Memahami Kepribadian dan Tipe Temperamen

Memahami Kepribadian dan Tipe Temperamen 


Dalam KBBI ( 2002:1168) disebutkan bahwa temperamen adalah sifat batin yang tetap mempengaruhi  perbuatan, perasaan, dan pikiran. O Hallesby, dari Oslo, Norwegia, menuliskan dalam bukunya Temperamentene I Kristelig Lys yang diterjemahkan oleh   Penerbit Gandum      Mas ( 2013: 8 )  temperamen adalah satu unsur kehidupan jiwa yang menimbulkan perbedaan-perbedaan watak. Manusia di dunia ini tidak ada yang persis sama, sungguhpun kembar dan mirip sekalipun pasti ada ciri-ciri yang berlainan untuk membedakan, yang paling tahu adalah keluarga dekat atau ibu si kembar, orang lain  bingung dan tidak dapat membedakannya, karenanya manusia itu bersifat unik. Selanjutnya dijelaskan bahwa temperamen adalah jiwa dan roh mempengaruhi tubuh, karena jiwa itu selalu bekerja melalui atau di dalam tubuh. Temperamen selalu dicerminkan dalam roman wajah dan kegiatan-kegiatan seseorang, teristimewa pada air muka atau wajah. Ciri-ciri tertentu ada pada setiap orang dan tetap selama hidup, disadari atau tidak. Temperamen bekerja secara otomatis, sepertinya memberikan kesan dalam kehidupan jiwa sehingga temperamen itu tidak perlu dilepaskan melalui akal dan kehendak. Temperamen itu mengalir seperti air yang keluar dari sebuah mata air, semua air yang keluar dari satu sumber  sama sifatnya. Bila akan menggunakannya bisa dalam bentuk asli tapi juga bisa dengan mengolahnya. Karena itu temperamen mempunyai akar di bawah sadar, yang tidak dapat dipengaruhi oleh emosi, akal budi dan kehendak.

Pengertian Kepribadian 

Berbicara tentang temperamen sangat dekat dengan kepribadian, karena kepribadian berarti ciri-ciri watak  individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khusus.  Dalam bahasa sehari-hari seseorang memiliki kepribadian biasa dimaksudkan adalah bahwa orang tersebut memiliki ciri watak yang diperlihatkan secara lahir, konsisten dan konsekuen dalam tingkah lakunya, sehingga tampak bahwa seseorang memiliki identitas khusus yang berbeda dengan individu lainnya. Ewald dalam Psikologi Kepribadian   menyebutkan, secara teoritis membedakan bahwa watak ada 2 (dua) yaitu (1) Watak yang dibawa sejak lahir, dan (2) watak yang diperoleh setelah lahir yakni watak yang telah dipengaruhi oleh lingkungan, pengalaman, serta pendidikan.
Ewald membuat pembedaan secara tajam antara temperamen dan watak. Temperamen boleh dikatakan tetap selama hidup, jadi tak mengalami perkembangan, karena temperamen tergantung pada konstelasi (keadaan, tatanan, susunan) hormon-hormon, sedangkan konstelasi hormon-hormon itu tetap selama hidup; sedangkan watak walaupun pada dasarnya telah ada tetapi masih mengalami pertumbuhan atau perkembangan; watak sangat tergantung pada faktor-faktor  eksogen (faktor luar). Menurut Sumadi Suryabrata, watak bisa berubah karena faktor luar seperti lingkungan dan pendidikan. Watak atau kepribadian  bisa dibentuk dengan pendidikan dan pengaruh lingkungan.

Pengertian lain tentang kepribadian adalah dengan istilah personality, yang menunjukkan susunan sifat-sifat dan aspek tingkah laku yang saling berhubungan dalam individu. Sifat-sifat dan aspek yang menjadikan seseorang berbuat dan bertindak seperti apa yang dilakukan, yang menjadikan pembeda dengan orang lain. Kepribadian selalu berkembang dan mengalami perubahan yang bersifat dinamis, tidak statis atau tetap saja tanpa perubahan. Aspek-aspek yang berkaitan dan mempengaruhi kepribadian seseorang menurut  Dame Taruli Simamora antara lain (1) Karakter, yaitu ketaatan atau tidaknya seseorang dalam mematuhi etika perilaku, teguh atau tidak dalam memegang pendapat atau pendirian. (2) Temperamen, yaitu suatu unsur kepribadian yang mencerminkan kecenderungan-kecenderungan masa lalu atau pengalaman masa lampau, cepat atau lambatnya dalam mereaksi rangsangan yang datang dari lingkungan.( 3) Sikap, yaitu faktor perasaan atau emosi yang cenderung bereaksi merupakan penentu dalam tingkah laku seseorang. (4)  Stabilitas emosional,  yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan lingkungan, misalnya mudah atau tidak mudah  tersinggung,  cepat marah, sedih atau cepat putus asa.   (5) Tanggung jawab, yaitu kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. (6)  Sosiabilitas, yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal, ini tampak dalam sifat yang cenderung memiliki pribadi yang tertutup atau terbuka sehingga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Sifat dalam kepribadian merupakan ciri-ciri tingkah laku atau perbuatan yang banyak dipengaruhi oleh faktor dari diri  yaitu pembawaan. Sifat-sifat yang lain misalnya penakut, pemarah, peramah, suka bergaul, suka menyendiri, angkuh, dan sombong.

Tipe Temperamen
Istilah temperamen berasal dari bahasa Latin “ temperamentum” yang artinya paduan yang cocok, dalam hal ini dengan cairan-cairan jasmani. Ada hubungan antara kata temperamen dengan tanggapan medis kuno, bahwa tubuh manusia mengandung empat cairan. Perbedaan temperamen disebabkan oleh paduan cairan-cairan tersebut. Yaitu darah, empedu kuning, empedu hitam dan lendir. Keempat jenis temperamen itu sangat tergantung pada cairan yang menguasai campuran itu. Darah mempunyai fungsi kaya, hangat dan hidup terdapat dalam sanguin. Sifat melankolis dari kata Yunani “melaina chole” atau empedu hitam adalah gelap dan murung. Sifat Kolerik dari kata Yunani “ chole” empedu kuning, yaitu lekas marah dan ganas. Flegmatis dari kata Yunani “phlegma” lendir yang bersifat dingin dan lamban. Karena itu tidak ada seorangpun yang mutlak memiliki satu temperamen saja, karena tubuh manusia mengandung empat cairan, maka cairan manakah yang menonjol. Sehingga seseorang memiliki perpaduan beberapa temperamen dan ada yang paling menonjol. Tiap temperamen memiliki segi positif sebagai kekuatan dan sekaligus segi negatif sebagai kelemahan.

1. Tipe Sanguin
Sanguin berasal dari kata Latin “sanguis” artinya darah, karena darah merupakan cairan panas dalam tubuh manusia, sehingga sanguin dipakai menjadi istilah untuk menggambarkan temperamen yang hangat, hidup dan berapi-api. Sikap orang sanguin pada lingkungan adalah sangat terbuka suka menerima,  segala kesan gampang masuk dalam pikiran dan hatinya. Tipe ini merupakan pribadi periang yang suka berbicara.  Perkataannya meluncur bak air yang mengalir lancar dan cepat. Ia orang yang gampangan dan mudah terpengaruh, tetapi tidak tergerak untuk menghadapi tantangan,  tidak pernah merasakan sedih. Sehingga Sanguin disebut sebagai temperamen menikmati, ia tidak mau bertindak dan berpikir, ia hanya menikmati. Mudah terpesona, ia cenderung tidak mempertimbangkan dan merenungkan apalagi memikirkan, responnya langsung dan sederhana. Sikap terbuka ini karena emosinya yang diutamakan, emosi itulah yang mudah dirangsang oleh kesan-kesan dari luar. 
Dalam suasana yang hening, Sanguin dapat menggerakkannya dengan gaya bicara yang menarik dan meluncur dengan cepat,  menghangatkan suasana dan tidak membosankan bila ia bicara. Materi pembicaraannya kadang mengejutkan dan sangat menarik, hatinya tidak dapat diduga, tiba-tiba muncul pokok pembahasan baru yang sangat menarik pada orang di lingkungannya. Ia sangat terbuka untuk menceritakan kesulitan, namun dalam kedukaan ia tidak dapat dihiburkan, sungguhpun ia jarang  menangis. Dalam kedukaan tiba-tiba dapat berubah dalam kesukaan bahkan dapat tertawa terbahak-bahak. Bagi orang yang baru mengenal orang Sanguin, bisa salah menilai, akan tetapi bila orang lain sudah mengenal Sanguin, yang tabiatnya selalu berubah, ia akan menghargainya. Sanguin memiliki sifat yang panas, dapat marah, dan marah sekali, sambil terus berbicara, sambil menjelaskan isi hatinya dengan ucapan yang jelas dan tegas.

Kekuatan 
Orang Sanguin pandai berbicara dan senang berbicara, antusias dan penuh ekspresi, memiliki sifat ingin tahu dan cerah ceria, mudah berubah karena memiliki banyak kegiatan dan banyak keinginan, Suka berkumpul untuk berbicara, sehingga mudah berteman dan banyak saudara dan menyukai orang lain dan hampir tidak pernah marah. Bukan tipe pendendam, karena sanguin mudah memberi maaf, spontanitasnya tinggi, karena banyak inisiatif sehingga tipe ini tidak membosankan.

Kelemahan 
Bila berbicara suaranya keras, termasuk tertawanya keras sehingga mengganggu orang lain. Pandai mendramatisir suatu kejadian yang tidak penting, senang bicara di manapun berada dengan tidak mempertimbangkan situasi sekelilingnya, bekerjanya tidak serius karena banyak bicara, tidak tertib dan suka memotong pembicaraan orang lain, dan cenderung tidak mau mendengarkan dengan cermat, sehingga disebut orang egois namun pelupa dan tidak dapat dipercaya.

2. Tipe Melankolis
Melankolis berasal dari kata Yunani “melankolia” artinya empedu hitam yang melukiskan kemurungan yang membebankan dan memberatkan. Sanguin sangat terbuka terhadap kesan dengan arah keluar, namun melankolis menaruh perhatian ke dalam. Kesan-kesan yang masuk sangat selektif, tetapi yang sedikit itu menjadi pertimbangan, daya pikirnya ikut aktif demikian juga emosinya. Kesan yang masuk kadang diterima terutama yang menyangkut pribadinya, sehingga mudah tersinggung dan cepat marah, perasaanya sangat peka atau sensitif.  Melankolis tabiatnya sedih, murung, sehingga sulit mendapatkan teman. Pendiam, pasif, memiliki bakat namun sering ragu dengan kemampuannya dan tidak percaya diri. Ia menghubungkan segala sesuatu dengan dirinya, sering mempersoalkan suatu kesan terutama yang menyakitkan, mentalnya gelap dan picik, sering disebut temperamen yang berdukacita. Segala sesuatu diukur dengan norma dirinya atau cita-citanya. Karenanya ia tidak menghargai masa kini, masa kini dianggap menjengkelkan.

Kekuatan
Orang melankolis cenderung memiliki tabiat yang kaya dan berperasaan, perasaan bukan halus tapi dalam. Ia sangat setia, bila berteman, sungguhpun tidak memiliki banyak teman, tetapi teman yang ia miliki akan tetap dipertahankan. Dapat dipercaya karena tidak melupakan janjinya dan tahu akan kewajibannya. Ia sangat rapi dalam mengatur rumah dan dalam cara berpakaian, dapat dilihat dalam cara mengatur tas atau koper bila akan bepergian. Sangat teliti dalam bersikap, atau dalam pekerjaannya baik sebagai pimpinan atau sebagai bawahan.

Kelemahan
Orang melankolis cenderung hanya memikirkan dirinya sendiri, ia selalu meneliti sikap untuk menentang secara berlapis-lapis sampai semua masalah terbuka semuanya. Mentalnya cenderung kurang baik. Ia mudah tersinggung dan menghubungkan segala sesuatu dengan dirinya sehingga mudah curiga pada orang lain. Bila pernah tersinggung tidak mudah memaafkan, dan semua kata dari orang yang tidak disukainya dianggap menyindir dan menghinanya. Makin tambah kecurigaan makin bertambah banyak hal yang dianggap menyakitinya. Kecurigaan ini akan menyedihkan bahkan akan merusak, yang dapat mengarah pada penyakit mental. Ia tidak suka berkompromi, karena selalu curiga maka ia juga tidak mudah mengampuni, sungguhpun orang lain sudah meminta maaf padanya. Kondisi pribadi yang demikian berakibat sulit untuk diajak bergaul, ia tidak pernah puas terhadap apa saja, curiga dan berprasangka bahwa dirinya diperlakukan tidak adil, sehingga mudah jengkel, khawatir dan tidak ramah, berwajah MBS ( Muka Berwajah Seram). Ia bersifat pesimis, karena tidak pernah melihat sesuatu dengan gembira.  Terlihat sombong dan angkuh, dengan tatapan matanya yang tajam, orang lain dianggap rendah semuanya.

3. Tipe Kolerik
Kolerik berasal dari kata Yunani yang berarti empedu kuning. Merupakan cairan yang paling panas dalam tubuh manusia, karena itu kolerik merupakan temperamen yang panas, aktif dan lekas bergerak. Dalam diri kolerik kehendaklah yang menguasai, seorang kolerik cepat mengambil keputusan, dan cepat mengambil tindakan, aktif dan praktis. Ia penuh semangat, banyak inisiatif dan ide, berintuisi sangat tajam, agresif dan progresif, fokus pada tujuan, karena berkemauan keras. Ia suka yang praktis, sistematis dan tidak bertele-tele. Takut sengsara, tidak kompromi dan tidak simpati, cepat puas diri, cepat mengambil keputusan disaat orang menghadapi kesulitan.

Kekuatan 
Orang kolerik memiliki kemauan yang keras dan bersemangat, tegas dan agresif dalam mengambil keputusan. Ia memiliki suasana hati yang aktif dan muncul dari lubuk hati yang paling dalam, berkehendak yang kuat. Ia pandai mengambil keputusan sendiri bahkan membantu orang lain. Sehingga ia pantas menjadi pemimpin, sangat mandiri dan bila sebagai pemimpin ia berani menghadapi tantangan. Ia berpikiran bahwa hari ini harus lebih baik dari pada kemarin, dan esok harus lebih hebat dari hari ini. Ia seorang yang berpikir praktis, karena berakal budi yang tajam dan cepat serta berani mengambil keputusan dalam keadaan darurat. Ia memiliki daya tahan yang luar biasa dalam menghadapi kesulitan. Orang melankolis dan sanguin akan membuang rencana yang sulit dijangkau.

Kelemahan
Orang kolerik sifatnya keras, dan tidak menaruh belas kasih kepada orang lain. Ia tidak sabar,  cepat bertindak dan cepat marah. Cenderung sombong dan pemaksa, tidak mau mengakui kesalahan dirinya dan kemungkinan menjadi orang licik, menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan untuk kepentingan sendiri sehingga suka berbuat curang. Puas bila bisa membalas dendam, karena itu sangat berbahaya bila menjadi penjahat. Tabiatnya menjemukan, karena tidak menghargai keindahan, suka yang praktis saja. Senang memerintah dan mengatur orang lain, suka berdebat dan bertengkar, karena terlalu kaku dan keras. 

4. Tipe Flegmatis
Flegmatis berasal dari bahasa Yunani “ phlegma” atau lendir, yaitu cairan tubuh yang dingin dan lembab serta lamban. Karena itu Flegmatis untuk melukiskan temperamen yang lamban dan dingin. Tidak ada tabiat yang aktif, suka dengan kehidupan dan keadaannya. Ia tidak mau membuang tenaga, ia tenang dan tidak mengeluh, tidak tegang dan semua dianggap biasa-biasa saja. Ia berserah pada nasib, hidupnya santai, hampir tidak pernah marah, jarang tertawa, pasif, perasaannya terlalu mendalam, cuek dan acuh pada keadaan, terlihat pemalu, jarang mengeluh untuk mengeluarkan perasaan, sungguhpun ia sangat perhatian dan baik hatinya.

Kekuatan
Orang Flegmatis baik hatinya dan tidak mudah tersinggung, ia tenang dan percaya diri, berpikiran praktis. Mudah bergaul, hidupnya santai, dan tenang. Tidak mudah emosi, sabar dapat menjadi pendengar yang baik. Memiliki kepedulian yang tinggi, berbelaskasihan, mudah berdamai dan rukun dengan sesama. Senang melihat, mengamati dan mengawasi. Suka memberi nasehat, dan suka menjadi juru damai, memiliki rasa humor yang tajam, pandai menyembunyikan emosi. Telaten dan rapi dibidang administrasi, ingin semuanya tertata rapi. Pendiam namun sangat bijak.

Kelemahan
Sangat lamban dalam bertindak dan bekerja, penakut dan selalu khawatir, tidak bergairah, selalu menghindari pertentangan namun ia keras kepala, bila merasa benar ia sulit kompromi. Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri, tidak suka terlibat mendingan menjadi penonton. Karena lamban sehingga suka menunda pekerjaan dan cenderung malas, sangat acuh pada persoalan yang lain. Ia kelihatan agak congkak.

Semoga Bermanfaat !

Buku bacaan : Tipe Temperamen oleh O Hallesby, Oslo

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :