Surat Terbuka Ir BASUKI TJAHAJA PURNAMA

                           


Surat terbuka ini saya tulis seperti aslinya, sengaja saya share ke pembaca agar diketahui banyak orang, karena menurut saya surat ini sangat baik untuk kita renungkan.  Dan di bagian belakang ada Renungan yang ditulis oleh beliau, sebagai warga biasa saya tertarik untuk menyampaikan ke pembaca, dan saya tidak ada hubungan saudara dengan beliau dan saya bukan warga Jakarta, sehingga tidak berkaitan dengan Pilkada. Sungguhpun Pilkada sudah selesai dan dipastikan Beliau tidak terpilih lagi, namun banyak hal yang telah ditorehkan bagi pemerintahan DKI. Ada yang berpendapat DKI hanya membutuhkan Pak Ahok, terserah apa yang disampaikan namun yang pasti beliau sudah tidak terpilih lagi.
Secara umum memang mengikut Kristus bukan perkara mudah di negeri tempat saya dilahirkan, karena sering disebut sebagai orang kafir, menurut pengertiaan Kamus orang kafir adalah orang yang tidak mengenal Allah. Disebut apalah tidak masalah karena mereka tidak pernah mengerti apa yang mereka perbuat.  Saya justru khawatir akan ada bencana apa lagi di Indonesia ini.
Menjadi pengikut Kristus adalah perkara iman sehingga tidak perlu diperdebatkan, karena Pengikut Kristus tetap percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat. 
SURAT TERBUKA 
Lima tahun menjadi orang keturunan dan menjadi Kristen di negeri yang besar ini, bukanlah perkara mudah. Apalagi menjadi seorang Gubernur dengan status minoritas dari lahir.
Selama 5 tahun menjadi pelayan publik, diri ini tidak pernah menikmati gelimangan harta  layaknya pejabat-pejabat yang sudah-sudah. Jangankan harta, sedikit rasa hormat pun saya tidak dapat, malah caci maki, sumpah serapah, bahkan ancaman pembunuhan yang saya dapat.
Apa yang sudah saya lakukan ? Apakah saya menindas mereka ? Apakah saya membunuh mereka ?
Saya hanya menjalankan amanah yang diberikan kepada saya dan memastikan semua orang mendapatkan porsi yang adil untuk hidup di kota ini. Selama lima tahun ini juga ada hal-hal yang aneh, ketika saya menegur para pencuri, saya dituduh kasar.
Ketika saya menindak para mafia, saya dituduh kong - kalikong dengan pengusaha. Aneh…!
Saya juga manusia biasa layaknya Anda, mempunyai kekurangan. Jika nanti saya tidak terpilih lagi, ya sudahlah, toh itu juga hak mereka untuk mendapatkan orang yang lebih baik dari saya, yang terpenting, saya sudah menjalankan tanggung jawab saya sebagai warga negara.
Jikalau hakim nanti memutuskan saya bersalah dan dipenjara, ya saya harus menjalani hukuman saya. Jika semua sudah selesai, mungkin saya akan meninggalkan negeri ini mencari penghidupan yang baru di luar, mungkin orang luar lebih menghargai kerja dan usaha saya, walaupun sedikit, tetapi tak apalah, yang terpenting mereka menghargai kerja saya.
Setidaknya selama lima tahun ini, saya rasa cukup untuk menjadi bekal saya untuk memimpin organisasi ataupun perusahaan yang ada di luar negeri.
Jujur saja saya lelah. Saya juga sama seperti Anda semua, menginginkan kehidupan yang lebih baik dan lebih bahagia.
Tetapi satu yang Anda perlu tahu, kebahagiaan terbesar yang saya inginkan adalah membantu Anda mendapatkan hak yang sudah sepantasnya menjadi milik Anda sebagai sesama warga negara dari negara tercinta ini.
Di akhir kata, jika saya pada nantinya tidak terpilih, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja samanya untuk Anda semua, yang telah membantu saya dalam menjalankan tugas saya sebagai pelayan publik selama 5 tahun ini.
Jika nanti saya terpilih lagi, saya berusaha lebih baik dari sebelumnya   dalam melayani  Anda. 
 Terima kasih.
 Ir. BASUKI  CAHAYA PURNAMA
Dalam tulisan yang lain berupa Renungan Pak Basuki Tjahaja Purnama mengeluarkan isi hatinya, barangkali sama seperti kita sekalian.  Sudah berbuat yang terbaik dan ternyata salah juga dan yang salah bahkan banyak yang dibiarkan. Bersyukurlah menjadi pengikut Kristus, karena ajaran kasih kepada sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Ada yang mengaku sebagai warga negara yang cinta tanah air tetapi tidak suka pada kelompok lain. Semua mengetahui bahwa negeri ini dibangun oleh berbagai golongan, bukan hanya satu agama, satu suku atau satu aliran, namun oleh berbagai suku, ras, aliran dan agama. Karena itu sepenuhnya isi Renungan Pak Basuki dapat Anda baca sendiri, yang tidak suka tutup saja dari pada menghabiskan waktu.
Renungan 
Pak Basuki Tjahaja Purnama
“ Indonesia Sedang Mementaskan Kebenaran  “
Melihat kebencian mereka yang sedang unjuk rasa.
Justru saya sangat mengucap syukur.
Saya semakin yakin dengan kepercayaan saya.
Saya semakin mengasihi & mencintai Tuhan…
Bahwa keyakinan saya bukan dari dunia, bukan ciptaan manusia tetapi benar-benar keyakinan yang dari Tuhan pencipta menusia langit & bumi.
•    Ketika kitab suci kami dihina.. kami tidak pernah sakit hati. Karena Firman yang   ada  didalamnya berkata “kasihilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”
•    Ketika rumah rumah ibadah kami dihancurkan..kami tidak membalas & menuntut.
Karena kami tahu persis rumah ibadah tempat Roh Tuhan yang sesungguhnya adalah hati kami.
•    Ketika kitab & Tuhan kami dinista, dihujat..
Kami tidak pernah sakit hati
Kami tidak pernah unjuk rasa/ demo, karena kami yakin 100 % Tuhan yang kami sembah adalah Tuhan yang Maha Kuasa yang sanggup membela umat-Nya dengan caranya sendiri.
•    Apapu kejahatan yang mereka lakukan untuk kami.. kami akan selalu taat untuk belajar mengasihinya karena Tuhan kami adalah Tuhan yang hidup yang mengajar kami “ kasihilah mereka yang memusuhimu “
Demo / unjuk rasa yang terjadi saat ini bukti bahwa mereka :
-    Sedang mengungkapkan kebencia mereka.
-    Sedang meragukan allah yang mereka sembah karena mereka menuntut dengan cara manusia dan tidak berserah pada Tuhan yang maha kuasa.
-    Sedang tidak percaya dengan kuasa allah mereka, mereka bertindak dengan caranya sendiri,
-    Sedang tidak percaya dengan kuasa pemerintah yang merupakan wakil Tuhan di dunia.
-    Sedang berambisi memutuskan penghakiman bagi orang yang belum tentu bersalah.
Hai dunia lihatlah buah-buah perbuatan apa yang mereka hasilkan.
Ucap syukur yang luar biasa untuk Tuhan yang kami sembah, karena Firman-Nya menuntun hidup kami ke dalam terang.
Penghakiman, kebencian, pembunuhan ( sekalipun hanya dalam bentuk ucapan )” sangat dilarang untuk kami lakukan.
Tetapi perintah-Nya.. agar kami memberkati & mengasihi dalam segala keadaan.
Puji syukur karena rumah ibadah buat kami adalah tempat untuk menebar Kasih dan bukan mengobarkan dendam kebencian’’
Terima kasih Tuhan.
Untuk apa yang terjadi di negeriku saat ini.. karena semakin kami kagum & mengasihi-Mu dan semakin beriman keyakinanku adalah kebenaran yang sejati. 

*PRAISE THE LORD*
BASUKI TJAHAJA PURNAMA.
Sumber WA boleh dishare


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :