Mendidik Generasi Muda Untuk Indonesia Hebat

Mendidik Generasi Muda Untuk Indonesia Hebat

Indonesia hebat merupakan cita-cita dan harapan pendiri bangsa ini. Bangsa yang besar harus dimulai dari cara mendidik generasi muda kita saat ini. Karena generasi yang akan datang akan dapat terwujud dari bagaimana mendidik mereka saat ini. Sebab itu mendidik anak bangsa tidak bisa terlena, agar Indonesia hebat dapat diwujudkan. Tantangan ke depan akan semakin berat, karena itu generasi muda harus disiapkan menjadi generasi yang tangguh yang siap menghadapi tantangan masa depan yang makin beragam.

Pendidikan untuk masa depan berkewajiban agar mendidik anak bangsa menjadi generasi muda yang hebat, karena melalui tangan para pendidik saat ini masa depan akan dapat diwujudkan. Pendidik bukan hanya Guru di sekolah, tapi juga keluarga sebagai tempat pendidikan yang pertama dan utama. Lingkungan juga berperan penting dalam mendewasakan pertumbuhan anak dengan baik. Dalam kasus yang dilakukan oleh anak-anak di Surabaya, pemerkosaan oleh anak anak memalukan dan memilukan , terjadi karena sejak anak-anak mereka sudah disuguhi dengan kebiasaan melihat perilaku lingkungan yang kurang mendidik, setiap hari diperlihatkan dengan pernyataan tentang perilaku sex yang terlihat jelas, karena pengaruh Gang Dolly. Jadi tidak salah bila Gang Dolly di bubarkan oleh Walikota Surabaya.

Peran Orang Tua

Anak-anak ini ada karena adanya orang tua yang membuat anak-anak lahir, sebab itu orang tua melalui keluarga memiliki tanggung jawab untuk mendidik sehingga dapat bertumbuh menjadi dewasa yang penuh tanggung jawab. Orang tua wajib membiasakan perilaku disiplin, dari rumah masing-masing, karena   perilaku budaya disiplin dimulai dari keluarga  .
Salah satu cara agar menjadi generasi muda hebat, orang tua harus mendidik perilaku disiplin dari lingkungan keluarga, sehingga pada saatnya nanti generasi muda kita sudah terbiasa dengan perilaku disiplin dimanapun mereka berada. Keluarga yang normal harus menyadari bahwa anak adalah harta yang sangat berharga bagi setiap keluarga. Orang tua pasti menginginkan dan bercita-cita anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik. Yang menjadi permasalahan saat ini adalah apakah orang tua, pendidik dan lingkungan, sudah benar dalam mendidik para putra-putrinya sebagai generasi muda untuk masa depan?



Setiap orang tua selalu berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya secara optimal, baik kebutuhan sandang pangan pendidikan dan fasilitas lainnya. Namun tidak setiap orangtua menyadari bahwa mencukupi semua kebutuhan anak tidak selalu membuahkan hasil yang baik. Banyak orangtua yang tidak menyadari hal itu, kesibukan kedua orang tua mencari nafkah, sehingga tak sempat mendidik putra-putrinya dengan baik yang terkadang hanya dipercayakan kepada pembantu rumah tangga termasuk mengantar anak masuk sekolah juga oleh pembantu. Kita tidak merendahkan keberadaan pembantu rumah tangga, karena kehadiran mereka sangat dibutuhkan, akan tetapi bukan berarti pendidikan anak juga diserahkan kepada pembantunya. Dan anak lebih percaya kepada asisten dibanding kepada orang tuanya.

Berharap Anak Menjadi Sukses

Setiap orang tua pasti menginginkan putra-putrinya sukses, sukses ini dimaksudkan putranya sehat, normal, berprestasi dalam pendidikan. Kesuksesan anak akan membawa nama baik keluarga serta orang tuanya. Sehingga banyak keluarga yang ekonomi mampu membawa putra-putrinya mengikuti les tambahan agar menjadi yang terbaik baik akademik maupun non-akademik, setiap anak yang dipersiapkan untuk masa depan yang hebat perlu juga dibekali dengan keterampilan serta kreativitas. Sehingga anak-anak kita bukan hanya menjadi pemikir tapi juga menjadi pelaku, yang mampu menciptakan sesuatu yang baru melalui kreativitas. Orang tua mempunyai banyak harapan bagi anak-anaknya, itu sah-sah saja, namun juga perlu diingat bahwa anak adalah anak, bukan manusia kecil karena itu dalam usia anak-anak mereka memiliki keterbatasan yang tidak bisa disamakan dengan kemampuan orang tua. Mereka juga membutuhkan istirahat dan rekreasi, bukan hanya mengejar les tambahan yang melelahkan yang akhirnya dapat membosankan.

Kesuksesan seseorang  bukan hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasannya, tetapi dilihat juga  dilihat dari ketakwaannya, kepribadian yang matang, penguasaan ilmu dan kesempatan berprestasi, kepemilikan wawasan global, serta rasa kebangsaan. Demikian juga pentingnya pendidikan akhlak dan karakter, dan pendidikan akhlak serta karakter berpusat pada keluarga dan orang tua untuk memberikan teladan yang baik kepada anak-anak mereka, demikian pesan Prof. Arief Rachman dalam bukunya. Karena itu mengejar prestasi untuk anak-anak juga penting namun terlebih penting juga mendidik karakter mereka melalui keluarga dengan membiasakan berperilaku yang baik, karena keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama.

Boleh orang tua memiliki harapan agar putra-putrinya sukses dan berprestasi, namun tetap harus disadari bahwa mereka memiliki keterbatasan. Kemampuan ekonomi orang tua bukan sebagai alasan untuk mengubah harapan menjadi ambisi yang dipaksakan pada anak-anak. Karena setiap anak memiliki potensi dan talenta yang tidak sama. Apalagi dengan membandingkan dengan kinerja temannya yang hebat itu mestinya tidak disampaikan pada anak, sebab anak akan merasa canggung dan bisa juga memberontak.

Semoga Bermanfaat!


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :