Waspadai Gejala Stroke

Waspadai Gejala Stroke

Stroke sering kita dengar dalam kehidupan keseharian. Stroke merupakan penyebab kematian utama di Indonesia pada tahun 2015. Tahun 1990 stroke menjadi penyebab kematian nomor urut keempat di Indonesaia dan sejak tahun 2000 stroke menjadi penyebab kematian nomor satu sampai sekarang. Mengapa bisa demikian, apa yang salah sehingga stroke menjadi penyebab kematian nomor satu? Pada dasarnya stroke adalah terhentinya aliran darah secara mendadak dalam jaringan otak, sehingga terjadi kerusakan bahkan kematian sejumlah sel syaraf otak yang berakibat jaringan otak tidak berfungsi. Menurut pemahaman umum bahwa stroke hanya terjadi pada usia tua, namun kenyatannya sekarang bisa terjadi pada usia produktif.

Penyebab Stroke

Sebagian besar stroke disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke otak yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah yang sudah menyempit. Karena penyempitan atau bahkan penyumbatan pembuluh darah ke otak, salah satu penyebabnya adalah karena hipertensi atau tekanan darah tinggi, bisa juga karena kelebihan lemak terutama lemak jahat atau kolesterol, kebiasaan merokok, diabetes mellitus, kurang olahraga. Penyebab terjadinya stroke non perdarahan karena penebalan dinding pembuluh darah, yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah otak, dalam istilah kesehatan disebut atherosklerosis. Penyebab penebalan yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah dapat dicegah sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya stroke. Penyebab penebalan dinding pembuluh darah dikarenakan kelebihan lemak jahat, tekanan darah tinggi dan penyakit gula darah atau diabetes mellitus, bisa juga karena kebiasaan merokok dan kurang olahraga.

Gaya Hidup

Gaya hidup masa kini telah berubah dibanding masa lalu, saat ini orang cenderung suka makanan cepat saji, kerja keras namun tidak berkeringat karena dalam ruang pendingin udara. Sungguhpun beban pikiran sangat berat, bayangkan saja pekerjaan yang baru dikerjakan belum selesai sudah ada perintah untuk mengerjakan yang lain, dan perintah itu tidak menggunakan surat kadang hanya dengan berita lewat media sosial seperti telepon, face book, sms, twitter dan lainnya. Sehingga kantor jaman sekarang cenderung mengalami gangguan stress yang tinggi. Pulang kerja sudah sore dengan program 5 hari kerja, membuat banyak pegawai mengalami tekanan, sungguhpun tidak terlihat, namun bisa dirasakan. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah, belum lagi makan yang tidak teratur karena harus mengerjakan tugas rutin, sehingga waktu makan sering terganggu, belum lagi pemerintah tidak menyelenggarakan anggaran makan siang. Sehingga ada kecenderungan untuk makan di rumah makan di kafe di warung dengan gaya makan cepat saji karena waktu yang sangat terbatas dan terburu-buru.

Gaya hidup seperti ini manjadikan gangguan kesehatan tidak terelakkan karena kurang olahraga, kurang gerak, kurang makan sayur dan buah. Berangkat dan pulang kerja naik kendaraan pribadi seperti motor atau mobil sungguhpun satu mobil hanya satu orang. 
Gaya hidup seperti ini membuat tekanan darah naik secara dadakan yang tidak disadari akibat stress. Kondisi ini bisa membuat pecahnya pembuluh darah di otak yang mengakibatkan stroke.

Pencegahannya

Setelah tahu tentang penyebabnya, maka diusahakan untuk menjaganya, misalnya penyandang diabetes millitus berusaha agar mengurangi kadar gula, dan yang biasa merokok agar diusahakan mengurangi rokok yang akhirnya berhenti merokok, demikian pula yang kadar lemaknya tinggi agar berusaha mengurangi makanan berlemak, seperti gorengan dan yang lain . Dokter Subroto Prawiroharsoyo, Sp.PD, M.Kes. pengasuh kesehatan di Tabloid Adiyuswa Sinode GKJ Jateng mengatakan pengalamannya sebagai dokter bahwa penyebab terjadinya penebalan dinding pembuluh darah pada umumnya penderita tidak mengalami keluhan, sehingga bagi orang dengan tekanan darah tinggi tidak mengeluh sakit, sama dengan yang gula darahnya tinggi juga tidak merasakan dan tidak mengeluh. Dengan pengalaman seperti ini maka kita mestinya sering memeriksakan diri ke dokter, meskipun tidak ada keluhan. Kedokter sebagai cek kesehatan dan diharapkan dilakukan secara berkala, biasanya datang ke dokter bila sudah merasakan sakit.

Negara Jepang pernah mengalami dalam periode tertentu tingkat kejadian stroke meningkat secara signifikan, yang menjadi penyebab kematian utama di Jepang. Namun pemerintah Jepang menyadari dengan mengadakan gerakan untuk menurunkan angka hipertensi, diabetes dan gangguan lemak melalui program masal. Terbukti dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun kemudian angka stroke dapat diturunkan, dan terbukti Jepang sampai saat ini memegang rekor, dengan angka harapan hidup diatas 80 tahun.

Menurut informasi saat ini setiap tahun terdapat 15 juta penderita stroke dan hampir 6 juta meninggal dunia dan 5 juta mengalami cacat selama hidup. diperkirakan di seluruh dunia setiap 6 detik terjadi kasus stroke. Penderita stroke ada kemungkinan terulang stroke lagi, karena itu agar menjaga diri agar stroke tidak terulang kembali.

Semoga Bermanfaat!

Bacaan: Serba-Serbi Kesehatan Pada Usia Lanjut Oleh DR.Subroto P., Sp.PD., M.Kes.

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :