Ibukota Negara akan Dipindah Ke Palangkaraya

  Ibukota  Negara akan Dipindah Ke Palangkaraya

Aku terkejut sekaligus tercengang mendengar berita ini yang ramai melalui televisi, dengan banyak komentar pada berita 6 Juli 2017. Sejak Indonesia merdeka ibukota negara sudah di Jakarta, pernah dipindahkan ke Yogyakarta pada awal kemerdekaan. Lalu ada khabar akan dipindahkan ke Kalimantan Tengah di Palangkaraya, bahkan rencananya pada tahun 2018. Itu berita yang muncul juga di koran bahkan dulu pada zaman Presiden Soekarno juga pernah ada wacana untuk memindahkan ibukota negara. Dan sekarang di era Presiden Joko Widodo muncul lagi, bahkan Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro mengatakan bahwa kajian ini sudah dibicarakan bersama Presiden. Diberitakan bahwa Kalimantan merupakan Pulau yang cocok sebagai Ibukota Negara dan mudah-mudahan dapat terealisasi pada tahun 2018.

Mengapa Pindah ke Palangkaraya ?

Setiap kali muncul wacana pemindahan ibukota negara, muncul nama Palangkaraya sebagai pilihan, Presiden Soekarno juga telah menyampaikan ide tentang pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Palangkaraya pada periode tahun 1957-1958. Alasannya karena Palangkaraya terletak di tengah Indonesia.  Palangkaraya menjadi pilihan juga karena wilayahnya luas sekitar 2.679 kilometer persegi, empat kali luasnya dibanding Jakarta yang hanya 740,3 kilometer persegi dan yang dimanfaatkan untuk bangunan pemukiman di Palangkaraya baru sekitar 50 km persegi. Jadi potensi lahan masih sangat luas untuk pembangunan kawasan perkantoran, selain itu juga Palangkaraya di luar jalur gempa sehingga relatif aman dari bencana, juga tidak ada gugusan gunung api yang aktif yang membahayakan kehidupan masyarakat. Kemungkinan terkena tsunami sangat kecil karena letaknya jauh dari samudera Pasifik maupun Samudera Hindia. Harga tanah juga memang masih murah dibanding di Jakarta. Sehingga memenuhi syarat untuk menjadi Ibukota.

Menurut Pengamat Tatakota dari Universitas Trisakti, Bapak Nirwono Joga yang diunggah oleh harianindo.com mengatakan bahwa syarat utama sebuah Ibukota antara lain tidak berdampak gempa bumi, tidak terkena tsunami, tidak banjir, kebakaran asap.  Padahal menurutnya Palangkaraya juga sering banjir sama dengan Jakarta, dan sering ada gangguan asap karena pembakaran hutan.

Jakarta dianggap kelebihan muatan dengan padatnya jumlah penduduk akibat migrasi terutama setelah lebaran yang sampai saat ini belum ditemukan solusinya, karena Jakarta bak seperti magnet untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Selain itu juga Jakarta sering terjadi kemacetan yang luar biasa, yang dapat mengganggu aktifitas pemerintahan. Terjadinya pemanasan global akibat perubahan iklim Ibukota juga dapat tenggelam, jika tidak pindah. Karena sebagai akibat perubahan iklim yang mengakibatkan permukaan air laut naik, daerah pesisir dapat tenggelam termasuk Jakarta. Sehingga untuk mengantisipasi hal itu pentingnya dibukota dipindah, karena kenyataannya Jakarta saat ini juga selalu banjir. Menurut Armi, dari ITB mengatakan bahwa kajian menunjukkan ada 115 pulau yang akan tenggelam di tahun 2100. Permukaan air laut diperkirakan naik 0,4 meter pada tahun 2010 dan pada tahun 2100 diperkirakan permukaan laut akan naik 1,1 meter.  Kejadian itu memang masih jauh sehingga tidak perlu dipermasalahkan, tetapi perlu diantisipasi. Memang dampak bencana alam Kalimantan lebih rendah dibanding di Pulau Jawa, namun diharapkan bila ibukota ada di Kalimantan untuk tidak membuka hutan seluruhnya karena akan mengganggu ekosistem.

Hutan sebagai Paru-Paru Dunia

Ada yang berpendapat bahwa Kalimantan sebagai wilayah yang memiliki hutan tropis terluas ketiga di dunia.  Sehingga Kalimantan mampu menjadi paru-paru dunia yang mampu memasok udara segar. Bila menjadi ibukota maka pasti banyak eksodus ke Kalimantan untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan dikhawatirkan akan mengurangi lahan hutan untuk tempat tinggal. Karena mereka membutuhkan tempat tinggal sebagai wilayah pemukiman penduduk,  perkantoran pemerintah maupun swasta serta  pusat perbelanjaan. Selain itu Kalimantan juga sebagai lokasi pertambangan batubara yang pasti dapat merambah masuk ke daerah hutan.

Akan tetapi pemerintah pasti sudah mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi, karena itu pemindahan ibukota negara mesti sudah dikaji secara mendalam, dan kekhawatiran itu pasti ada terutama dikalangan akademis dan pecinta lingkungan. 

Kata kunci :   ibukota   pindah  palangkaraya

Semoga bermanfaat !




Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :