinveksi HIV/ AIDS itu bukan katanya, karena Pekerja Sex Komersial yang bersatatus pelajar atau mahasiswa, mempunyai resiko yang sama dengan pekerja sex yang lain. Karena itu PSK Pelajar, dengan  seringnya melayani pelanggan yang berbeda, atau seringnya berganti pasangan maka resiko untuk terkena  penyakit HIV/ AIDS yang mematikan sangat tinggi. Pelaku prostitusi perorangan yang tidak terkontrol, dinas kesehatan juga tidak bisa memantau karena di lakukan dengan sembunyi-sembunyi, berpeluang besar untuk tertular HIV/ AIDS.  Hampir di tiap kabupaten/kota  pernah ditemukan kasus pelajar yang mengidap HIV/ AIDS, bila tidak segera tertangani secara serius maka prostitusi di kalangan pelajar ini sangat mengkhawatirkan. Menurut laporan Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bulan Juli 2015, kasus HIV berjumlah 160.138 dan penderita AIDS sebanyak 65.790 ( SM, 5 Agt 2015 ), angka itu yang tercatat, dan mestinya banyak yang tidak tercatat. Yang pasti angka ini akan selalu meningkat setiap tahun, sungguhpun upaya penanggulangan terus dilakukan. Menurut DR. Muchlis, dokter spesialis  penyakit dalam RSUP Dr. Kariadi -FK Undip Semarang terdapat dua macam pendekatan tes HIV yaitu 1). Konseling dan Tes HIV sukarela, artinya mereka datang untuk testing atas kesadaran dan kemauan sendiri, bila bersedia. 2). Tes HIV dan konseling atas inisiatif petugas kesehatan, dengan cara ini makin banyak kasus HIV ditemukan. Karena itu pihak pemerintah harus menangani secara serius, dengan melibatkan berbagai kalangan, karena prostitusi atau perilaku sex bebas ini erat kaitannya dengan bahaya penyalahgunaan narkoba. Penyakit mematikan ini sudah banyak memakan korban jiwa dan korbannya tidak mengenal usia. Bisa bayi akibat dari perilaku bapaknya yang  terkena HIV/ AIDS karena sering jajan sembarangan sehingga isterinya bisa tertular dan akibatnya melahirkan dan putranya  tertular  HIV/ AIDS. Karena itu petugas kesehatan menganjurkan dan mestinya mewajibkan untuk tes HIV  kepada ibu hamil, pasien yang diduga terinveksi HIV, Pekerja Sex Komersial, pengonsumsi PSK, pelanggan PSK ( bila mau ), dan pasti  kerahasiaan akan dijaga oleh petugas kesehatan.

Sekilas tentang  HIV/ AIDS
HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah salah satu jenis penyakit yang paling mematikan karena hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga badan atau tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Virus ini menyebabkan penyakit AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome ). Bila terkena virus HIV maka kekebalan tubuh akan terus menurun sehingga akan mudah terkena penyakit dan badan menjadi sangat lemah, karena kekebalan tubuh terus menurun.
Pertengahan April 2015 antaranews.com memberitakan salah satu kota di Jawa Barat ada sekitar 800 orang positif  terkena HIV dan sebagian sudah AIDS, sampai April 2015 sudah ditemukan 20 orang yang tertular HIV. Mereka terkena dan tertular HIV dikarenakan perilaku sex bebas. Proses terkena HIV sampai menjadi AIDS sangat bervariasi tergantung pada kekebalan tubuh bisa dalam waktu kisaran 10 sampai 15 tahun atau lebih.
Tanda-tanda  atau gejala HIV/AIDS dari berbagai sumber antara lain :

1. Berat badan terus menurun dengan tidak diketahui sebabnya, yang menjadikan selera makan berkurang,
    sungguhpun banyak makan yang berkalori dan bergizi tinggi berat badan tetap menurun.
2. Bisa terkena diare yang tak sembuh-sembuh dalam waktu yang lama walaupun sudah diatasi dengan makan
    obat diare.
3. Sakit demam dan flu yang juga tak kunjung sembuh walaupun sudah diobati.
4. Karena kondisi lemah maka yang bersangkutan cepat capai dan cepat lelah, walaupun tidak ada kegiatan.
    Yang harus dipahami adalah bila ada gejala seperti itu,  bisa menjadi tanda-tanda orang terkena HIV,
    namun yang bisa mengambil keputusan adalah hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan dokter,
    sehingga tidak bisa disimpulkan pasti terkena HIV.

Salah satu sebab terkena virus HIV adalah karena perilaku sex bebas, dengan pasangan yang terinveksi HIV.  Bisa juga pengaruh jarum suntik yang tidak steril, akibat penyalahgunaan narkoba. Tranfusi darah bisa menjadi salah satu penyebab terkena HIV, bila darah donor terindikasi tercemar HIV, namun hal ini bisa diantisipasi oleh PMI melalui pemeriksaan darah, sungguhpun resiko terinveksi bisa saja terjadi.

Stop HIV/ AIDS

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah September 2014 memberitakan bahwa sekitar 10 % pengidap AIDS di kisaran usia remaja, angka paling tinggi pada rentang usia 25-29 tahun artinya mereka sudah terinveksi sekitar 10-15 tahun yang lalu sehingga disimpulkan mereka terkena virus HIV pada usia sekitar 15 tahun atau masa remaja.
Melihat data ini pasti terkejut bahwa di usia remaja, usia saat menemukan identitas diri menuju kedewasaan ternyata sudah  inveksi virus HIV.   Data ini bak gunung es yang kelihatan hanya sedikit tapi senyatanya sangat banyak. Karena itu pendidikan mempunyai tanggungjawab dalam mengatasi psk pelajar

Agar HIV/ AIDS tidak terus menyebar di kalangan pelajar dan usia remaja, antara lain :

1. Tidak melakukan sex bebas, dan penyalahgunaan narkoba.
2. Perlu pendekatan agama agar prostitusi di kalangan pelajar bis dikurangi.
3. Perlu ada sosialisasi di sekolah tentang dampak sex bebas.
4. Perlunya pemahaman bahwa PSK Pelajar tetap beresiko tinggi terkena HIV.
5. Sekolah tetap harus bisa menjadi benteng agar perilaku sex di kalangan pelajar bisa dikurangi.
6. Hindari sex pra nikan dikalangan pelajar.
7. Perlu penekana pendidikan keagamaan.
8. Pemeriksaan tes urin bagi pelajar secara periodik.

Terima kasih bila Anda bersedia membantu untuk mengerjakan survey ini, klik di sini
Peluang untuk mendapat tambahan penghasilan mudah dan halal ada di sini


Semoga Bermanfaat !
Tag : 
psk pelajar
sex bebas
resiko hiv
resiko terkena hiv
 
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :