Brigadir Kepala Seladi Polisi Hebat

Brigadir Kepala Seladi Polisi Hebat
  

Sumber Gambar kompas.com

Hebat demikian kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Bapak Brigadir Kepala ini, karena memiliki banyak kelebihan, pada umumnya orang mudah dan mau menerima uang suap atau sogokan demi kebutuhan hidup, tapi tidak bagi Bapak Polisi yang satu ini, Dia anti sogok dan anti suap. Salut dan bangga ternyata di luar sana banyak yang pamer kemewahan, pengayom masyarakat ini justru memberikan contoh teladan bagi banyak orang, untuk hidup sederhana dan mau melakukan yang orang lain sekomunitasnya atau selevelnya tidak mampu melakukannya. Betapa tidak seorang Polisi dengan pangkat Brigadir Kepala mau memulung sampah yang terkesan kotor bau tidak sedap, menjijikkan, namun beliau mampu mengatasi bau itu dengan memilih dan memilah sampah yang masih layak diambil dikumpulkan untuk dijual. Pasti uang yang didapatkan adalah uang halal, dan bila digunakan maka keluarganya akan mendapat berkat.

Kegiatan di luar kedinasan beliau, ia dibantu anaknya memulung sampah sehingga media sosial di seluruh negeri membuat heboh dan kagum dengan yang dilakukan oleh seorang Polisi Lalu lintas. Ia melayani di jalan raya, yang notabene banyak peluang untuk melakukan kecurangan dengan istilah surat atau uang amplop atau apalah namanya. Ternyata Pak Bripka Seladi anggota Polisi Lalu lintas di kota Malang ini memilih memulung untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dibanding menerima suap. ini adalah sebuah pilihan yang tidak bisa dilakukan oleh banyak orang setingkat Pak Seladi yang Brigadir Kepala ini. Salut dan layak mendapat penghargaan oleh kesatuannya, ia memutuskan sebuah pilihan untuk memulung dibanding menerima suap. ini adalah sebuah pilihan yang sulit, tetapi Bapak Kebijakan ini mau dan mampu melaksanakan kegiatan langka ini yang tidak umum di lingkungan kerjanya. Memang sisa sampah bila dipilih dan dipilah masih ada yang bernilai ekonomi untuk dijual u ang yang didapatkan pasti uang halal.  Dia memiliki kemampuan dan mental yang luar biasa. sampah memang terlalu banyak di negeri ini, dan hampir setiap kota kesulitan untuk membuang sampah, karena produksi sampah rumahan maupun dari pasar dan pusat perbelanjaan terus melimpah jumlahnya selalu bertambah . Belum semua pemerintah daerah mampu mengolah sampah menjadi pupuk organik. Mestinya masyarakat  mampu membuat pupuk organik  untuk mengatasi darurat sampah.

Bapak Brigadir Kepala (Bripka) Seladi ini merupakan salah satu pelopor untuk mengatasi produksi sampah yang selalu melimpah. Namun bukan itu yang menjadi permasalahan, ia memiliki keyakinan yang pantas untuk di tiru yaitu anti suap. Kalimat lain yang mendekatinya adalah Dia merupakan salah satu pelopor anti korupsi, yang sedang marak di Indonesia. Korupsi yang terjadi di negeri ini memang sudah sangat parah, namun kita tidak perlu cemas selama kita mampu mendidik anak-anak bangsa untuk tidak berperilaku korup. Salah satu yang sudah dibuktikan melalui pendidikan adalah pengukuran dengan Indeks Integritas Ujian Nasional. Anak-anak kita mulai tumbuh kesadaran sehingga mereka mengerjakan sial tes dengan tidak mencontek, ini bukti siswa SMA / SMK sederajat dalam Ujian Nasional tahun 2016 telah membuktikan kejujurannya dalam mengerkajan soal Ujian. Bapak Bripka Seladi juga sudah memberikan contoh bagi kita semua, bahwa kita sebetulnya mampu bertindak jujur, dan untuk tidak malu bila berbuat jujur.

Tidak Korupsi Sebuah Pilihan

Tidak melakukan korupsi adalah sebuah pilihan yang berat, karena tidak disukai oleh pihak lain yang suka korup. Korupsi tidak harus berwujud uang, dapat juga korupsi waktu. Saat ini instansi sudah menggunakan absen elektronik, yang canggih dan katanya tidak bisa dibohongi. Tidak salah bila mengatakan demikian, karena mesin ini sangat jujur, datang pukul tujuh kurang dan terdata tepat di rekaman mesin, termasuk pulang sebelum pukul 15.30 dan terrekam di mesin. Akan tetapi sifat korup itu sudah sangat melekat sehingga ia datang pukul 6.30 dan kadang entah pergi kemana, dan absen pulang juga dapat diatasi dengan sebelum jam pulang muncul di kantor dan absen, sehingga data di mesin absen tidak pernah mangkir kerja. Secanggih apapun alat yang digunakan, bila mental tidak berubah maka akan sia-sialah rencana indah itu. Karena itu pendidikan anti korupsi  harus menjadi bagian dalam kurikulum kita. Bapak Bripka Seladi adalah contoh yang pantas disampaikan pada peserta didik di sekolah-sekolah, sehingga mampu menginspirasi anak didik kita.

Pak Seladi dibantu Putranya
 Sumber gambar Kompas.com

Pak Seladi ini merupakan Kebijakan Teladan yang layak mendapat apresiasi dari kesatuan dan bahkan KPK, karena dia anti suap. Dalam sebuah media disebutkan bahwa pemohon SIM A dengan halus memberikan ucapan terima kasih dengan amplop kepada Pak Seladi karena bimbingannya. Beliau dengan bahasa yang santun menolaknya. Dengan mengatakan bimbingan itu adalah pekerjaan Dia sebagai Petugas Kepolisian. Yang pasti dengan berbagai cara untuk memberikan ucapan terima kasih, Bapak Bripka Seladi tetap tidak mau menerimanya, karena itu sudah menjadi tugasnya menguji SIM A yang telah dilakukan selama 16 tahun, katanya. Bapak Seladi sudah mengabdikan di Korp Bhayangkara sudah hampir 40 tahun, beliau memahami dan tidak mengandalkan gaji yang ia terima dari pemerintah untuk mencukupi kebutuahn keseharian dalam keluarga. tahun 2006, ia memulai memulung sampah ke seluruh pelosok kota Malang, karena tuntutan kebutuhan keluarga yang selalu meningkat dengan biaya pendidikan putranya dan kebutuhan lainnya, membuat dirinya memaksakan untuk memulung sebagai pekerjaan sampingan. Ini adalah sebuah pilihan yang berat, dan tidak setiap orang mampu memilih pekerjaan sampingan seperti pilihan Bapak Seladi. Selamat berjuang sampai purna tugas dengan sehat selamat dan Tuhan memberkati Bapak sekeluarga.

Semoga Menjadi Inpsirasi! 

Ini sebuah kesempatan bagi Anda!

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :