Peringatan Hari Lansia dan Pentakosta Adiyuswa Sinode 2016

Peringatan Hari Lansia dan Pentakosta Adiyuswa Sinode 2016

Meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia, membawa konsekuensi logis jumlah usia lanjut bertambah. Penduduk usia lanjut ini memiliki pengalaman yang lebih yang dapat diberdayakan dalam pembangunan bangsa. Sistem nilai di Indonesia menempatkan orang tua lanjut usia memiliki posisi terhormat baik di dalam rumah tangga, maupun di masyarakat. harapan hidup di Indonesia senantiasa mengalami peningkatan, bagi perempuan dalam tahun 1980 adalah 54 tahun, 64,7 tahun pada 1990, dan 70 tahun pada 2000. Sedangkan harapan hidup laki-laki Indonesia 50,9 di tahun 1980, dan 61 pada 1990 dan 65 pada tahun 2000. Angka ini menunjukkan harapan hidup penduduk Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan kesejahteraan penduduk Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan Hari Lanjut Usia (Lansia) tanggal 29 Mei, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Agar Undang-Undang dapat dilaksanakan dengan baik maka pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan lanjut Usia. Dalam PP tersebut.
Pemerintah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan Lanjut Usia antara lain meliputi:

1. Pelayanan keagamaan dan mental spiritual;
2. Pelayanan kesehatan;
3. Pelayanan kesempatan kerja;
4. Pelayanan pendidikan dan pelatihan;
5. Pelayanan untuk mendapatkan fasilitas, dalam menggunakan fasilitas sarana dan prasarana umum;
6. Pemberian fasilitas dalam layanan dan bantuan hukum;
7. Bantuan sosial.
Selanjutnya Presiden membentuk Komisi Nasional Perlindungan Penduduk Lanjut Usia (Komnas Lansia) melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 52 Tahun 2004. Melalui Keputusan Presiden ini Komisi Nasional Perlindungan Penduduk Lanjut Usia, bertugas sebagai koordinator upaya peningkatan kesejahteraan sosial orang lanjut usia di Indonesia. 
Dengan terbitnya UU Nomor 13 Tahun 1998, maka UU Nomor 4 Tahun 1965 tentang Pemberian Bantuan Penghidupan Bagi Orang Jompo dinyatakan tidak berlaku lagi. 
Usaha dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial bagi orang lanjut usia antara lain dengan berdirinya Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (Posyandu Lansia) yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi orang lanjut usia agar mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan masyarakat dan keluarga. Wujud kesejahteraan itu antara lain, bila naik pesawat atau naik kereta api, dan menunjukkan KTP Lansia, maka bisa mendapatkan keringanan harga tiket. Y ang dimaksud penduduk lanjut usia yaitu yang sudah mencapai usia 60 tahun, atau sudah memenuhi Batas Usia Pensiun (BUP) bagi PNS. 

Baca juga:  Pensiun Tanpa Post Syndrome Power

Hari Lanjut Usia

Hari Lanjut Usia Nasional dicanangkan secara resmi oleh Presiden Soeharto di Semarang pada Rabu, Wage, tanggal 29 Mei 1996, dalam rangka untuk menghormati jasa Dokter KRT Radjiman Wediodiningrat yang sudah berusia lanjut, namun berhasil memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI) pengangkatan secara seremonial dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 di Volksraad semacam Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda yang sekarang dikenal dengan Gedung Pancasila di Jalan Pejambon 6 Jakarta, namun konferensi secara resmi baru dimulai 29 Mei - 1 Juni 1945, selama 4 hari. 

Perayaan Hari Lansia di Jakarta Minggu, 15 Mei 2016
Sumber gambar Tribunnews.com

Hari Lansia Internasional

Hari Lanjut Usia Internasional (International Day of Older Persons) ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Sidang Umumnya yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober berdasarkan Resolusi PBB Nomor 45/106 tanggal 14 Desember 1990. Penetapan Hari Lansia Internasional ini merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on aging disebut juga Wina Plan yang diputuskan di Wina Austria tahun 1982 dengan resolusi PBB Nomor 37/1982, pada prinsipnya adalah mengajak negara dan bangsa untuk bersama-sama atau sendiri-sendiri agar mengembangkan atau meningkatkan kesejahteraan lanjut usia baik lahir maupun bathin, sehat dan aman damai.
Sebagai negara anggota PBB maka Indonesia mengambil sikap dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 yaitu untuk meningkatkan Kesejahteraan Kepada Warga Usia Lanjut.

Adiyuswa Sinode GKJ 

Di lingkungan Gereja-Gereja Kristen Jawa yang tergabung dalam Sinode GKJ Jateng, warga usia lanjut dikenal dengan warga "Adiyuswa". Pada awalnya melalui pertemuan-pertemuan para Adiyuswa, yang dilaksanakan: 

1.   Pertama kali dalam Kebaktian Paskah di Klowok Kabupaten Temanggung, pada Jumat Kliwon, 5 April 1996. 
     Dalam kebaktian tersebut para Kasepuhan (Adiyuswa) merindukan agar pertemuan atau kebaktian seperti ini 
     dapat dilaksanakan di waktu yang akan datang. Dan Puji Tuhan kerinduan itu dapat diwujudkan dalam Festival 
     Paskah selanjutnya.
2. Perayaan Paskah kedua di Ngablak Magelang Jumat Paing, tanggal 28 Maret 1997.
3. Perayaan Paskah ketiga di Magelang pada Sabtu Legi, tanggal 11 April 1998.
4. Perayaan Paskah ke empat bertempat di Salatiga pada Sabtu Pon, tanggal 22 April 2000.
5. Paskah kelima di Surakarta Sabtu Kliwon, tanggal 30 Maret 2002.
6. Paskah keenam di Yogyakarta pada Sabtu Wage, tanggal 22 Mei 2004.
7. Perayaan Paskah ketujuh di Semarang Sabtu Wage, tanggal 27 Mei 2006.
     Pada Perayaan Paskah ketujuh ini atas prakarsa Deputat PWG tersusunlah Manajer Adiyuswa Sinode sekaligus 
     diangkat dan dilantik pada tanggal 31 Oktober 2006, berdasarkan Surat Keputusan Deputat PWG XXIII GKJ 
     Nomor   A.6572. Tanggal pelantikan ini menjadi Tanggal Kelahiran Paguyuban Adiyuswa Sinode GKJ, yang kita 
     peringati  sampai saat ini.
8. Perayaan Paskah ke delapan di selenggarakan di Jakarta Selasa Kliwon, tanggal 27 Mei 2008.
9. Paskah kesembilan diselenggarakan di GOR Satria Jalan Prof. Soeharso Purwokerto, pada Kamis Kliwon tanggal 
     27 Mei 2010.
10.  Perayaan Paskah ke sepuluh di selenggarakan di Lapangan Tembak Bayan Purworejo, pada Jumat Wage, 
     tanggal 25 Mei 2012.
11.  Perayaan Paskah kesebelas di selenggarakan di Wonosari Gunung Kidul pada Sabtu Kliwon 31 Mei 2014, pada perayaan ini ada kesan yang mendalam bagi Para Peserta. 
12. Peringatan Hari Lansia Nasional dan Perayaan Pentakosta Adiyuswa Sinode GKJ diselenggarakan di lapangan  
     Candi Borobudur Magelang, Sabtu Pon, 28 Mei 2016. Dihadiri warga Adiyuswa se sinode GKJ berjumlah sekitar 
    16.000 orang. Yang berkenan hadir adalah Gubernur Jawa Tengah sekaligus memberikan Sambutan, Muspida 
    Jateng Bupati Magelang yang telah memberikan perlindungan keamanan, membantu pelaksanaan berupa 
   dana  fasilitas saran dan nasehat. Para Pemuka Agama, para Pendeta Aktif maupun Emiritus. segenap Panitia 
   dari  Bapelklas Magelang, Bapelsin ke-27 Sinode GKJ, dan Warga Gereja di enam Provinsi yang sudah 
   mendukung  pelaksanaan Ibadah Raya ini. 

Adiyuswa - Semangat !, Adiyuswa - Berguna !, Adiyuswa- Bahagia !, O ... .. Yes !!!

Selamat Berjumpa lagi di Tahun 2018 Tuhan Memberkati!


Penulis : Drs. Yulianto, M.Pd.K Pelayan Tuhan, Dosen STT Diakonos Banyumas

Kata Kunci: hari lansiahari lansia nasionalPentakosta adiyuswa ,adiyuswa Adiyuswa Sinode

Sumber referensi:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Lanjut_Usia_(Indonesia)
2. Bulletin Adiyuswa Sinode
3. Catatan Pribadi



Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :