Sekolah Tinggi Teologi Diakonos Banyumas

Sekolah Tinggi Teologi Diakonos Banyumas
Sekolah Tinggi Teologi Diakonos, berdiri 2002  tepatnya Senin Kliwon, 21 Oktober 2002 di bawah naungan Yayasan Pelayanan Kasih ( YPK ) Jakarta sesuai Akta Notaris Garnando Samuelson S., S.H, Nomor 1 tanggal 2 Agustus 2002, dan sudah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 31/ 2003 serta sudah terdaftar dengan Surat Keputusan  Departemen Agama Kantor Wilayah DKI Jakarta Nomor WJ/7/BA.01.1/2177/2003.
Sejak tanggal 2 April 2007 Yayasan Pelayanan Kasih berganti nama menjadi Yayasan Pohon Kasih Jakarta NPWP : 02.589.715.8-034.000 dengan Akta Notaris Iwan Halimym S.H., M.H. Nomor 16 tanggal 16 Maret 2007 dan sudah terdaftar sesuai SK Menkumham RI Nomor C-1133.HT.01.02.TH 207. Perkuliahan pertama dilaksanakan dengan menyewa tempat di Banyumas.

Tempat perkuliahan di Jalan Kawedanan Banyumas sampai September 2009

Perjalanan Panjang
Sejak berdiri hingga memiliki kampus melewati perjalanan terjal dan panjang selama hampir  15 tahun, banyak hambatan dan tantangan nyata yang harus dihadapi. Bersyukur semua dapat dilewati dengan baik atas pertolongan Tuhan. Sebelum memiliki tempat sendiri,  perkuliahan berpindah-pindah  dari satu tempat ke tempat lain hingga memasuki tahun ketujuh, perkuliahan STT Diakonos sudah tiga kali pindah.

Perkuliahan pertama bertempat di SD Kristen Banyumas. Memasuki tahun kedua, perkuliahan dipusatkan di Sekretariat Jalan Kawedanan No. 262 Sudagaran-Banyumas, juga sebagai asrama bagi mahasiswa reguler, memasuki tahun ketujuh tepatnya bulan September 2009 pindah ke Eks. SMK Maranatha Tanjung Purwokerto sebagai tempat perkuliahan sekaligus asrama, karena di Banyumas sudah tidak memadai lagi. Baru pada tahun 2016 tepatnya Rabu, 14  Oktober 2016  STT Diakonos menempati kampus baru, sehingga perkuliahan dan asrama dipusatkan di lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi, sungguhpun Asrama masih sangat sederhana.
Asrama Mahasiswa yang sangat sederhana atap daun ilalang

Sejarah Berdirinya STT Diakonos
Sekolah Tinggi Teologi Diakonos, terlahir karena adanya kerinduan beberapa Hamba Tuhan yang melayani di berbagai denominasi gereja, di sekolah-sekolah negeri maupun swasta sebagai Pendidik dan beberapa alumni yang baru menyelesaikan studi Teologi. Ini terjadi karena belum tersedianya wadah Pendidikan Teologi yang berorientasi oikumenis yang dapat menyediakan Program Pendidikan Agama Kristen di wilayah eks Karesidenan Banyumas yaitu Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap dan Kabupaten Kebumen. Sehingga harapan STT dimunculkan dalam misi Diakonos adalah Beriman dan Berilmu untuk Melayani.

Sejak terbitnya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 menuntut persyaratan bagi seorang Pendidik, minimal harus berpendidikan Strata 1 sesuai dengan bidang tugasnya. Ini merupakan fakta nyata bahwa Tenaga Pendidikan yaitu Guru Pendidikan Agama Kristen  yang ada sebagian besar hanya berpendidikan setingkat SMA, Diploma 2 dan atau Diploma 3. Kenyataan ini yang menjadikan pemikiran bagi para Praktisi Pendidikan Agama Kristen untuk memperlengkapi mereka dengan kemampuan akademis dengan menempuh pendidikan setingkat Strata 1 sehingga mampu bersaing secara profesional dalam pelayanannya.
Selain itu gereja juga memasuki masa milenium ketiga, yang sedang terlibat dalam suatu proses perubahan sosial yang sangat cepat, karena pengaruh globalisasi yang tidak mungkin terelakkan. Kenyataan ini menuntut ketersediaan tenaga rohaniwan dan intelektual Kristen yang mampu menjadi pelayan Tuhan, baik sebagai Gembala Sidang, Pendeta, Penginjil, Konselor maupun Guru Agama Kristen yang handal dan mampu berpikir serta bertindak jernih, sehingga mampu  memberi kontribusi teologis yang kritis dan kreatif. 

Fasilitas Sederhana
Sesuai dengan perjalanan waktu maka perkuliahan dapat berlangsung  sesuai aturan akademik, sungguhpun dengan fasilitas yang sangat terbatas. Penjaminan mutu lulusan sangat menjadi perhatian dari lembaga STT Diakonos ini. Lulusan selalu habis terserap dalam lingkungan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, karena mahasiswa berasal dari seluruh pulau-pulau di Indonesia, antara lain dari Tanah Toraja, Mamuju, Makasar, Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, Kupang, Pulau Nias dan sebagian Sumatera bagian Selatan, selain dari lingkungan daerah Jawa.  Begitu selesai mengikuti pendidikan dengan berbekal ijazah S1, mereka pulang kampung untuk memajukan pendidikan dan pelayanan di daerah asal. Mereka siap terjun dilapangan dengan kondisi sebagian besar wilayah pedesaan. Selain itu mahasiswa kami juga ada yang masuk ke wilayah pedalaman Papua. Di Papua dia membangun masyarakat di sana dengan memberikan pendidikan yang pasti belum seperti pendidikan di daerah Jawa.

Praktik Pertanian
Sekolah Tinggi Teologi Diakonos yang berorientasi pada pedesaan, maka mahasiswa juga dibekali dengan praktik pertanian. Karena itu STT Diakonos juga memiliki tanah untuk praktek bertani dan berkebun para mahasiswa. Mereka dilatih untuk bertani, sehingga bila saatnya terjun ke masyarakat mereka sudah diperlengkapi ketrampilan umum yang dapat di terapkan di masyarakat dengan tidak  mengabaikan panggilannya sebagai pelayan untuk menyampaikan kabar suka cita.

Pengurus Yayasan Pohon Kasih di Kebun Pertanian
Karyawan dan Tenaga Pengajar
Sesuai Pasal 45 UU No 14 Tahun 2005 disebutkan bahwa Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani dan memenuhi kualifikasi yang lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Di pasal lain juga dijelaskan bahwa Dosen harus memenuhi kualifikasi akademik minimun Program Magister dan Program Doktor untuk mengajar Pascasarjana.
Bersyukur dosen pengajar untuk Program S 1 sudah memenuhi kuaifikasi akademik dengan lulus dari Program Magister. Tanggal 14 Juni 2017 telah lulus Program Doktor untuk 4 orang dosen tetap, sehingga saat ini STT Diakonos telah memiliki 7 orang  Lulusan Program S3. Kegiatan akademik dengan didukung oleh staff Tata Usaha dan Biro Akademik, sehingga kegiatan administrasi dapat berjalan dengan lancar.

Akreditasi BAN PT
Dalam perkembangannya Sekolah Tinggi Teologi Diakonos Banyumas pada tanggal 22 April 2004 telah berstatus Terdaftar di Depag RI dengan SK Dirjen Bimas Kristen Depag RI Nomor DJ.III/Kep/HK.00.5/67/1198/2004. Dengan status tersebut maka STT Diakonos Banyumas sudah dapat melaksanakan Ujian Negara bagi mahasiswanya dan semakin mantap melangkah ke depan dengan segala sesuatunya yang harus segera diperlengkapi demi lancarnya kegiatan perkuliahan seperti layaknya sebuah lembaga pendidikan tinggi. STT Diakonos selalu berusaha memenuhi ketentuan pemerintah yang berkaitan dengan persyaratan administrasi yang dibutuhkan baik akademik maupun ketenagaan.
STT Diakonos memiliki 2 Program studi yaitu Program Studi Pendidikan Agama Kristen yang sudah terakreditasi  sesuai dengan SK BAN PT Nomor 097/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/II/2013 dan Program Studi Teologi yang sudah terakreditasi BAN PT dengan SK Nomor 773/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2015.

Pembangunan Fisik
Sejak kepindahannya di tempat baru di Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas, pada Rabu, Paing, 14 September 2016. Posisi kampus Diakonos, di jalan searah  Wisma Omi Goa Maria Kaliori dapat dilacak lewat Google Map. Maka semua kegiatan fokus di kampus baru sungguhpun asrama masih sangat sederhana. Tetapi  tidak mengurangi semangat para mahasiswa dalam berkarya. Fasilitas yang baru adalah sebuah Bangunan Asrama Putri Irawaty lengkap dengan Fasilitasnya, diresmikan oleh Ibu Helen Irawaty pada Senin, 10 Juli 2017 sebagai donatur dengan penandatanganan Prasasti bersama Pimpinan Yayasan Pohon Kasih, Ibu Raditya Christine Senjaya, sekaligus juga Peletakan Batu Pertama Asrama Putra Dasuki.
Sedang dalam proses finishing bangunan 3 ruang kuliah  dan akhir Juli 2017 ini sudah dapat dapat difungsikan untuk perkuliahan, dan dilanjutkan dengan pembangunan 3 ruang kuliah yang diperkirakan bulan Oktober 2017 sudah bisa dipakai untuk perkuliahan.

Asrama Putri Irawaty STT Diakonos


Rencana Asrama Putra Dasuki akan di bangun di sini

Pendaftaran Mahasiswa Baru
Tahun akademik 2017/2018 STT Diakonos sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru, baik untuk Program Studi S1 Pendidikan Agama Kristen dan Program Studi S1 Teologi. Persyaratan dan ketentuan dalam pendaftaran dapat Anda baca sendiri di sini.
1.    Pendaftaran Program S1 : klik di sini
2.    Formulir Pendaftaran Progran S1  : klik di sini


Kegiatan Musik


Pada tanggal 8 Juni 2017 STT Diakonos mengikuti lomba di Kodam IV Diponegoro Semarang, meski tidak membawa piala kemenangan namun kami bangga dapat tampil dengan baik dan maksimal. Didampingi oleh Dosen Musik kami Bapak Riahman Damanik mengenakan pakaian adat dan kami mahasiswa mahasiswi STT Diakonos siap untuk berkarya dan melayani . Pada Sabtu, 15 Juli 2017 tim musik mahasiswa STT Diakonos mengisi musik angklung dalam Rangka Ulang ke-50 Tahun GKII Jakarta dalam asuhan Bapak Riahman Damanik.
Donasi  
Kami masih membutuhkan uluran tangan Saudara yang tergerak untuk memberikan donasi terutama untuk bantuan mahasiswa, karena mahasiswa kami yang berasal dari berbagai suku dan daerah di Indonesia, tidak kamu pungut biaya. Untuk biaya operasional harian kami mengandalkan dari para donatur yang tergerak untuk pelayanan. 
Apabila Pembaca tergerak untuk memberikan donasi, silakan dikirim ke 
Bank Jateng  Nomor Rekening 2-120-01689-6 a.n. Yulianto.
Info selengkapnya dapat diakses melalui : www.sttdiakonos.ac.id/

Semoga Bermanfaat Tuhan Memberkati !
Penulis : Drs. Yulianto, M.Pd.K. Dosen STT Diakonos





Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :