Pemerkosaan Oleh Anak-Anak Memalukan dan Memilukan

Pemerkosaan Oleh Anak-Anak Memalukan dan Memilukan
Sumber  Gambar Tribunnews 

Mengerikan, memalukan dan memilukan terjadinya kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur akhir-akhir ini, pelaku yang memperkosa masih usia anak-anak dan yang diperkosa juga masih anak-anak. Ini sudah terjadi di Indonesia, yang baru saja diungkap di Surabaya 12 Mei 2016 lalu. Diistilahkan seperti mengupas kulit bawang merah, semakin banyak kasus dikupas, makin banyak air mata yang terkuras. Ngeri dan memilukan karena kenyataanmya bahwa pelaku pemerkosa masih tergolong anak-anak, paling muda baru berusia 9 tahun (sembilan tahun) dan tertua usia 14 tahun (empat belas tahun). Betapa tidak ngeri dan membuat kita shock, karena seusia mereka mestinya masih usia bermain dan belajar ternyata mereka sudah berpikiran untuk berhubungan badan, dan menyetubuhi temannya secara bersama-sama sejumlah 8 anak. 

Sudah Berlangsung 9 Tahun 

Peristiwa persetubuhan oleh dan pada anak-anak ini ternyata sudah berlangsung 9 tahun lalu dikala itu katakan Mawar (nama samaran) masih berusia 4 tahun. Dia telah disetubuhi oleh temannya sendiri dengan inisial AS, hampir setiap hari. Pertama kali dilakukan di Balai RW setempat dekat rumah mereka. Miris memang persetubuhan ini terus dilakukan setiap hari. Bahkan pelaku pelaku juga memaksakan pil narkoba untuk diminum Mawar yang saat ini usia 13 tahun masih kelas I SMP, yang akhirnya membuat Mawar ketagihan. Dengan kecanduan ia mau disetubuhi setiap hari asalkan bisa mendapatkan pil narkoba, demikian pengakuan teman-temannya. Sudah sebegitu jauh pemikiran usia anak-anak. Pasti ada penyebabnya sehingga mereka mampu memiliki pil narkoba dan melakukan hubungan layaknya suami istri yang mestinya belum dan tidak dilakukan karena usia masih anak-anak. Karena sudah kecanduan yang amat sangat, Mawar sering meminta untuk disetubuhi asalkan bisa mendapatkan pil narkoba. Yang pada akhirnya di bulan April lalu Mawar disetubuhi secara bergantian oleh teman-teman yang diajak AS. Bahkan Mawar yang keseharian membantu neneknya bekerja membersihkan makam, rela memberikan rokok dan minuman kepada teman prianya sebagai upah asalkan ia mau menyetubuhinya, demikian kesaksian sumber yang bisa dipercaya. Tempat terjadinya persetubuhan biasanya di tempat sepi di sepanjang rel kereta api Ngagel Surabaya, yang tidak terpantau orang.

Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Pemerkosaan dan pencabulan oleh anak-anak ini sudah tercium pihak kepolisian, yang di awali dengan laporan tentang tindakan asusila yang dilakukan oleh anak-anak. Polisi terus mempelajari laporan dan menelusuri sampai akhirnya menangkap para pelaku satu-persatu, namun karena masih ada tiga pelaku yang sedang ikut Ujian SMP maka polisi melakukan pengawasan dan pemantauan sampai ujian selesai, agar tidak mengganggu konsentrasi belajar mereka. Setelah tes usai mereka bertiga diamankan oleh pihak kepolisian dan membawanya ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan, sehingga ketahuan bahwa pelanggaran ternyata sudah berlangsung sejak 9 tahun yang lalu. Pemeriksaan terus dilakukan dengan pengembangan informasi dan akan dilakukan tindakan. Sungguhpun pelaku masih anak-anak, pihak kepolisian terus akan melakukan proses hingga sampai ke pengadilan.

Walikota Surabaya Sangat Kecewa

Dengan munculnya kasus pencabulan yang dilakukan oleh anak-anak, Wali kota Surabaya langsung meluncur menuju ke Mapolrestabes Surabaya. Ibu Risma, demikian sapaan Walikota Surabaya, sangat kecewa dan memandangi para pelaku satu persatu dengan ekspresi sangat kecewa. Ibu Risma dikenal sangat menyayangi anak-anak, namun dengan peristiwa ini ibu memang sangat kecewa. Dengan perasaan kecewa dengan mata berkaca-kaca Ibu Walikota Surabaya juga sempat menanyakan pada para pelaku dengan ekspresi sepertinya tidak percaya pada anak-anak sampai melakukan pelanggaran. Ibu sangat menyadari ini terjadi karena latar belakang terjadinya masih ada benang merah dengan Lokalisasi PSK di Gang Dolly, yang ditutupnya dua tahun lalu, karena ibu korban adalah mantan PSK di gang Dolly. Penutupan gang Dolly memang bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak dari pengaruh kegiatan prostitusi berbayar. Yang pasti lingkungan atau wilayah dengan kegiatan prostitusi yang diketahui anak-anak sampai bertahun-tahun, akan sangat berpengaruh pada kejiwaan dan pertumbuhan kepribadian anak. Mereka menganggap bahwa percabulan membuat suatu yang biasa karena orang tua mereka juga melakukan hal serupa demi uang. Sehingga bila anak-anak berbuat atau melakukan persetubuhan, mereka menganggapnya suatu yang biasa, dan tidak merasa bersalah. 
Karena itu pengaruh lingkungan sangat kuat dalam membentuk kepribadian anak, selain itu maraknya penggunaan ponsel yang bisa mengakses pornografi dengan leluasa, juga menjadikan penyebab terjadinya masalah pornografi pada anak-anak yang membuat mereka dewasa sebelum waktunya. Pencabulan yang melibatkan pada anak-anak dapat terjadi hampir di semua daerah. Hanya dengan mencuatnya kasus di Surabaya ini karena pelakunya masih anak-anak dan telah terjadi selama bertahun-tahun.

Solusi

Sebagai orangtua harus miris bila mendengar informasi ini, karena itu peran orang tua dan sekolah sangat diharapkan menjadi filter dalam kasus pencabulan terhadap anak-anak, termasuk yang dilakukan oleh anak-anak. Pengawasan kepada anak-anak dan para siswa harus ditingkatkan, paling tidak dengan memonitor penggunaan ponsel canggih yang diberikan kepada para putranya. Pendidikan kepribadian dan pendidikan rohani memiliki peran penting sebagai filter dalam mengatasi permasalahan pornografi bagi siswa-siswi sekolah termasuk untuk anak-anak kita. Kita tidak bisa saling menyalahkan termasuk kepada pelaku, namun kewaspadaan keluarga dan masyarakat sangat diharapkan untuk peduli pada anak-anak kita. Orang tua juga harus mawas diri dengan adanya peristiwa ini, karena tidak menutup kemungkinan para orang tua secara diam-diam juga memiliki WIL dan PIL yang diketahui oleh anak-anak mereka. Mudah -mudahan pembaca tidak demikian!

Semoga Bermanfaat!

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :