Jangan Mengandalkan Pada Kekayaan

Jangan Mengandalkan Pada Kekayaan



Dalam I Timotius 7: 17 di tertulis: Peringatkanlah orang-orang di dunia ini, agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
Seseorang telah bekerja keras siang malam dan pada suatu sore menimbun sembako untuk stok dalam dua kios yang dijadikan sebagai gudang. Tiba-tiba malam harinya dikejutkan dengan jago merah yang melalap pasar dan termasuk kios gudang sembakau itu, sampai habis dan nyaris tak tersisa. Sungguhpun pemadam kebakaran cepat datang ke lokasi, dan dengan sigap para petugas kebakaran melaksanakan tugasnya. Tapi usaha pun sia-sia karena barang terburu habis dimakan si jago merah. Para pemilik kios datang tergopoh-gopoh dan tidak bisa berbuat banyak, semuanya sudah terjadi. Merekapun mengamati sisa puing-puing kios dengan tatapan kosong. 
Stres, bingung dan bangkrut, kacau semua rencananya, hanya dalam hitungan jam semuanya sirna, habis. Entah apa lagi yang akan dilakukannya, karena semua sudah lenyap dalam sekejap. Manusia bisa merencanakan namun Tuhan yang menentukan. 
Allah mengajarkan kepada kita, agar tidak tinggi hati manakala sedang dalam kondisi sukses dengan memiliki harta yang melimpah. Kita jangan berharap banyak pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan. Harta dan kekayaan yang kita miliki bukanlah milik kita, tetapi Tuhanlah yang punya semuanya itu. Kita manusia hanya ditugaskan untuk mengelola harta yang Tuhan berikan dan titipkan pada kita manusia. Sudah sepatutnyalah kita selalu bersyukur kepada Tuhan, karena mendapat titipan harta berupa kekayaan yang melimpah, karena itu tidak bisa sombong dan tinggi hati. Hanya orang bodohlah yang mengejar kekayaan dan berharap untuk mendapatkan kekayaan, sungguhpun dengan cara-cara yang tidak patut. Dengan kekayaan yang didapatkan mereka lupa bahwa Tuhanlah yang memberikan, dan menitipkan harta kekayaan itu. Kita hanya pengelola dan kita wajib memberikan harta yang dititipkan kepada kita, kepada orang-orang yang wajib menerimanya. Kita tidak harus mengumumkan pada khalayak bila memberikan harta titipan kepada orang lain. Matius mengajarkan, jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu, apa yang diperbuat tangan kananmu. 
Kekayaan dan harta memang dibutuhkan dalam hidup ini, karena dengan harta membuat hidup lebih nyaman. Dengan harta kekayaan orang dapat memiliki rumah, tempat tinggal yang layak, mobil, sehingga bepergian dapat menggunakan kendaraan dan tidak kena panas matahari dan hujan, hidup akan lebih enak karena bisa memiliki apa yang diinginkan. Tetapi kekayaan bukanlah segala-galanya dalam hidup ini. Pada waktu lahir kita tidak memiliki apapun juga, demikian pula bila pada saatnya Tuhan memangil, rumah lantai tujuhpun tidak dibawanya, mobil mewah juga tidak dibawanya hanya kain kafan beberapa meter saja. Namun sayangnya manusia ada yang rakus, ada juga yang sudah cukup banyak hartanya masih tega merampas hak orang lain. Mencuri hak orang lain dengan mempermainkan dan mengotak-atik aturan sehingga menguntungkan diri sendiri maupun kelompoknya. Kalau sudah demikian maka berlakulah firman Tuhan yang mengatakan bahwa: Tamak akan uang memang biangnya dosa. Sudah memiliki banyak harta tetapi masih kurang juga, sehingga meskipun sudah tahu dosa tetap dilakukannya, mereka beranggapan tidak ada yang tahu.
Masih banyak orang-orang yang tidak berpunya di negeri ini. Jangankan bisa sekolah dan kuliah untuk makan seharipun banyak yang tak mampu. Bersyukurlah Anda yang dapat menempuh pendidikan dan memiliki harta serta departemen. Bersyukurlan Anda yang bisa membaca artikel ini karena memiliki perangkat laptop atau komputer dan akses internet. Namun perlu diingat harta yang ada pada kita, semuanya adalah titipan, yang sifatnya hanya sementara. Pada saatnya Tuhan dapat mengambilnya dalam sekejap hanya dalam hitungan jam atau detik.
Manusia selalu diingatkan dan kita diundang untuk mengumpulkan harta surgawi, dengan berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan berbagi. Semakin banyak Tuhan memberkati kita, baik berupa harta ataupun kesehatan, biarlah kita semakin rendah hati Manusia bisa belajar memakai berkat Tuhan untuk memberkati sebanyak mungkin orang dan memenangkan pertandingan iman yang benar.

Tuhan memberkati!

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :