Membimbing Pemuda dan Remaja

Membimbing Pemuda dan Remaja

Membimbing adalah memegang atau menggandeng tangan untuk menuntun para pemuda dan remaja kearah yang benar dengan menunjukkan jalannya.  Pemuda dan remaja yang sedang tumbuh ke arah kedewasaan perlu dibimbing agar pertumbuhan dan perkembangannya tidak salah arah. Pemuda dan remaja adalah usia di antara usia anak-anak dan usia dewasa. Usia ini memiliki potensi yang berangsur tumbuh dan berkembang, maka pendidik maupun orang tua secara sadar harus mengarahkan agar potensi yang dimiliki terus berkembang sesuai dengan keinginan keluarga, masyarakat dan norma serta  nilai yang berlaku di lingkungannya.  Menurut    Sofyan  Sauri   dan   Herlan     Firmansyah   ( 2010:3):  Nilai adalah suatu kepercayaan atau keyakinan yang bersumber pada sistem nilai seseorang, mengenai apa yang patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dari apa yang tidak berharga. Kita mengetahui dalam kehidupan masyarakat berlaku nilai yang diakui dan dianggap benar oleh masyarakatnya. Keluarga maupun lembaga pendidikan memiliki kewajiban serta tanggung jawab terhadap pemuda dan remaja sebagai generasi muda, untuk mendidiknya dan membimbing sesuai dengan nilai moral yang berlaku di masyarakatnya.
Usia pemuda dan remaja merupakan pribadi yang sedang dalam proses perkembangan menuju kedewasaan dan kemandirian. Proses perkembangan tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan, karena berbagai pengaruh lingkungan, dan perkembangan teknologi serta globalisasi yang bisa menghambatnya. Saat ini bisa dipertontonkan pengaruh buruk dari peralatan elektronik baik melalui perangkat seluler canggih, sejenis gadget, dan sejenisnya yang bisa langsung mengakses  adegan kekerasan serta Bahaya Penyalahgunaan Narkoba serta adegan pornografi dan pornoaksi. Pornoaksi adalah tindakan yang mengarah aktivitas seksual yang merusak, baik dengan kontak personal yang liar melalui hubungan badaniah seperti percabulan. Kita tidak menutup mata bahwa banyak anak usia sekolah yang telah melakukan hubungan badan dengan teman dekatnya. Dalam lingkungan keagamaan sering disebut dengan istilah percabulan.

Generasi muda termasuk pemuda dan remaja adalah calon pengganti generasi tua dalam situasi rentan oleh karena itu harus disiapkan secara baik agar masa depan bangsa dan negara akan lebih baik. Karena usia pemuda dan remaja dalam masa peralihan, saat masa perubahan, ia sedang mencari identitas diri menuju kedewasaan ada yang menyebut masa yang menimbulkan ketakutan. Karena itu pemuda dan remaja perlu dipersiapkan melalui pembimbingan agar arah dan tujuan tidak salah arah.
Amsal 22: 6 mengamanatkan : Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu. Sangat jelas bahwa orang tua, pendidik lembaga pendidikan bahkan negara berkewajiban untuk mendidik orang muda yaitu pemuda dan remaja termasuk anak-anak, supaya tidak salah arah. Masa depan bangsa dan negara akan bisa dilihat, bagaimana kita mendidik anak-anak pemuda dan remaja di masa kini. 

Keintiman Dalam Rumah Tangga
Kebutuhan keintiman adalah bagian penting kerinduan manusia, namun kondisi  keintiman nyata yang dapat tumbuh dan berkembang tampaknya semakin absen dalam kehidupan keluarga. Masyarakat yang makin sibuk termasuk keluarga yang sangat sibuk dengan aktivitas pekerjaan yang menyita waktu bagi keluarga. Sangat mengurangi keintiman dalam rumah tangga baik antara Anak dan Ibu serta dengan Bapak. Komunikasi antar anggota keluarga sudah tergantikan dengan perangkat seluler pintar. Banyak terjadi dalam satu ruangan antara Anak-anak, Ibu dan Bapak tidak saling bertegur sapa karena sibuk dengan seluler pintarnya, ini sebagai bentuk ketidak intiman dalam keluarga. Dan ini merupakan indikator kerentanan dalam hubungan keintiman dalam keluarga, dan mesti harus diwaspadai. Banyak terjadi orang tua lebih bangga bila dapat memberikan hadiah berupa telepon pintar yang bisa mengakses internet. Jadi tidak menutup kemungkinan anak-anak kita sudah dijejali dengan pornografi karena memang bisa didapatkan. Orang tua sebagai keluarga harus mewaspadai kondisi ini, anak yang aktif di dalam kamar pura-pura belajar mesti di awasi dan sesekali telepon pintarnya perlu diperiksa.

Semoga Bermanfaat !

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :