Temuan Ijazah Palsu

                                                      Temuan Ijazah Palsu


Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristek Dikti ) telah menemukan data sejumlah nama Perguruan Tinggi yang patut diduga menerbitkan ijazah palsu. Salah satunya penerbitan ijazah palsu adalah melalui pendidikan jarak jauh atau kelas jauh, yaitu tempat perkuliahan yang   jarak  domisilinya jauh dari perguruan tinggi induk penyelenggara pendidikan. Permasalahan  ini diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti Prof. Supriyadi Rustad pada saat berkunjung di Koordinator Perguruan Tinggi Swasta ( Kopertis ) Wilayah VI Jawa Tengah di Semarang pada awal Juni 2015 lalu.  Kementerian akan melaksanakan pembinaan terhadap perguruan tinggi tersebut, dan bila tidak bisa dilakukan pembinaan maka akan dilakukan penertiban antara lain dengan pembekuan operasional terhadap perguruan tinggi tersebut, demikian penjelasan Prof. Rustad. Selama ini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sudah  membangun sistem yang kokoh dalam rangka menghapus penyebaran ijazah palsu. Yang masuk dalam pembinaan bukan hanya Perguruan Tinggi Swasta ( PTS ) saja melainkan juga Perguruan Tinggi Negeri ( PTN ) termasuk dalam pembinaan Dikti, dan pemerintah tidak akan pandang bulu, katanya. Permasalahan ijazah palsu memang harus ditangani secara serius karena dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai cendekiawan, yang lebih mengerikan karena menyangkut masalah etika. Sudah sejak lama kasus ijazah palsu ini ada, namun lebih baik terlambat dari pada tidak ditangani sama sekali.

Pemain Dalam 
Memang melalui sistem pendidikan jarak jauh, sangat rawan terjadinya  jual beli ijazah dikarenakan pengawasannya lebih longgar. Jual beli ijazah bisa terjadi pada Perguruan Tinggi Swasta, dan praktik jual beli ijazah ini sudah terdeteksi sejak tahun 2011 lalu. Ijazah yang diberikan sama persis dengan ijazah yang dikeluarkan perguruan tinggi tersebut, namun nama penerima ijazah tidak pernah terdaftar pada perguruan tinggi tersebut. Hal ini bisa terjadi karena dipastikan ada pemain  dalam yang mengerti seluk beluk dalam perguruan tinggi tersebut. Bila ijazah palsu ini untuk jenjang setingkat SMP atau SMA, maka penerima ijazah tersebut tidak pernah ada dalam buku induk sekolah yang mengeluarkan ijazah, karena setiap sekolah yang benar pasti memiliki Buku Induk Sekolah atau Buku Pokok,  bahkan saat ini setiap siswa memiliki  Nomor Induk Siswa Nasional ( NISN )  sehingga akan mudah melacaknya, ijazah palsu ini akan mudah terdeteksi bila ada legalisasi ijazah, yang bersangkutan bisa kelimpungan karena tidak bisa melakukan legalisasi ijazah, kecuali ada pemain dalam yang bisa melakukan legalisasi, dan personalianya belum berganti. 

Jasa Pembuatan Ijazah Palsu
Tidak menutup kemungkinan bahwa penerbitan ijazah palsu ini bukan hanya untuk S1, bisa juga terjadi dari ijazah SD, Paket A, B, C sampai Perguruan Tinggi. Karena selembar ijazah akan sangat bermanfaat sebagai salah satu persyaratan bila akan mencalonkan diri menjadi Kepala Desa, Perangkat Desa,  atau Calon Anggota Legislatif. Biasanya yang sangat rawan tentang ijazah palsu pada pemilihan Calon Kepala Desa, Perangkat Desa maupun Anggota Legislatif, dengan waktu yang sangat mendesak dan panitia yang tidak jeli, sering dimanfaatkan oleh perorangan untuk memaksakan kehendaknya. Sehingga bila yang bersangkutan lagi ada maunya semuanya bisa ditempuh asal bisa mendapatkan ijazah. Merebaknya ijazah palsu juga dipacu karena kebanggaan bila memiliki ijazah yang tinggi dan cenderung banyak, sehingga namanya panjang karena memiliki banyak gelar. Seolah-olah orang kehilangan rasa percaya diri bila nama gelarnya tidak dicantumkan, sungguhpun ijazahnya palsu. Tingginya pendidikan bukan jaminan kesuksesan pada diri seseorang, karena survey membuktikan bahwa pemilik ijazah yang biasa juga bisa sukses. Yang saat ini sering diperbincangkan yaitu Ibu Menteri Susi Pudjiastuti Wanita Hebat walaupun beliau pernah mengatakan ijazahnya hanya SMP, karena sekolah SMA di Yogyakarta hanya sampai kelas 2. Pada masa lalu kita pernah mendengar nama Menteri Luar Negeri Adam Malik, juga bukan sarjana dan menjadi wakil presiden, Bob Sadino pengusaha sukses juga bukan sarjana dan yang lain barangkali orang di sekitar kita yang hanya ijazah Sekolah Dasar namun bisa sukses di bidang usaha. Banyak informasi tentang ijazah palsu, bahkan ada yang menawarkan jasa pembuatan ijazah palsu ini secara online, benar atau tidak memang perlu kejelian pihak kepolisian dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melacaknya. Jasa yang ditawarkan sangat variatif, untuk ijazah SMA sederajat kisaran Rp 1 - 2 juta. Ijazah S1 Negeri/ Swasta : Rp 3.5-7,5 juta, S2 Rp 10 juta dan ada lagi Ijazah D3 sekitar Rp 4,5 - 6 juta. Bila Ijazah bisa diperjualbelikan, ini betul suatu keprihatinan pendidikan di negeri ini, karena itu pemerintah harus ambil sikap, agar pendidikan di Indonesia tidak dicemari oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Bantu aku mengerjakan survey di sini

Mendapatkan Ijazah Secara Instan 
Yang pasti untuk mendapatkan ijazah sarjana yang resmi, yang legal harus menempuh pendidikan selama paling tidak delapan semester atau 140 sampai 160 satuan kredit semester ( SKS ), itupun nilai yang didapatkan belum tentu baik dan harus mengulang bila ingin mendapat nilai baik atau amat baik, dengan biaya yang tidak sedikit. Yang pasti untuk mendapatkan ijazah kesarjanaan ( S1 ) itu tidak mudah dibutuhkan waktu 4-5 tahun dengan kerja keras, dengan membutuhkan pikiran dengan biaya yang cukup banyak. Dalam batas waktu tertentu mahasiswa yang  tidak bisa menyelesaikan studinya, mahasiswa tersebut terkena sanksi DO ( drop out ). Kesulitan untuk memperoleh ijazah ini barangkali yang dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab untuk menawarkan kepemilikan ijazah dengan cara instan dan tidak perlu mengikuti kuliah yang melelahkan. Para pembuat  ijazah palsu menawarkan ijazah palsu kepada peminat yang ingin mendapat gelar kesarjaan dengan cara instan melalui ada calo yang menawarkannya. Tetapi tidak semua warga Indonesia yang mau untuk mendapatkan ijazah palsu ini, karena di negeri ini masih banyak orang jujur, beretika dan takut akan Tuhan, sehingga mau bekerja keras untuk meraih cita-citanya demi masa dapan,  karena yang tidak benar pasti tidak barokah atau tidak menjadikan berkat. Banyak yang berijazah pendidikan tinggi sungguhan nyatanya korupsi juga, apa tidak malu dengan almamaternya ?

Ijazah Asli Tapi Palsu 
Pelaku dengan inisial AS yang ditangkap Polda Metro Jaya akhir Mei 2015 mengaku sudah setahun menjalankan bisnis ijazah palsu ini, dengan menjual ratusan lembar ijazah palsu lengkap dengan  transkrip nilai mulai dari ijazah SMA sampai Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Ijazah yang dibuat tampak sama persis seperti asli, AA hanya bermodalkan scanner, dengan scan ijazah asli dan hologram pada ijazah di buat secara manual. Mereka bekerja tidak sendirian artinya ada pemain lain yang membuat ijazah palsu. Bila pembuat ijazah palsu mengatakan banyaknya peminat untuk mendapatkan ijazah palsu, maka ini sudah sangat darurat untuk segera dilacak, bahkan perlunya di cek kebenaran kepemilikan ijazah bagi semua Pegawai Negeri Sipil, TNI, Kepolisaian, Pegawai BUMN, dan  instansi di seluruh Indonesia. Bila ijazah palsu ini laku untuk mendaftar pegawai dan bisa diterima sehingga bisa mendapatkan gaji, maka pemerintah atau instansi itu yang dirugikan, lalu bagaimana yang ijazahnya legal dan didapatkan dengan melalui masa kuliah yang sangat melelahkan dengan waktu lama dan biaya banyak ?.

Guru Bakti Memiliki Ijazah 2 S
Di lingkungan pendidikan dari Sekolah Dasar sampai setingkat SMA/ SMK maupun instansi pemerintah, banyak pegawai wiyata bakti atau Guru Wiyata Bakti yang sudah mengabdi bertahun – tahun dengan honor sangat tidak layak dengan bekal  ijazah S1 bahkan ada yang 2 S karena ijazah semula SH dan kuliah lagi Jurusan Kependidikan agar ijazahnya linier, itupun masih bersedia antre untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, entah kapan ? Mengapa mereka ada di sana, karena di setiap sekolah saat ini kekurangan Guru, sehingga kehadiran mereka sangat dibutuhkan. Ini namanya Guru yang Hebat.


Peran Serta Masyarakat 
Di Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VI Jawa Tengah, ada 251 Perguruan Tinggi dengan jumlah 1.138 Program Studi ( Prodi ). Namun belum atau tidak terdata Perguruan Tinggi mana saja yang melaksanakan perkuliahan kelas jauh. Pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah mengatur tentang Penyelenggaraan Program Studi di luar Domisili Perguruan Tinggi, karena itu peran masyarakat sangat diharapkan untuk mengawasi kebijakan ini. Bila terjadi kecurangan dalam pelaksanaan pendidikan  tinggi,  masyarakat bisa menanyakan langsung atau  melaporkan ke laman www.tanya.dikti.go.id/, pemerintah akan memilah dan memilih laporan mana yang harus ditindaklanjuti.

Para alumnus Perguruan Tinggi Swasta tidak perlu khawatir tentang keabsahan ijazah yang dimilikinya, sepanjang mahasiswa resmi terdaftar pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi ( PDPT ), pasti ijazahnya legal dan sah. Dari pada menggunakan ijazah palsu lebih baik punya usaha mandiri yang halal dan modalnya juga kecil, tidak sekolahpun bisa melakukannya klik di sini

Tag : 
ijazah palsu 
beli ijazah palsu
jasa pembuatan ijazah palsu


Sumber Bacaan : Suara Merdeka, dan berbagai sumber




Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :