Harapan Guru Honorer K2

Harapan Guru Honorer K 2


Guru Honorer K2 berharap dapat diangkat menjadi CPNS itu pasti seperti kebanyakan mereka. Namun perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan, bagaimana tidak. Guru demikian orang menyebutnya, adalah bertugas untuk mengabdi mencetak masa depan bangsa dan negara. Karena di tangan guru itulah akan dapat diwujudkan generasi muda yang berpendidikan, berkarakter dan handal. Namun sayangnya Guru Honorer pejuang pendidikan yang jumlahnya ribuan di seluruh Indonesia belum mendapat apresiasi yang layak dari pemerintah. Guru Honorer telah berjuang, mengajar dengan bekal Sarjana pendidikan, bahkan ada yang bergelar 2 S, artinya setelah menyelesaikan Sarjana non Kependidikan, mereka diwajibkan mengikuti kuliah di bidang pendidikan agar memperoleh S1 pendidikan dengan Gelar S.Pd. mereka dituntut agar pendidikan yang ia miliki linier atau sesuai dengan tugas mengajarnya, sehingga harus menempuh pendidikan yang disesuaikan dengan bidang tugasnya. mereka mau dan rela bekerja keras selama bertahun-tahun karena memiliki mimpi dan harapan agar dapat diangkat menjadi Guru PNS. Banyak uang yang telah dikeluarkan untuk menempuh pendidikan dan waktu yang panjang yang telah mereka lakukan, sungguhpun demikian sayangnya, para Guru Honorer tempur masa depan bangsa ini belum mendapat penghargaan yang layak dari pemerintah, berupa penghasilan seperti honor untuk sekedar mempertahankan hidup agar tetap bisa mengajar. Pekerjaan para Guru Honorer yang disebut Honorer Kategori 2 ini adalah Guru Honorer yang telah mengikuti ujian saringan menjadi CPNS, namun mereka belum lolos, sehingga tetap disebut Guru Honorer K 2, termasuk Honorer non Guru yang berada diinstansi pemerintah. mereka bekerja dan tunduk pada aturan pemerintah, yaitu masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 14.00. Tapi senyatanya mereka pulang dari sekolah kadang melewati jam 15.00 baru bisa keluar dari sekolah, dan ada yang lebih dari itu bila ada tugas yang lain. Banyak Guru Honorer K2 dan   Guru Wiyata Bakti   yang telah bekerja lebih 10 tahun, bahkan ada yang sudah 18 tahun atau lebih dari 20 tahun, pada saat artikel ini ditulis, dengan penghasilan yang sangat tidak layak, ada yang hanya menerima maaf Rp 250.000 (baca dua ratus lima puluh ribu rupiah) atau lebih sedikit. Bagaimana mereka bisa hidup dan menghidupi keluarganya dengan penghasilan yang demikian. guru Honorer sering disebut guru Wiyata Bakti, guru Relawan atau guru Sukwan, apapun namanya. guru Honorer K2 atau Kategori 2 adalah sisa hasil seleksi CPNS yang tidak atau belum lolos pada seleksi tahun 2014 yang lalu. Total di seluruh Indonesia 439.956 orang. Mereka termasuk Guru Wiyata Bakti, namun Guru Wiyata Bakti belum tentu masuk Kategori Honorer K 2. Jadi Guru Wiyata Bakti jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang guru Honorer K 2. Honorer K2 memiliki harapan untuk bisa diangkat menjadi CPNS. Sampai saat ini lembaga pencetak guru atau LPTK baik yang reguler maupun melalui Universitas Terbuka, terus menerima mahasiswa Calon guru, padahal penyerapan di sekolah hampir bahkan sudah jenuh, karena terhambatnya pengangkatan guru menjadi CPNS. 

Menunggu Landasan Hukum

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan & RB) Yuddy Chrisnandi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat tanggal 15 September 2015 lalu telah bersepakat untuk menyiapkan Landasan Hukum dalam solusi masalah Tenaga Honorer Kategori 2 ini, untuk dapat diangkat menjadi CPNS saat itu. yang pasti dengan jumlah ratusan ribu tidak diangkat sekaligus mengingat anggaran yang terbatas. Sehingga dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan diharapkan dapat selesai tahun 2019.

Kesimpulan Rapat Pemerintah bersama Komisi II DPR:

1. Jumlah Honorer Kategori 2 seluruh Indonesia sebesar 439.956.
2. Pemerintah mengangkat secara bertahap mulai tahun 2016 - 2019.
3. Dukungan keuangan negara melalui Kementerian Keuangan.
4. Agenda pengangkatan Tenaga Honorer sebelum RAPBN 2016.
5. DPR bersama Pemerintah segera menyiapkan landasan Hukum.


Informasi ini merupakan angin segar bagi Guru Honorer yang sudah mengabdi cukup lama dengan honor seadanya karena sumbernya dari dana BOS dengan aturan maksimal 15%. Saat ini di sekolah - sekolah negeri, banyak sekolah yang hanya memiliki Guru PNS dengan jumlah yang sangat terbatas. Di Sekolah dasar Negeri yang memiliki 6 rombongan belajar dari kelas I sampai kelas VI, mestinya ada 6 Guru kelas, namun nyatanya hanya ada Guru PNS 2 atau tiga orang, yang lainnya ditopang oleh Guru Honorer K2 dan Guru Wiyata Bakti. Sehingga alokasi 15% dari Dana BOS di bagi untuk mereka, yang rata-rata menerima di kisaran angka 200 - 300 ribu rupiah perbulan untuk hidup sebulan dengan satu istri / suami dan misalnya satu anak. Silakan dihitung sendiri.

Batal Mengangkat Honorer K 2

Hingga saat ini landasan hukum pengangkatan Honorer K2 yang ditunggu-tunggu tidak pernah ada, bahkan pemerintah melalui KemenPan & RB pada bulan Januari 2016 batal mengangkap Guru honorer K2 menjadi CPNS. Hal ini disebabkan karena tahun 2017 akan diadakan rasionalisasi PNS atau pengurangan PNS sejumlah 1 juta orang (baca satu juta orang). Selain itu pemerintah tidak memiliki anggaran atau dana untuk mengangkat Guru Honorer K 2 menjadi CPNS. Pengangkatan CPNS menjadi kewenangan pusat yang diatur dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pemerintah juga mengakui bahwa Honorer K 2 ada yang bekerjanya jauh lebih baik ketimbang Guru PNS yang ada.

Simak Video berikut ini!


Dengan informasi Honorer K 2 batal diangkat menjadi CPNS, maka pada 10-12 Februari 2016 Honorer K2 seluruh Indonesia datang berunjuk rasa di Istana Negara. Meskipun Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di demo oleh Honorer K 2. Menteri tetap memberikan apresiasi , karena unjuk rasa dilakukan dengan baik dan tidak ada kericuhan. "Kami sampaikan apresiasi, aksi demonstrasi tadi berjalan tertib dan tidak anarkis," ujar Pak Yuddy di Jakarta, Rabu, 10 Februari 2016. Menteri juga ikut turun membaur bersama pengunjuk rasa, sebagai bentuk rasa simpati kepada para pengunjuk rasa. Juru bicara Menpan RB, Bapak Herman Suryatman mengatakan bahwa pihak pemerintah bersama intansi lain terkait sudah berupaya secara maksimal untuk menangani permasalahan Honorer K 2, sesuai dengan kesepakatan dengan komisi II DPR, namun sampai saat demo Honorer K 2 belum ada hasil. "Kami telah melakukan rapat maraton dengan berbagai instansi, namun sampai saat ini belum ada hasil," katanya Dia.
Mudah-mudahan di waktu yang akan datang landasan hukum pengangkatan Honorer K 2 dapat terwujud, dan perekonomian negara akan semakin baik. Pemerintah sudah pasti memikirkan itu, kita tunggu saja hasilnya. Karena perubahan regulasi bisa terjadi sewaktu-waktu. Sehingga Harapan Honorer K 2 bisa diangkat menjadi CPNS dapat terwujud.

Semoga!






Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :