Pendidikan Sepanjang Hayat

Pendidikan Sepanjang Hayat


Karena tuntutan Undang-Undang maka Pengajar di Perguruan Tinggi harus memenuhi kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan yaitu lulus Magister. Sehingga setiap Pengajar yang belum memenuhi persyaratan harus melanjutkan studi Magister untuk memenuhi kualifikasi tersebut agar tetap dapat mengajar di Perguruan Tinggi termasuk Penulis. Bersyukur mendapat bantuan pendidikan untuk menyelesaikan studi di Strata 2. Terima kasih karena berkat Tuhan dari Yayasan melalui Sekolah Tinggi tempat saya mengajar.

Kesempatan mengikuti pendidikan di Program Magister bagi saya merupakan anugerah yang tak terbayangkan sebelumnya, karena saya sedang menanti Surat Keputusan Pensiun Pegawai Negeri Sipil sebagai Pengawas Sekolah Madya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Pensiun yang saya terima sebagai akibat Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2014 tentang Batas Usia Pensiun Jabatan Pengawas Sekolah yaitu 60 tahun. Ternyata sambil menanti SK Pensiun saya mendapat kesempatan di wisuda karena lulus S2. Dua hari setelah wisuda Magister, SK Pensiun ternyata keluar sungguhpun baru foto copian, karena yang asli akan diserahkan oleh Kantor Badan Kepegawaian Daerah dalam acara resmi. Dalam pikiran saya bahwa pendidikan itu berlangsung selama hidup dan tidak mengenal usia, kapanpun bisa sekolah walaupun sudah atau menjelang pensiun. Banyak cerita yang kita dapatkan, bahwa usia lanjut ternyata ada yang masih bersemangat untuk menyelesaikan studinya, bukan S1 atau S2 akan tetapi mengikuti Kejar Paket B yaitu Kelompok Belajar setara SMP, ini yang luar biasa.

Bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan yang berhubungan dengan manusia, memiliki banyak pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang melelahkan. Sementara ini ada yang memiliki pengalaman yang bisa menjadi pelajaran atau referensi bagi orang lain, namun pengalaman itu tidak pernah di tulis sehingga orang lain tidak pernah mengerti tentang apa saja yang pernah di alami seseorang, padahal pengalaman itu mestinya sangat berharga bagi orang lain. Menurut pendapat saya sebaiknya pengalaman hidup harus di tulis sehingga dapat menjadi pelajaran atau inspirasi bagi orang lain. Sebagai pendidik memang seharusnya mampu menuliskan pengalaman sehingga dapat di ketahui oleh orang lain. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik, demikian pepatah mengatakan.

Melanjutkan studi pada saat menjelang pensiun itu merupakan kebanggaan tapi juga beban. Sengaja saya sampaikan melalui media online ini barangkali bermanfaat, atau dapat memberi inspirasi bagi sobat. Seperti pernah ditulis tentang misi saya adalah "Melayani dengan penuh kasih dan bermanfaat bagi orang lain". Tulisan ini dapat memberikan hikmah bagi Pembaca, tidak bermaksud untuk membeberkan masalah pribadi, menggurui atau pamer karena dapat melanjutkan sekolah. Maksud tulisan ini bukan itu, tetapi dimaksudkan dapat memberi referensi bagi teman dan sobat bahwa sekolah itu bukan semata-mata untuk mendapatkan gelar yang panjang, agar dapat pujian atau agar mendapatkan jabatan. Menempuh pendidikan bukan hanya milik yang muda, yang tua-pun bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Lebih dari itu pendidikan yang didapatkan dapat memberikan manfaat bagi sesama. Orang sukses adalah orang yang mampu menyukseskan orang lain. Mengikuti kuliah menjelang pensiun disebut sebagai beban karena ada rasa cemas bila tidak dapat mengikuti dengan baik, dan bila selesai tertunda membuat tidak nyaman, tapi juga sebaliknya akan membuat semangat yang menyala, karena dalam ruang kuliah usianya paling banyak, yang dianggap paling banyak pengalaman. 

Semoga Menjadikan Inspirasi! 

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :