Indeks Integritas Ujian Nasional 2016

Indeks Integritas Ujian Nasional 2016


Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa memang betul-betul Khusus. Daerah yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Bawono IX tahun ini meraih nilai skor tertinggi dalam pengukuran Indeks Integritas Ujian Nasional, yang mengalahkan provinsi lain di Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyampaikan Indeks Integritas Ujian Nasional berdasarkan perolehan tiap provinsi mengalami peningkatan. Ada sepuluh provinsi yang disampaikan oleh Menteri berdasarkan kelompok atau jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Ternyata Yogyakarta memang luar biasa dengan meraih sekaligus untuk dua rata-rata Indeks Integritas Ujian Nasional tingkat sekolah SMA / SMK sederajat. kelompok IPA Yogyakarta meraih skor 78,36 poin dan kelompok IPS meraih skor 78,21 poin.

Mengalami Peningkatan
Secara nasional rerata Indeks Integritas Ujian Nasional SMA sederajat tahun ini mengalami peningkatan dengan memperoleh skor 64,05 dibanding tahun lalu 61,98 sehingga terjadi peningkatan 2,06 poin. Angka ini sebagai indikator bahwa siswa dalam mengerjakan ujian nasional mengalami perubahan perilaku sehingga dilaksanakan secara jujur . ini adalah suatu prestasi bagi anak-anak kita dalam mengerjakan Ujian Nasional. Menurut Menteri pengukuran ini menjadi indikator kejujuran para siswa dalam mengerjakan soal Ujian Nasional Tahun 2016. ini adalah suatu prestasi dari anak didik kita di Yogyakarta. Demikian yang disampaikan Mendikbud di Jakarta Senin , 9 Mei 2016 yang lalu.
Tahun 2016 ini sekolah setingkat SMA sederajat yang mengikuti Ujian Nasional berjumlah 19.925, sejumlah itu diantaranya menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejumlah 1. 297 sekolah. Sisanya menggunakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Skor Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) SMA diambil dari semua sekolah yang mengikuti UNKP.

Pengumuman Ujian
Ujian Nasional telah dilaksanakan Senin 4 April 2016 sampai Rabu, 6 April 2016. Para siswa di lingkungan SMA / SMK sederajat, telah mendapatkan pengumuman kelulusan oleh sekolah masing-masing setara dengan hasil Ujian Nasional. Pemerintah telah menyelenggarakan sejak tahun lalu bahwa Ujian Nasional tidak mempengaruhi kelulusan siswa. persetujuan sepenuhnya ditentukan oleh sekolah masing-masing melalui sidang Dewan Guru. Karena yang mengetahui secara pasti tentang kondisi keseharian para siswa adalah Guru setempat dimana anak didik mendapatkan pendidikan.
Dengan peningkatan kejujuran bagi para siswa dalam mengikuti Ujian Nasional, sehingga makin banyak sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Yang pasti dengan UNBK akan semakin meningkatnya kejujuran bagi para siswa. Mereka akan belajar lebih giat dan harus menguasai teknologi informasi ini dengan ketrampilan penggunaan komputer. karena hasil tes Nasional tidak lagi digunakan sebagai dasar penentuan kelulusan, membuat para siswa akan semakin serius dalam menghadapi ujian, dan ini merupakan tantangan tersendiri bagi para Guru.

Reformasi Penilaian
Bapak Menteri Anies menyatakan sangat mengapresiasi atas tekad para Kepala Daerah yang dengan serius untuk mewujudkan pelaksanaan Ujian Nasional bagi para siswa SMA / SMK di daerah dapat terlaksana dengan baik dengan mengedepankan kejujuran. Ini bentuk keseriusan Para Kepala Daerah dalam rangka mengakhiri praktik ketidakjujuran dan kecurangan dalam pelaksanaan tes Nasional. Sudah banyak perubahan yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam penyelenggaraan ujian Nasional. Dengan mempertimbangkan berbagai masukan yang berupa kritik, saran untuk perbaikan pelaksanaan ujian Nasional dari berbagai pihak terutama dari kalangan Pendidik dan Pemerhati Pendidikan, demikian kata Menteri. perubahan itu antara lain bentuk kisi-kisi Ujian Nasional tidak lagi berupa indikator soal rinci yang mudah ditebak oleh penyelenggara Bimbingan Belajar atau Bimbel. perubahan ini merupakan bagian dari reformasi penilaian yang terus dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan dorongan kepada para siswa dan guru dalam melakukan pembelajaran dalam menyiapkan kebutuhan kompetensi abad 21.

Semoga Bermanfaat!


468x60


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :