Artikel Anti Copy Paste

Artikel Anti Copy Paste

Yang dimaksud artikel anti copy paste adalah artikel yang ada di blog atau website tidak dapat di copy paste. Penulis barangkali beranggapan bahwa ada yang melakukan copy paste, sungguhpun hanya sebagai referensi, mendingan bila mencantumkan sumbernya. Sehingga penulis memasang script anti copy paste pada artikelnya. Pasti mereka tidak akan menulis artikel persis sesuai aslinya, karena para penulis tahu tentang etika menulis di blog. Selain itu google juga tidak suka dengan tulisan copy paste. 

Saya sendiri pernah memasang script anti copy paste di blog saya, akan tetapi rasanya kok ribet sekali, bila ada yang menginginkan artikel saya. Dan kebetulan ada yang minta untuk di copy paste dan saya mengizinkan karena hanya untuk di pelajari, bukan untuk di angkat sebagai artikel di blog. Sehingga hanya beberapa hari saya cabut kembali anti copasnya tadi. Dengan berprasangka baik, pasti pembaca mengetahui aturan dalam menulis di blog atau dalam membuat artikel. Bila memang harus mengambil beberapa kalimat atau alinea harus mencantumkan sumbernya. Saya beranggapan mereka pasti mengetahui, bila mau mengcopy silakan saja, toh ada situs yang dapat mengetahui artikel yang copy paste lewat copyscape.com, untuk mengetahui siapa yang mengcopas artikel kita. Ya tiap penulis memiliki prinsip yang berbeda, itu sah-sah saja. Menulis di blog atau di media apa saja pasti membutuhkan referensi, seperti Kamus, dan sumber lain sebagai kutipan atau copy paste. 

Copy Paste dimata Google

Google sudah pasti tidak suka dengan artikel copy paste, karena google suka dengan konten yang unik, asli dan bukan hasil copy paste. Bagi yang sudah terbiasa menulis pasti sudah mengerti aturan itu. Memang menulis bisa dengan tidak mengcopy paste tulisan lain, bila barangkali mirip dengan memberikan review itu sah-sah saja dan bukan sama persis. Tulisan ilmiah baik skripsi maupun tesis, justru menuliskan kutipan dan menyebutkan sumber aslinya sebagai referensi, sehingga pendapat yang diangkat bukan hasil pemikiran sendiri, tapi ada referensi pendapat para ahli untuk menguatkan pendapatnya. Demikian pula dalam menyebut referensi pasal dalam peraturan menteri atau Undang-Undang, pasti kita menyebutkan sesuai dengan bunyi pasal. Bila ini disebut sebagai artikel kembar terserah yang akan menilai, karena tidak mungkin mengubah bunyi pasal, misalnya.

Bila mengomentari pendapat orang lain bisa saja menurut saya, namun dengan bahasa sendiri yang tidak mengubah makna dan jelas tidak akan terdeteksi oleh Copyscape, yang menyebutkan sebagai duplikat konten atau plagiat. Karena pasti kita semua tidak mau bila disebut sebagai plagiat. Bila terpaksa kutipan atau ucapan seseorang atau pendapat ahli harus dikutip utuh, maka harus ada penjelasan yang menyebutkan sumbernya. Seperti memasang video kadang kita kesulitan, namun bisa mengambil video yang sesuai dengan isi artikel dari youtube dengan menyebutkan sumbernya. Membuat artikel yang baik sesuai harapan google memang harus terus banyak belajar. Tulisan ini saya angkat dalam rangka belajar menulis.

Semoga Bermanfaat!

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :