Pekan Pendidikan Kristen 2016 Telah Berakhir

Pekan Pendidikan Kristen 2016 Telah Berakhir

Pekan Pendidikan Kristen 2016 telah berakhir, bukan berarti karya pelayanan sudah selesai. Masih banyak Pekerjaan Rumah yang harus kita selesaikan, dan banyak hal yang bisa kita petik dari penyelenggaraan Pekan Pendidikan Kristen ini. Dalam penyelenggaraan telah dilaksanakan beberapa kegiatan di lingkungan Sekolah dan Gereja se-Sinode GKJ – GKI Jawa Tengah, materi dan jadwal dari Lembaga Perencanaan dan Pembinaan Pendidikan Sinode (LP3S) yang berkantor di Jalan Soekarno-Hatta Salatiga dulu SPG Kristen Widyatama Salatiga. 

Pekan Pendidikan Kristen ( Pepenkris) pada dasarnya adalah tradisi yang telah disepakati oleh para perintis karya kesaksian dan pelayanan pendidikan Kristen yang menyebar di lingkungan Gereja Kristen Jawa dan Gereja Kristen Indonesia  se Sinode Wilayah Jawa Tengah. Secara historis Pepenkris berpijak dari terbentuknya Persatoean Perkoempoelan – perkoempoelan Sekolah Kristen ( PPSK)  pada tanggal 12 Juli 1950 yang saat itu para pengurus Sekolah Kristen se Sinode GKJ dan GKI se Sinode Wilayah Jawa Tengah datang dari berbagai daerah berkumpul dan bersidang di Balai Pertemuan Jalan Tuntang 36 Salatiga.

Dalam perjalanan waktu pada sidangnya tanggal 1 September 1956 kata “Persatoean” di ganti dengan “Perserikatan “ dan pada sidang tersebut diputuskan dan dipilih pengurus harian yang terdiri dari Ketua, Penulis dan dilengkapi Seksi-seksi. Terbentuknya PPSK merupakan tonggak sejarah perjalanan karya pendidikan di lingkungan sinode GKJ dan GKI Wilayah Jawa Tengah. untuk mengenang maka diciptakan tradisi Pepenkris yang dilaksanakan oleh gereja-gereja dan Sekolah-sekolah Kristen di lingkungan Sinode GKJ dan Sinode GKI wilayah Jawa Tengah.

Pada mulanya Pepenkris dilaksanakan sekitar tanggal  12 Juli sesuai dengan tanggal lahirnya, namun banyak sekolah yang mengusulkan agar kegiatan Pepenkris dilaksanakan bulan Agustus bersamaan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia, agar tidak mengganggu kalender akademik, namun juga tidak boleh bergeser dari kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan pekan pendidikan Kristen. Mulai tahun 2003 Pekan Pendidikan Kristen ditetapkan sebagai kegiatan resmi dalam kalender Gerejawi. Hal ini berdasarkan pertimbangan mengenai makin pentingnya kebersamaan seluruh warga gereja dalam mengembangkan pendidikan Kristen.

Pada hakekatnya pekan pendidikan Kristen merupakan momen khusus yang sengaja diciptakan bagi kita warga gereja untuk mawas diri mengenai karya kesaksian dan pelayanan di bidang pendidikan. Tema Pekan Pendidikan Kristen Tahun 2016 adalah “Mensyukuri Keragaman dan Menghargai Perbedaan”, melalui tema ini kita diingatkan bahwa setiap keluarga Kristen memiliki kewajiban untuk mendukung keberadaan sekolah-sekolah Kristen, baik berupa dana, daya dan doa. Sehingga keberadaan sekolah Kristen tetap ada dan menjadi berkat bagi kita semua. 
Kita harus senantiasa dapat menghidupi, menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan semangat mensyukuri keragaman dan mampu menghargai perbedaan, sehingga peserta didik atau anak-anak kita generasi muda gereja dan kita semua dapat membiasakan diri bersikap dan berpandangan positif terhadap keberagaman dalam masyarakat. Kita harus mampu hidup bersama dengan berbagai perbedaan, karena sering keberagaman terusik dengan munculnya kelompok tertentu dalam masyarakat.

Pendidikan merupakan proses membimbing anak agar tumbuh menjadi dewasa yang penuh tanggungjawab. Anak yang tumbuh dewasa mesti dapat membedakan yang baik dan yang tidak baik, mereka dapat memilah dan memilih mana yang baik bagi dirinya maupun yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat dan agama. Sebagai warga jemaat mesti memiliki banyak harapan kepada putra-putrinya, agar memiliki masa depan yang baik. Pekan Pendidikan Kristen bukan hanya milik Gereja yang memiliki sekolah-sekolah Kristen, tetapi milik kita bersama baik yang memiliki Sekolah Kristen maupun yang tidak memiliki Sekolah Kristen. 

Sebagai Badan Pengurus Sekolah Kristen kita bersyukur sebab yang dimaksudkan para perintis karya pelayanan dan kesaksian sudah terjawab, sungguhpun ada kekurangan di sana-sini itu wajar-wajar saja. Akan tetapi kita terus berjuang menuju kesempurnaan sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan. Perjuangan itu antara lain, perlunya kesadaran bahwa kita memiliki tanggungjawab tentang keberlanjutan Sekolah Kristen dengan mengirim putra-putrinya untuk mengisi bangku kosong di sekolah-sekolah Kristen. Sungguhpun banyak Sekolah Kristen yang siswanya melimpah hingga 300 lebih, namun tidak menutup kemungkinan ada yang siswanya sedikit. Kami sangat bersyukur warga gereja memiliki kepedulian untuk mengirim putra-putrinya untuk dididik di sekolah Kristen, yang mestinya diawali oleh para pemimpin umat, penatua dan yang lain paling tidak untuk mengisi bangku kosong di Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Dasar yaitu SD dan SMP, sungguhpun ada juga yang tidak pernah mengerti kekurangan yang dialami Sekolah - Sekolah Kristen. Sebagai Badan Pengurus kadang merasa bekerja sendirian dalam karya pelayanan, sepertinya tidak ada yang menemani, kecuali Tuhan yang selalu mendampingi. Banyak yang mampu dan memiliki potensi untuk ikut ambil bagian, namun katanya tidak memiliki waktu yang cukup. Terima kasih karena dukungan doa selalu disampaikan, dan dukungan dana dari Gereja-Gereja yang memiliki berkat lebih. Kita bersyukur dengan perjuangan Para Guru dan Tenaga Pendidik, sungguhpun dengan gaji yang biasa-biasa saja mereka bisa melayani dengan baik.

Baca juga : Jangan Mengandalkan pada Kekayaan

Terima kasih melalui Pekan Pendidikan Kristen kita diingatkan bahwa Gereja memiliki tanggungjawab yang besar tentang keberlangsungan sekolah-sekolah Kristen, bentuk tanggungjawab dapat berupa dukungan doa dan persembahan sebagai bentuk bantuan dana pelayanan untuk para Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang ada di sekolah. Tidak semua sekolah mampu menghidupi diri sendiri, namun bersyukur karena berkat Tuhan dan karena kebersamaan kita menjadikan kita masih ada hingga saat ini.

Semoga Bermanfaat Tuhan Memberkati !

Penulis : Drs. Yulianto. M.Pd.K Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen tinggal di Jawa Tengah.
                 Staf Pengajar di Sekolah Tinggi Teologi Diakonos Banyumas
Bacaan : Pedoman Pepenkris 2016 dan Pengalaman Pribadi.


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :