Retreat Dengan Lectio Divina

Retreat Dengan Lectio Divina

Komunitas di lingkungan Kristiani sudah tidak asing lagi dengan istilah retreat. Retreat dimaksudkan untuk melatih spiritual dalam menjaga hubungan dengan Tuhan dalam pergumulan keimanan sekaligus untuk meningkatkan kepekaaan sosial bagi sesama umat dalam rangka pendewasaan iman. Sehingga diharapkan dengan kegiatan retreat umat Kristiani akan disegarkan kembali keimanan mereka. Arah dan tujuan hidupnya menjadi jelas, karena dalam kegiatan retreat mereka diingatkan kembali, disegarkan kembali dengan merefleksi diri.

Dasar Alkitab

Firman Tuhan Yesus dalam Markus 6: 33 Mengatakan: Marilah kita ke tempat sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak. Sebab memang begitu banyak orang yang datang dan pergi menemui mereka, sehingga sering kali, makanpun mereka tidak sempat. Masih banyak ayat lain yang menjelaskan tentang retreat, namun intinya bahwa Tuhan Yesus bersama murid-murid akan menghentikan kesibukan dan mencari tempat sunyi yang jauh dari keramaian misalnya di daerah pegunungan. dengan demikian kegiatan ini dapat diwujudkan untuk merenungkan firman Tuhan, mendalami isi firman Tuhan dan bergaul lebih akrab dengan Tuhan , dalam suasana yang tenang karena tidak terganggu dari aktivitas manusia. Sehingga retreat mestinya dilaksanakan ditempat sepi, yang jauh dari kegiatan keseharian. 

Lectio Divina


Lectio Divina berasal dari kata Yunani "Lectio" yang berarti proses membaca, sedangkan kata "Divina" artinya Ilahi / rohani. Jadi lectio Divina artinya adalah cara untuk mendengarkan suara Tuhan melalui meditasi Firman. Disiplin rohani ini merujuk pada peristiwa Nabi Elia yang tidak merasakan kehadiran Tuhan lewat hal-hal yang spektakuler. Tetapi justru Tuhan berbicara dengan lembut melalui angin sepoi-sepoi basa kepada Elia (I Raja 19:12). Demikian pula melalui Lectio Divina kita akan mendengar suara Tuhan dengan lembut melalui meditasi Firman.

Lectio Divina adalah praktik spiritualitas Kristiani yang diperkenalkan sejak tahun 220 M oleh Origen, seorang tabib Yahudi dan teolog Alexandria. Ia mengajarkan cara membaca Alkitab yang dapat memberikan manfaat secara maksimal yaitu membaca dengan penuh perhatian konsistensi dan doa. Tapi sayang setelah reformasi, gereja banyak membuang kekayaan spiritual.
Zaman post modern hanya teolog yang menggali lagi keindahan spiritualitas tokoh-tokoh iman kuno. Lectio Divina merupakan salah satu pendekatan yang ditemukan kembali. Bukan saja membaca, menghafal, memahami, tetapi juga meminta dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan supaya Firman Tuhan itu hidup dalam kehidupan kita, dan mencoba supaya Firman itu menembus masuk dalam hati yang paling dalam. Dalam menanggapi Firman Tuhan itu dengan melakukan proyek ketaatan yaitu mengaku dosa, bersyukur, bertekad untuk melakukan sesuatu.

Langkah-langkah Lectio Divina

1. Membaca (Lectio): Proses Membaca Firman Tuhan.
    a. Tentukan perikop yang kendak dibaca, misalnya Mazmur 23: 1-6.
        (1) Mazmur Daud: TUHAN adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku; (2) Ia membaringkan aku di padang
        gurun yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; (3) Ia menyegarkan jiwaku, Ia menuntun
        aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya; (4) Sekalipun aku berjalan di lembah kekelaman, dan aku takut
        bahaya. Sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku; (5) Engkau
       menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku
        penuh melimpah; (6) Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku aku 
        akan  diam dalam  rumah TUHAN  sepanjang masa.
    b. Mulailan dengan doa dan membaca bagian Alkitab dengan tempo lambat dan dirasakan maknanya.
    c. Baca beberapa kali bagian Alkitab, jika bisa dilagukan seperti Mazmur, silakan dilagukan sebagai variasi 
         dengan menyanyikannya.

       Lagu Mazmur 23:
       Bait 1:
       Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
       Ia membaringka aku, di padan yang berumput hijau.

       Ia membimbingku ke air yang tenang, ia menyegarkan jiwaku,
       Ia menuntunku ke jalan yang benar, oleh karna nama-Nya.
       Sekalipun aku berjalan, dalam lembah kekelaman.

       Bait 2:
       Aku tidak takut bahaya, sebab Tuhan besertaku.
       Gada-Mu dan tongakt-Mu, itulah yang menghibur aku.

       Ia membimbingku ke air yang tenag, ia menyegarkan jiwaku.
       Ia menuntunku ke jalan yang benar, oleh karna nama-Nya.
       Sebab itu aku akan diam dalam rumah Bapa spanjang masa.

2.   Meditasi (Meditatio): Proses mengunyah isi Firman Tuhan.
     a. Coba untuk memahami perikop lebih mendalam dari Mazmur 23.
     b. Fokuslah pada satu kata / frasa / kalimat dari ayat di perikop tersebut.
     c. Hafalkan serta izinkan ayat tersebut berinteraksi dengan hidup Saudara.
     d. Hubungkan ayat tersebut dengan konteks hidup Anda, bila berkelompok ucapkan di depan kelompok.
     Mengapa? ceritakan kisah nyata Anda?

3. Doa (Oratio): Proses menanggapi Firman Tuhan melalui dialog pribadi dengan Tuhan.
    a. Pakailah ayat tersebut hafalkan dan berdoa serta berdialog dengan Tuhan.
    b. Tentukan isi hati Anda dihadapan Tuhan: ucapan syukur, kesedihan, sukacita, kagum, sakit hati, marah dan
         yang lainnya.
     c. Ingat bahwa dialog merupakan komunikasi dua arah, sehingga Anda harus berdiam diri, dan bersabar
         menanti Tuhan berbicara melalui perenungan Anda.

4. Kontemplasi (Contemplatio): Proses meresapi kasih dan kebaikan Tuhan yang memberi kedamaian melalui 
    akal budi kita.
    a. Berdiam diri, menanti Tuhan berbicara dan memberikan tekad dalam hati Saudara, jangan keraskan hati
        Saudara ketika Tuhan memberikan sebuah tugas pelayanan.
    b. Bila ada yang ingin Anda sampaikan kepada Tuhan, nyatakanlah dihadapan-Nya. Bila tidak berdiam diri dan 
        carilah kehendak-Nya yang Tuhan kehendaki, silakan Anda lakukan melalui ayat tersebut.
    c. Tulis tekad dan komitmen Anda di buku harian, jurnal saat teduh Anda, selanjutnya lakukan dengan setia.
    d. Jika dilakukan secara kelompok akhiri dengan saling mendoakan permasalahan yang dihadapi sesuai dengan
        masalah masing-masing.


Istirahat foto bareng 

Tuhan Memberkati!

Kata kunci:  RetreatLectio Divina

Sumber: Materi Retreat STT Diakonos Banyumas di Wisma Omi Kaliori, 22-23 Juni 2016 dipublikasikan oleh Drs. Yulianto, M.Pd.K Pelayan Tuhan, Dosen STT Diakonos.

Agar bisa mempersembahkan untuk Tuhan, maka harus memiliki uang, berikut cara mendapatkan dollar, silakan mendaftar gratis, klik baner ini!


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :